Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

By On Thursday, April 18th, 2013 Categories : Sains

Faktor Penyebab Terjadinya Gerhana adalah lintasan bulan saat revolusi mengelilingi bumi. Lintasan bulan mengelilingi bumi membentuk bidang yang tidak sebidang dengan ekliptika (bidang lintasan bumi mengelilingi matahari).

Ada kalanya bulan bumi dan matahari terletak pada satu garis lurus, pada saat itulah terjadi gerhana.
1. Gerhana Matahari
Gerhana matahari adalah peristiwa terhalangnya sinar matahari yang menuju bumi oleh bulan. Gerhana matahari terjadi siang hari waktu bulan berkonjungsi dekat dengan simpul.

Jika bagian permukaan bumi yang dikenai oleh umbra bulan tidak mendapat cahaya mataharis secara langsung maka disebut sebagai gerhana matahari total. Bagian bumi yang tertutupi oleh umbra bulan daerah berbentuk lingkaran dengan diameter maksimum 270 km, sehingga yang tampak korona dan promensia. Kedudukan saat gerhana matahari adalah matahari bulan dan bumi terletak pada satu garis lurus.

Gerhana matahari total terjadi sekitar 2 atau 3 menit dan waktu paling lama sekitar 7 menit. Lintasan bumi maupun lintasan bulan berbentuk ellips, maka ada kemungkinan pada saat terjadi gerhana, letak bumi dan bulan sedemikian rupa, sehingga kerucut bayang-bayang bulan tidak mengenai bumi dikenal sebagai gerhana matahari parsial.

Orang dipermukaan bumi yang berada diperpanjangkan kerucut umbra bulan, akan melihat matahari terhalang oleh bulan tepat ditengah-tengah matahari sehingga saat itulah matahari akan tampak berbentuk cincin. Peristiwa gerhana matahari semacam ini disebut gerhana matahari cincin (gelang).

2. Gerhana Bulan
Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, bulan tampak karena cahaya matahari yang dipantulkan oleh bulan sampai ke bumi. Matahari sebagai sumber cahaya mempunyai diameter lebih besar daripada bumi maupun bulan. Oleh karena itu bayangan bumi atau bayangan bulan akan berbentuk kerucut. Kerucut bayangan yang dibentuk oleh bumi lebih panjang daripada kerucut bayangan bulan, karena diameter bumi lebih besar daripada diameter bulan.

Kerucut bayangan yang sangat gelap yang dibentuk oleh bumi atau bulan disebut umbra atau bayangan inti. Kemudian di sekitar umbra akan terdapat bayangan tidak terlalu gelap dan disebut penumbra. Penumbra dibelakang bumi/bulan berbentuk kerucut terpancung dengan puncaknya dibumi/bulan. Makin jauh, bayangan itu makin besar sampai menghilang diruang angkasa.

Pada saat bulan beroposisi, umbra bumi akan mengenai bulan, pada saat itu terjadi gerhana bulan total. Jika bulan yang masuk kedalam umbra bumi itu hanya sebagian saja, yang terjadi adalah gerhana sebagian/parsial. Sebelum dan sesudah bulan memasuki umbra, seluruh bulan berada didaerah penumbra, saat itulah bulan bersinar suram yang disebut gerhana penumbra.

Gerhana total dapat terjadi pada waktu oposisi bulan berada pada titik simpul. Tetapi jika bulan hanya berada dekat simpul (titik potong lintasan bulan dengan ekliptika) yang terjadi hanyalah gerhana sebagian. Sedangkan jika bulan berada cukup jauh dari simpul, hanya terjadi gerhana penumbra saja, tanpa adanya gerhana sebagian ataupun total. Jadi pada saat bulan jauh dari simpul, bulan purnama tidak akan pernah mengalami gerhana.

Diameter kerucut umbra bumi ditempat lintasan bulan kira-kira 3 kali diameter bulan. Oleh karena itu, jika bulan melewati pertengahan umbra bumi, terjadi gerhana total yang paling lama sekitar 1 jam 45 menit. Waktu yang dibutuhkan bulan sejak memasuki umbra sampai keluar dari umbra sekitar 4 jam. Perbedaan frekuensi gerhana itu karena gerakan simpul yang mempunyai periode 19 tahun. Karena orbit bulan dan bumi memiliki keteraturan yang sangat tinggi.