Pengertian Reaksi eksergonik

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Dalam hidup dan sistem mekanik, energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan berbagai fungsi. Energi ini diperoleh melalui reaksi eksergonik. Ketahui berbagai reaksi-reaksi ini, karakteristik yang mendefinisikan mereka, dan tujuan mereka dalam sistem biologi dan mekanik.

Reaksi eksergonik

Apakah Anda tahu apa bensin, gula, dan lipid memiliki kesamaan? Masing-masing bahan kimia ini menyediakan energi untuk berbagai sistem. Apakah itu menggerakkan mobil untuk mengemudi atau menyalakan sistem hewan untuk hidup, bahan kimia ini, dan banyak lainnya, menyimpan energi dalam bentuk ikatan mereka yang dapat digunakan sekali dirilis. Dalam rangka untuk melepaskan energi ini, bahan kimia ini harus mengalami reaksi eksergonik.

Pengertian

Reaksi eksergonik adalah reaksi kimia yang melepaskan energi dalam bentuk panas. Biasanya, energi ini dilepaskan ketika ikatan yang rusak. Lebih khusus, pada manusia, reaksi ini disebut katabolik, yang berarti bahwa molekul sedang dipecah menjadi komponen yang lebih kecil. Dengan memecah ikatan ini, sistem (seperti tubuh manusia atau contoh mobil di atas) dapat menerima kebutuhan energi untuk menjalankan fungsinya (s).

Energi yang tersimpan dalam ikatan dikenal sebagai energi bebas, atau energi yang tersedia untuk melakukan pekerjaan. Hal ini juga sering disebut sebagai Energi Bebas Gibbs. Ketika molekul memiliki sejumlah besar energi bebas, ia menjadi tidak stabil, karena energi akan lebih memilih untuk dilepaskan daripada disimpan dalam ikatan. Sebagai aturan praktis: energi lebih bebas dalam ikatan, semakin molekul akan tidak stabil.

 Energi bebas dan Reaksi

Jika molekul tidak stabil, ia akan bekerja untuk mencoba dan menjadi stabil pada akhirnya. Proses ini dapat menjadi salah satu lambat atau satu cepat, tetapi itu adalah salah satu tertentu. Molekul yang memiliki energi bebas yang tinggi tidak stabil. Oleh karena itu, ikatan yang mengandung energi ini akan mudah pecah untuk melepaskan panas. Karena proses ini pasti terjadi, juga dikenal sebagai reaksi spontan. Melepaskan energi bebas yang tersimpan dalam ikatan membantu molekul yang terlibat dalam reaksi menemukan stabilitas energik.

Dalam banyak sistem, pelepasan energi ini diperlukan untuk daya proses lainnya. Misalnya, jika Anda makan karbohidrat dalam jumlah besar, Anda cenderung merasa lebih berenergi. Hal ini karena glukosa dalam karbohidrat mengandung sejumlah besar energi bebas, dan ketika rusak, energi yang akan dilepas. Tubuh dapat menggunakan energi ini untuk menghasilkan bahan-bahan lain, seperti ATP dan protein. Singkatnya, energi bebas dilepaskan dari gula dalam reaksi eksergonik, dan energi yang dapat daya proses lainnya.

Pada contoh mobil, bensin melayani fungsi yang sama seperti glukosa pada manusia. Ikatan dalam bensin memiliki sejumlah besar energi bebas. Ketika bensin mobil ‘luka bakar’, ia melepaskan energi ini untuk memungkinkan mobil untuk berkendara. Energi, seperti yang disebutkan sebelumnya, akan dilepas sebagai panas, itulah sebabnya mengapa mobil yang telah didorong akan sering merasa panas tak lama kemudian. Panas ini adalah hasil dari energi bebas yang dilepaskan dari bensin.

Kesimpulan

Seperti disebutkan sebelumnya, reaksi eksergonik melepaskan energi. Energi ini disimpan dalam ikatan dari molekul yang terlibat dalam reaksi, dan akan dilepas secara spontan. Dari sana, dapat digunakan oleh sistem yang berbeda, apakah itu tubuh atau mesin seperti kendaraan, untuk menyalakan fungsi dimaksudkan.

15686129, 15686130, 15686131, 15686132, 15686133, 15686134, 15686135, 15686136, 15686137, 15686138, 15686139, 15686140, 15686141, 15686142, 15686143, 15686144, 15686145, 15686146, 15686147, 15686148, 15686149, 15686150, 15686151, 15686152, 15686153, 15686154, 15686155, 15686156, 15686157, 15686158, 15686159, 15686160, 15686161, 15686162, 15686163, 15686164, 15686165, 15686166, 15686167, 15686168