Peranan Bryophyta (lumut) dalam kehidupan manusia

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Sepintas kita melihat lumut seperti tidak ada manfaatnya bagi kehidupan kita. Terlebih jika lumut tumbuh di kamar mandi atau di tembok-tembok rumah. Lumut hanya menyebabkan pemandangan menjadi tak sedap.

Sebenarnya lumut pun ada manfaatnya. Amatilah lumut yang tumbuh diatas bebatuan! Lumut yang hidup diatas bebatuan lama-lama kelamaan akan menyebabkan batu hancur menjadi tanah karena rizoidnya dapat menembus permukaan bebatuan tersebut. Selanjutnya, secara bertahap akan membentuk tanah yang baru sebagai tempat untuk tumbuh tanaman lainnya, karena inilah lumut disebut sebagai vegetasi perintis.

Lumut yang hidup di hutan-hutan atau di atas permukaan tanah dapat mencegah erosi, mengurangi bahaya banjir, dan mampu menyerap air, sehingga dapat menyediakan air pada musim kemarau. Lumut yang sudah mati pun dapat dimanfaatkan menjadi penambat zat organik dalam tanah, sehingga tanah tersebut akan menjadi subur dan cocok untuk tumbuhan lainnya.

Beberapa jenis lumut sudah dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan, misalnya Marchantia sebagai obat penyakit hati, dan Sphagnum sebagai bahan pengganti kapas dan sumber bahan bakar.

Manfaat lumut bagi kehidupan manusia sangat besar. Suatu penelitian yang menyangkut kegunaan dan manfaat lumut (Bryophyta)  diseluruh dunia telah dilakukan. Berdasarkan data yang ada, lumut dapat digunakan sebagai bahan untuk hiasan rumah tangga, obat-obatan, bahan untuk ilmu pengetahuan dan sebagai indikator biologi untuk mengetahui degradasi lingkungan.

Beberapa contoh lumut yang dapat digunakan tersebut adalah Calymperes, Campylopus  dan  Sphagnum (Glime & Saxena, 1991  dalam Tan, 2003). Selain sebagai indikator lingkungan, keberadaan lumut di dalam hutan hujan tropis sangat memegang peranan penting sebagai tempat tumbuh organisme seperti serangga dan waduk air hujan (Gradstein, 2003).

Lumut sering juga digunakan untuk pertamanan dan rumah kaca. Hal lain yang telah dilakukan dengan lumut ini adalah menggunakannya sebagai bahan obat-obatan. Berdasarkan hasil penelitian di  Cina, lebih dari 40 jenis lumut telah digunakan oleh masyarakat Cina sebagai bahan obat-obatan terutama untuk mengobati gatal-gatal dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri dan jamur (Ding, 1982 dalam Tan 2003).

Beberapa manfaat dari tumbuhan lumut antara lain sebagai berikut:

  1. Sebagai media tanaman (pengganti ijuk): Lumut daun
  2. Dapat mencegah erosi: Lumut secara umum
  3. Sebagai obat penyakit hati: Marchantia sp
  4. Sebagai bahan pembalut, kapas dan sumber bahan bakar: Sphagnum

Peran ekologi Bryophyta

Bryophyta melayani dua fungsi penting dalam arti ekologi: mereka menyerap dan melepaskan air dalam ekosistem tertentu, dan mereka juga melepaskan asam dalam ekosistem lainnya. Fungsi-fungsi ini membantu mendukung organisme tertentu dan bentuk kehidupan kecil lainnya di ekosistem di mana mereka ada.

Peranan Bryophyta

Peranan Bryophyta

Bryophyta adalah kelas tanaman darat non-vaskular. Mereka berukuran kecil dan herba dan biasanya tumbuh pada tikar. Lumut adalah salah satu jenis yang paling umum dan terkenal dari bryophyta. Dalam ekosistem tertentu, tanaman ini memiliki pengaruh yang sangat penting pada kehidupan organisme di sekitar mereka. Hal ini terutama berlaku di hutan hujan tropis dan di daerah beriklim basah, seperti boglands dan rawa-rawa. Dalam iklim ini, bola lumut membentuk dan menyerap air. Air yang diserap menjadi diresapi dengan zat yang berbeda dari tanaman itu sendiri. Misalnya, ion tertentu dan unsur kimia masuk ke air sementara masih dalam bola lumut. Setelah waktu yang singkat, bola lumut melepaskan air yang telah diperkaya, yang mungkin telah menjadi asam. Air yang dirilis kadang-kadang mengandung bahan organik dan, seiring waktu, dapat membuat ekosistem baru, seperti rawa-rawa.