Pengertian Telegram: Apa itu Telegram?

By On Monday, March 27th, 2017 Categories : Artikel

Kata telegram terdiri dari dua kata yaitu tele yang berarti “jauh” dan gram artinya “tulisan” atau ‘tanda’ atau ‘bentuk’. Secara umum, pengertian telegram adalah tanda-tanda, tulisan, atau berita yang dikirim dan jarak jauh dengan bantuan pesawat telegram. Alat untuk mengirim telegram disebut telegraf. Telegraf mengirimkan pesan dalam rupa sandi atau tanda-tanda morse. Di Indonesia penggunaan telegram dalam surat-menyurat tak dapat dipisahkan dari jasa Perusahaan Umum Pos dan Telekomunikasi (Perum Postel). Penulisan telegram terikat dengan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh Perum Postel. Blangko telegram, tata cara penulisan, penetapan tanda baca, dan penghitungan biaya, semuanya diatur oleh Perum Postel.

Menurut lingkup penggunaannya. ada dua jenis telegram. yakni telegram pemerintah dan telegram partikelir. Telegram pemerintah adalah telegram yang dikirim oleh lembaga-lembaga pemerintah, kantor-kantor departemen lembaga Negara dengan menggunakan blangko berwarna biru muda atau hijau muda. Telegram partikelir adalah telegram yang dikirim oleh masyarakat umum atau perseorangan ataupun perusahaan-perusahaan swasta dengan blangko berwarna putih. Berdasarkan cara pengirimannya atau pelayanannya. maka dapat dibedakan antara pengiriman telegram biasa dan telegram penting (segera atau kilat), yaitu telegram yang didahulukan pengirimannya.

Berita telegram ditulis pada sehelai blangko yang sudah disediakan oleh Perum Postel. Blangko itu terbagi menjadi tiga bagian.

Bagian atas diisi oleh petugas kantor Pos.
Bagian tengah adalah tempat untuk menuliskan isi berita yang akan disampaikan. meliputi: petunjuk dinas berbayar ( Ptd), yang diisi dengan kode segera, kilat, biasa, N, NS, TM, dan sebagainya; alamat yang dituju; isi berita; nama pengirim.

Bagian bawah terdiri dan tiga kolom. Kolom kiri dan kanan diisi oleh petugas, scdangkan kolom tengah diisi oleh pengirim dengan rnenyebutkan nama dan alamat pengirim.

Ada beberapa ketentuan yang harus diikuti dalam menuliskan berita telegram.

Apabila menggunakan huruf kecil, maka semua harus ditulis dengan huruf kecil. Sebaliknya. Apabila dengan huruf besar. maka semua juga harus besar.

Tanda baca ditulis dengan huruf. Singkatan tanda baca ditentukan oleh Perum Postel.
Nama jalan ditulis menjadi satu.
Penulisan uang dengan huruf menurut terbilangnya. Contoh: Rp 25.000,00 dituliskan “DUAPULUH LIMA RIBU RUPIAH” atau “dua puluh lima ribu rupiah”.

Huruf yang berdiri sendiri yang dipergunakan sebagai penunjuk atau urutan harus ditulis minimal tiga huruf dan maksimal lima huruf. Contoh: harap dikirim batik solo dituliskan aaa harap dikirim batik solo; uang dikirim lewat bank dituliskan bbb uang dikirim lewat bank.

Angka yang berdiri sendiri ditulis menurut terbilangnya, yakni “satu”, “dua”. dan seterusnya.
Kata ulang tidak boleh dituliskannya angka “2”, melainkan ditulis dengan menambah huruf “s” di belakangnya. Contoh: “masing-masing” dituliskan sebagai “masings”, “lain-lain” dituliskan “lains”, dan seterusnya.

Ongkos pengiriman dihitung menurut jumlah kata yang dikirim. Oleh karena itu, pemakai jasa telegram sebaiknya menuliskan berita sesingkat mungkin agar biayanya semurah mungkin.

Sekian uraian tentang Pengertian Telegram: Apa itu Telegram?, semoga bermanfaat.