Penyebab, Dampak, dan Pencegahan Pencemaran tanah

By On Monday, February 16th, 2015 Categories : Sains
Advertisement

Tanah adalah lapisan yang menutupi permukaan bumi dengan bahan organik dan anorganik, dimana bahan organik yang terdapat dalam lapisan tanah paling atas terdiri dari sisa-sisa flora dan fauna yang mati dan membusuk.

Sedangkan bahan anorganik akan menjadi batu yang dibentuk oleh berbagai perubahan fisik dan kimia di batuan dasar. Tanah dikatakan tercemar ketika lapisan produktif tanah terkontaminasi oleh bahan kimia buatan manusia, yang kemudian mengubah sifat alami dan produktivitas tanah.

Pencemaran tanah seringkali terjadi akibat dari penetrasi pestisida berbahaya dan insektisida, yang dapat membawa menurunkan kualitas tanah, sehingga membuat tanah terkontaminasi dan tidak layak untuk digunakan. Hal ini dapat mempengaruhi flora dan fauna di bumi, termasuk kesehatan manusia.

Penyebab dan  Dampak Buruk Pencemaran Tanah – Pencemaran tanah merupakan salah satu masalah lingkungan yang paling mengkhawatirkan. Manusialah yang menjadi pencipta pencemaran, baik itu pencemaran udara, air, dan juga pencemaran tanah. Manusia telah mencoba beberapa hal yang bermacam-macam dalam memanfaatkan sumebr daya alam. Namun, hal ini sebenarnya juga mempunyai dampak buruk terhadap tanah, tanpa kita sadari.

Penyebab Pencemaran Tanah

  1. Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh beberapa sebab, di antaranya sebagai berikut.
  2. Sampah plastik, pecahan kaca, logam maupun karet yang ditimbun dalam tanah.
  3. Sisa pestisida dari kegiatan pertanian yang meresap ke tanah.
  4. Limbah deterjen yang dibuang ke tanah.
  5. Pengikisan lapisan humus (topsoil) oleh air.
  6. Deposit senyawa asam dari peristiwa hujan asam.

Dampak Pencemaran Tanah
Sampah plastik, pecahan kaca, logam dan karet yang ditimbun dalam tanah sulit diuraikan pengurai dalam tanah. Keberadaannya dalam tanah dapat menurunkan kesuburan tanah.

Pembuangan limbah deterjen dan kandungan pestisida dalam tanah dapat membunuh organisme pengurai dalam tanah sehingga mengganggu proses penguraian senyawa organik.

Terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanah dapat menurunkan produktivitas tanah, tanah menjadi kurang subur. Deposit senyawa asam dari hujan asam dapat menyebabkan perubahan derajat keasaman (pH) tanah, hal ini berdampak pada aktivitas organisme pengurai dalam tanah.  Perubahan keasaman tanah ini juga berpengaruh tidak baik terhadap penyerapan zat hara dari tanah oleh tumbuhan.

Pencegahan dan penanggulangan
Pencegahan pencemaran tanah bisa diupayakan dengan melakukan daur ulang sampah plastik, logam, kaca, karet. Limbah deterjen sebaiknya jangan dibuang ke tanah, tetapi ditampung ke dalam bak penampungan untuk selanjutnya dilakukan pengendapan, penyaringan, dan penjernihan. Untuk menghindari pengikisan lapisan humus oleh air hujan dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian tanaman, karena tanaman dapat menyerap air, seresah dedaunan yang dihasilkan dapat menyerap dan menahan air, serta perakarannya dapat menahan dan mengikat tanah agar tidak mudah tererosi.

Menurut bahan pencemarnya, pencemaran dibedakan menjadi berikut ini.

  • Pencemaran fisik, disebabkan oleh benda-benda yang secara fisik menyebabkan pencemaran, seperti kaca, logam, kalengkaleng bekas, plastik.
  • Pencemaran kimia, disebabkan oleh pestisida, pupuk, logamlogam berat (Pb, Hg, Cd, Zn).
  • Pencemaran biologi, disebabkan oleh bakteri (terutama bakteri pathogen), virus, protozoa, maupun jamur.
  • Pencemaran suara, disebabkan oleh suara kendaraan bermotor, mobil, kereta api, pesawat yang tinggal landas, tape recorder yang volumenya terlalu keras.
  • Pencemaran radioaktif, disebabkan oleh unsur-unsur radioaktif alam, limbah nuklir, kebocoran reaktor nuklir, ledakan bom atom, percobaan senjata nuklir.
Advertisement (Dibawah ini adalah Iklan)
loading...

The Burbs

North to Alaska

Terjebak Nostalgia

A Somewhat Gentle Man

The Royal Tenenbaums

Bandits

All About Steve

Up for Love

Pom Poko

Mardi Gras Spring Break