Penyebaran Fauna Indonesia

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Tiga kawasan fauna di Indonesia: kawasan Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali), kawasan peralihan atau Wallace, dan kawasan Indonesia bagian timur

Penyebaran fauna Indonesia dipengaruhi oleh aspek geografi dan peristiwa geologi benua Asia dan Australia. Para pakar zoologi berpendapat bahwa tipe fauna di kawasan Indonesia bagian barat mirip dengan fauna di Asia Tenggara (oriental), sedangkan fauna di kawasan Indonesia bagian timur mirip dengan fauna di benua Australia (australis).

Daerah persebaran fauna Indonesia dapat dibagi menjadi tiga kawasan, yaitu kawasan Indonesia bagian barat, kawasan peralihan (Wallacea), dan kawasan Indonesia bagian timur. Gambar 6.16 menunjukkan peta kawasan penyebaran fauna Indonesia yang dipisahkan oleh garis Wallace, garis Weber, dan garis Lydekker.

a. Kawasan Indonesia bagian barat

Kawasan Indonesia bagian barat meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Kawasan ini dibatasi oleh garis imajiner Wallace yang terletak di antara Kalimantan dengan Sulawesi dan antara Bali dengan Lombok. Meskipun jarak antara Bali dan Lombok sangat dekat, namun jenis fauna yang hidup di kedua pulau tersebut berbeda. Garis Wallace dikemukakan oleh Alfred Russel Wallace (ahli zoologi berkebangsaan Inggris) pada abad ke 19. Jenis fauna kawasan Indonesia bagian barat, antara lain harimau (Panthera tigris), macan tutul atau leopard (Panthera pardus), gajah (Elephas maximus), badak jawa (Rhinoceros sondaicus), banteng (Bos sondaicus), orang utan (Pongo pygmaeus), wau-wau (Hylobates lar), lutung (Presbytis cristata), beruang madu (Ursus malayanus), merak hijau (Pavo muticus), dan burung jalak bali (Leucopsar rothschildi).

b. Kawasan peralihan

Kawasan peralihan meliputi Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba, Lombok, dan Timor. Kawasan peralihan ini dibatasi oleh garis Wallace di sebelah barat dan garis Lydekker di sebelah timur. Di antara kedua garis ini terdapat garis keseimbangan Weber yang terletak di sebelah timur Sulawesi. Garis Weber dikemukakan oleh Max Carl Wilhelm Weber (ahli zoologi berkebangsaan Jerman). Pada kawasan ini terdapat peluang percampuran antara unsur fauna oriental dengan fauna australis. Jenis fauna kawasan peralihan, antara lain anoa pegunungan (Bubalus quarlesi), anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), komodo (Varanus komodoensis), babirusa (Babyrousa babyrussa), maleo (Macrocephalon maleo), duyung (Dugong dugon), kuskus beruang (Ailurops ursinus), burung rangkong (Rhyticeros cassidix), kupu-kupu Sulawesi (Papilio iswara, Papilio peranthus), soa-soa (Hydrosaurus amboinensis), kakatua putih berjambul merah (Cacatua moluccensis).

c. Kawasan Indonesia bagian timur

Kawasan Indonesia timur dibatasi oleh garis Lydekker yang meliputi Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis fauna kawasan Indonesia bagian timur, antara lain kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), walabi kecil (Dorcopsulus vanheurni), burung kasuari gelambir ganda (Casuarius casuarius), burung kakatua raja (Probosciger aterrimus), burung cendrawasih ekor pita (Astrapia mayeri), kasturi raja (Psittrichas fulgidus), kupu-kupu sayap burung (Ornithoptera sp.), ular sanca hijau (Chondropython viridis), dan buaya Irian (Crocodylus novaeguineae). Burung di kawasan ini memiliki bulu berwarna-warni.

Ringkasan

Tiga kawasan fauna di Indonesia: kawasan Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali), kawasan peralihan atau Wallace (Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba, Lombok, Timor), dan kawasan Indonesia bagian timur (Papua dan pulau-pulau kecil di sekitamya).