Penyebaran Flora Indonesia

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Papua Nugini. flora Malesiana terbagi menjadi flora dataran Sunda

Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Papua Nugini. Pada tahun 2009, Van Welzen dan Silk, botanis dan Belanda, melakukan penelitian yang menjelaskan distribusi flora Malesiana. Menurut keduanya, flora Malesiana terbagi menjadi flora dataran Sunda, flora dataran Sahul, dan flora di daerah tengah (Wallacea) yang sangat khas dan endemik.

Flora dataran Sunda antara lain tumbuhan dan famili Dipterocarpaceae, contohnya pohon keruing (Dipterocarpus applanatus) yang kayunya sering digunakan untuk bahan bangunan, dan tumbuhan famili Nepenthaceae, contohnya tumbuhan pemangsa serangga atau kantong semar (Nepenthes gymnamphora). Flora dataran Sahul antara lain sagu (Metroxylon sagu) dan tumbuhan dan famili Myristicaceae, misalnya pala (Myristica fragrans). Flora kawasan Wallacea antara lain leda (Eucalyptus deglupta) yang memiliki batang berwarna-warni.

Seorang ahli geografi dan botani dari Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn, mengklasifikasikan iklim di Pulau Jawa secara vertikal sesuai dengan tumbuhan yang hidup di iklim tersebut. Klasiflkasi ini bisa dijadikan dasar pengelompokan tumbuhan di Indonesia secara vertikal. Menurut ketinggian tempat dari permukaan laut, flora Indonesia dibagi menjadi beberapa kelompok berikut.

  • Daerah dengan ketinggian 0 – 650 m merupakan dataran rendah pantai dan hutan mangrove dengan jenis tanaman pandan, bakau (Rhizophora sp.), kayu api (Avicennia sp.), bogem (Bruguiera sp.), sagu, dan nipah. Semakin jauh ke daratan ditemukan kelapa, kelapa sawit, cokelat, padi, jagung, kapuk (Ceiba pentandra) dan karet (Hevea brasiliensis).
  • Daerah dengan ketinggian 650 – 1.500 m ditumbuhi tanaman rasamala (Altingia excelsa), kina (Chinchona officinalis), aren, pinang, kopi, tembakau, dan teh.
  • Daerah dengan ketinggian 1.500 – 2.500 m ditumbuhi tanaman cantigi koneng (Rhododendron album), cemara gunung (Casuarina junghuhniana), anggrek tanah (Paphiopedilum praestans) di pegunungan Papua, dan berri (Vaccinium lucidum).
  • Daerah dengan ketinggian di atas 2.500 meter merupakan daerah pegunungan yang dingin. Di ketinggian ini ditemukan lumut, lichen, dan bunga edelweiss (Anaphalis javanica).

Berikut adalah penyebaran flora di Indonesia.

1. Daerah hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis terdapat di Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan sedikit Jawa Barat (di bagian selatan). Daerah hutan hujan tropis ini memiliki ciri-ciri hutan lebat, heterogen, dan lembab. Hutannya ditumbuhi berbagai jenis pohon besar dan kecil dengan ketinggian mencapat 60 m. Tumbuhan di hutan ini memiliki mahkota daun yang bertingkat-tingkat. Jenis-jenis tumbuhan yang biasa ditemukan antara lain pohon kamper, eboni, meranti, damar, kemenyan, dan rotan.

2. Daerah hutan musim

Hutan musim terdapat di Pulau Jawa (dari Jawa Barat hingga Jawa Timur). Hutan ini memiliki ciri hanya dihuni oleh satu jenis tumbuhan (homogen) dengan daun-daunnya yang meranggas (gugur) di musim kemarau. Jenis tumbuhan di hutan musim antara lain pohon jati dan cemara.

3. Daerah sabana

Sabana kebanyakan terdapat di Madura dan Dataran Tinggi Gayo (Nangroe Aceh Darussalam). Sabana memiliki ciri banyak ditemukannya rumput yang diselingi semak-semak atau rumpum pohon rendah. Hal ini umumnya terjadi karena musim kemarau yang panjang sehingga tumbuhan yang paling banyak ditemui adalah rumput dan tumbuhan semak.

4. Padang rumput (stepa)

Padang rumput banyak ditemukan di pulau Sumba, Sumbawa, Flores, dan Timor. Wilayah ini umumnya memiliki padang rumput yang luas, musim kemarau yang panjang dan berpotensi untuk peternakan sapi, kuda sandel (sumba), dan kuda bima. Daerah terkering pada wilayah ini terdapat di Lembah Pali. Tumbuhan yang ada hanya kaktus.