Pengertian sitoplasma dan Fungsinya

By On Tuesday, September 8th, 2015 Categories : Sains

Pengertian sitoplasma sangat sederhana, yakni cairan yang mengisi sel. Awalnya, para peneliti seperti Schleiden, menamakan sitoplasma sebagai protoplasma. Sitoplasma adalah cairan kental seperti jelly yang berada diantara membran sel dan dan membran inti yang berisi sitosol, organel organel sel, vesikel, sitoskeleton dan zat zat inklusi.

Penyusun Sitoplasma
Terdapat tiga jenis penyusun sitoplasma yaitu sitosol atau cairan sel, organel organel sel, dan zat zat inklusi. Walaupun dalam beberapa sumber dijelaskan membaginya secara rinci yaitu sitosol, organel organel sel, sitoskeleton, dan zat zat inklusi.

Sitosol dalam Sitoplasma
Istilah sitosol dalam sitoplasma pertama kali diperkenalkan oleh H.A Lardy pada tahun 1965 dan dikenal sebagai cairan (liquid) yang diproduksi dengan menghancurkan sel dan memisahkan bagian bagian lainnya menjadi pellet menggunakan ultrasentrifugasi. Sitosol sendiri tersusun oleh air (sekitar 70 %), ion ion seperti potasium, sodium, klorida, bikarbonat, asam asam amino, magnesium, kalsium, mikromolekul sepeti enzim, dan makromolekul seperti protein. Dengan kata lain, sitosol adalah cairannnya sitoplasma. Sehingga bila dikatakan sitosol maka selain organel organel yang ada.

Perlu anda sadari bahwa dalam organel organel juga terdapat cairan khusus seperti pada badan golgi, vakuola, retikulum dan nukleus, jangan anda salah artikan bahwa cairan yang berada di dalamnya disebut sitoplasma ataupun sitosol. Khusus untuk nukleus pada sel eukariotik, cairan, kromatin dan nukleolus dan komposisi lainnya yang berada didalamnya disebut dengan nukleuplasma. Ketika sel akan membelah, nukleuplasma akan tersebar ketika membran inti hilang dan ketika inti kembali terbentuk setelah pembelahan, nukleuplasma akan kembali lagi.

Organel dalam Sitoplasma
Seperti yang dijelaskan dalam Sel, untuk sel prokariot hanya terdapat organel ribosom, semi organel mesosom, sedangkan pada sel eukariotik terdapat banyak organel dengan macam macam fungsinya seperti ribosom, retikulum endoplasma, lisosom, mitokondria, plastida, badan golgi, vakuola, sentriol, peroksisom, glioksisom. Semua organel sel tersebut berada dalam sitoplasma sel.
Inklusi dalam Sitoplasma

Zat zat inklusi yang dimaksud dalam sitoplasma adalah zat zat yang tidak dapat larut yang membentuk suspensi dalam sitosol. Terdapat banyak jenis zat inklusi dan sel, dan semuanya tergantung jenis sel tersebut. Inklusi seperti kalsium okslata ataupun silikon dioksida pada tumbuhan, atau granula granula dalam tumbuhan yang berperan dalam penyimpanan makanan seperti amilum, glikogen, polihidroksibutirat. Selain itu, inklusi juga dapat berupa droplet atau butiran butiran lipid (lemak) ataupun campuran antara lemak dan protein yang biasa digunakna oleh sel prokariot dan eukariot dalam menyimpan makanannya, contohnya pada jaringan atau sel adiposa yang sitosolnya banyak berisi droplet lipid.

Fungsi Sitoplasma
Sitoplasma memiliki beberapa fungsi dan semuanya sangat penting dalam proses kehidupan. Fungsi utama sitoplasma sebagai media atau wadah bagi organel organel sel serta zat zat lainnya yang dibutuhkan oleh sel dan inti sel. Berikut beberapa fungsi sitoplasma dan penjelasannya

Pages: 1 2

  • Hah….!! Hanya Diginiin Aja Sudah Jadi Mobil Mewah Sport Lamborghini
  • Awas, 5 hobi perlahan ini bikin otak tumpul
  • Mimpi Sejuta Dolar dalam Kisah Sukses Merry Riana
  • Warna penis kamu lebih gelap dari bagian tubuh lain? Ini alasannya
  • Jangan Pajang Mobil Loe di Facebook Kalao Gak Punya Beginian!!!
  • Ini Dia 5 Manfaat Luar Biasa Es Batu Untuk Kecantikan