Peranan Nematoda dalam Kehidupan Manusia

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Nematoda (Yunani, nema = benang, ode = seperti)) adalah cacing yang berbentuk bulat panjang (gilik) atau seperti benang. Nematoda merupakan hewan triploblastik dan pseudoselomata (berongga tubuh semu).

Nematoda dapat herbivora, karnivora, atau parasit, dan mencakup baik generalis (yang memanfaatkan berbagai sumber daya) dan spesialis (yang menggunakan hanya sumber daya tertentu). Nematoda memainkan peran yang sangat penting dalam dekomposisi dan siklus hara, di mana mereka sering sebagai pengurai menengah yang sebagian memecah bahan organik sehingga mereka kemudian dapat ditangani oleh bakteri pengurai.

Secara umum nematoda adalah suatu organisme dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1. Bentuk tubuhnya silindris memanjang, kecuali pada jenis betina genera tertentu bentuk tubuhnya menggelembung seperti kantung, buah jeruk, atau buah peer.
2. Tubuhnya tidak bersegmen (unsegmented)

3. Merupakan binatang triploblastic, artinya dinding tubuhnya terdiri ata5 3 rapisan blastula.
4. Tubuhnya bilateral simetris
5. Termasuk binatang “pseudocoelomate” atau ” false cavity’ artinya mempunyai rongga tubuh semu.
6. Tubuhnya transparan (tembus cahaya), jika terlihat berwarna adalah warna makanannya.
7. Mempunyai semua organ fisiologi, kecuali organ respirasi dan organ sirkulasi.

Banyak nematoda yang hidup bebas dan memainkan peran penting ekologis sebagai dekomposer dan predator pada mikroorganisme. Tetapi juga nematoda mencakup spesies yang parasit, banyak nematoda yang mempengaruhi manusia secara langsung atau tidak langsung melalui hewan peliharaan mereka. Ini termasuk cacing gelang yang umum dikenal, yang mungkin menduduki lebih dari setengah manusia di dunia; cacing tambang; trichina, cacing yang menyebabkan trichinosis; cacing kremi, parasit lain yang sangat umum, bahkan di Amerika Serikat, yang dapat ditularkan dari manusia ke manusia oleh telur yang mengambang dalam debu rumah tangga; dan cacing filaria, parasit terutama tropis yang menyebabkan penyakit seperti filariasis (kaki gajah) dan onchocerciasis (kebutaan sungai).

Pada umumnya Nematoda merugikan karena hidup parasit dan menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Banyak pula spesies Nematoda yang menjadi parasit pada tumbuhan, contohnya Globodera rostochiensis yang menjadi parasit pada tanaman kentang dan tomat, dan sebagai vektor virus pada beberapa tanaman pertanian. Namun ada pula Nematoda yang menjadi predator hama seperti ulat tanah. Caenorhabditis elegans merupakan Nematoda yang hidup bebas di tanah, telah lama digunakan sebagai organisme model untuk penelitian mengenai perkembangan hewan, termasuk perkembangan saraf, karena mudah dikembangbiakkan dan mudah dianalisis struktur genetiknya. NASA bahkan menggunakan Caenorhabditis elegans untuk meneliti dampak gravitasi nol pada perkembangan otot dan fisiologinya dengan mengirim sampel cacing tersebut ke luar angkasa selama dua minggu.

Nematoda Caenorhabditis elegans adalah salah satu spesies hidup yang sebagian besar telah dipelajari dengan baik dan telah menjabat sebagai model organisme biologis untuk studi genetik dan perkembangan. Itu adalah organisme multiseluler pertama dengan urutan DNA yang lengkap diperoleh.

Nematoda parasit tanaman dapat ditemukan di dalam tanah pertanian mulai dari sebelum ditanami, di sekitar dan di perakaran tanaman, di dalam umbi, batang, daun, ataupun biji. Terdapat Iebih dari 2000 spesies nematoda parasit tanaman yang diketahui dapat mengakibatkan kerusakan tanaman dan kehilangan hasil akibat dari cara makan nematoda tersebut ataupun adanya assosiasi dengan organisme penyebab penyakit (pathogen), yang berupa bakteri, jamur, serta virus.

Dalam ekosistem pertanian, nematoda parasit tumbuhan menjadi penting artinya karena dapat menurunkan produksi tanaman secara nyata. Hal ini karena nematoda parasit tumbuhan disamping sebagai parasit, juga bertindak sebagai patogen. Nematoda juga dapat berperan sebagai incitan atau predeposisi dan aggravator bagi patogen tanaman yang sifatnya soil borne. Beberapa jenis nematoda parasit tumbuhan juga dapat berperan sebagai vector virus penyebab penyakit tanaman, diantaranya adalah Xiphinema, Longidorus dan Trichodorus.

Nematoda puru akar merupakan salah satu jenis nematoda parasit tumbuhan yang tersebar Iuas di dunia dan bersifat sangat merusak, mengakibatkan kehilangan hasil di daerah tropis rata-rata per tahun mencapai 29% pada tomat, 15% pada lada, 23 % pada terong, dan sampai 26% pada kobis ( Sigh & Sitaramaiah, 1993).