Pengertian Sistem

By On Saturday, March 22nd, 2014 Categories : Sains

Pengertian Sistem – Mari kita perhatikan kata-kata berikut, mulai dari kata sistem pencernaan makanan, sistem syaraf manusia, dan sistem pernafasan manusia. Sistem pencernaan ini tidak hanya menyangkut mulut dan gigi, tempat makanan dikunyah. Akan tetapi, sistem pencernaan ini sampai pada lambung dan alat pencernaan lain. Semua itu merupakan satu kesatuan; alat pencernaan bukan hanya mulut dan kerongkongan, lambung pun termasuk alat pencernaan. Oleh karena itu, hal tersebut merupakan satu sistem, jika alat pencernaan hanya berupa mulut, tidaklah komplit dan tidak dapat disebut dengan alat pencernaan. Bisa disebut alat pencernaan apabila terdiri secara lengkap dan membentuk satu kesatuan sebagai alat yang digunakan untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh kita dan mengubahnya menjadi energi dan macam-macam.

Pengertian Sistem

Berdasarkan uraian di atas, sistem dapat diartikan sebagai satu kesatuan yang terdiri atas berbagai macam elemen yang saling terikat dan membutuhkan atau ada unsur ketergantungan. Adanya unsur saling ketergantungan ini berarti menjelaskan adanya proses masukan (input) dan keluaran (output). Sebagaimana sistem pencernaan tadi, masukannya adalah makanan, sedangkan proses keluarannya berupa energi atau bahkan tinja yang keluar melalui anus.

Selain itu, kita juga dapat memberikan contoh mengenai kegiatan belajar mengajar di kelas. Proses belajar-mengajar melibatkan banyak komponen, yaitu guru, siswa, buku ajar, kurikulum, pembiayaan, dan sistem penilaian. Semua ini termasuk kedalam sistem. Masukan dari proses belajar-mengajar, antara lain, siswa, guru, buku ajar, dan model mengajar. Adapun proses keluarannya adalah prestasi siswa yang diurutkan dari nilai terendah hingga ke nilai teringgi. Apabila diukur secara kelompok akan memunculkan nilai rata-rata yang bisa dipakai guru sebagai acuan untuk menentukan berhasil atau tidaknya proses belajar-mengajar. Jika nilai rata-rata siswa bagus, maka guru dapat beranggapan proses belajar secara umum sudah bagus dan perlu dipertahankan. Apabila nilai rata-rata siswa buruk, maka guru bisa beranggapan proses belajar-mengajar tidak berhasil atau perlu diperbaiki.