Pengertian Radiasi ultraviolet (UV)

By On Thursday, March 2nd, 2017 Categories : Artikel

Radiasi ultraviolet (UV) adalah rentang tertentu dari cahaya pada spektrum elektromagnetik. Radiasi ultraviolet tidak terlihat oleh manusia karena rentang panjang gelombang yang berada di luar batas persepsi manusia.

Radiasi ultraviolet diketahui menyebabkan kulit terbakar, tetapi mereka juga memiliki efek menguntungkan pada kesehatan manusia. Matahari banyak memancarkan radiasi ultraviolet, tapi sebagian besar ini diblokir tidak mencapai permukaan Bumi oleh lapisan ozon. Aplikasi teknologi UV tersebar luas di negara-negara maju modern.

Fisikawan Jerman Johann Wilhelm Ritter menemukan radiasi ultraviolet pada tahun 1801 dengan mengamati efek sinar matahari pada garam perak. Dia melihat cahaya dengan panjang gelombang yang hanya sedikit di luar itu cahaya tampak violet memicu reaksi kimia dalam senyawa tertentu.

Radiasi elektromagnetik dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan sifat yang disebut panjang gelombang, yang terkait dengan konten energi radiasi ini. Istilah “sinar kimia” segera diadopsi untuk membedakan bentuk baru dari sinar cahaya. Radiasi ultraviolet adalah istilah yang lebih disukai saat ini, dan didefinisikan memiliki kisaran panjang gelombang 10 sampai 400 nanometer.

Hal ini diketahui bahwa sinar UV menyebabkan kulit terbakar dan beberapa bentuk kanker kulit. Hal ini terjadi ketika radiasi ultraviolet yang berlebihan diserap oleh molekul DNA, molekul yang mengandung instruksi genetik pada makhluk hidup. Penyerapan ini dapat menyebabkan mutasi, atau perubahan permanen dalam kode genetik. Tingkat yang sehat dari paparan UV berbeda untuk pigmen kulit yang berbeda, dengan kulit gelap mampu menyerap radiasi UV lebih banyak.

Mayoritas ilmuwan setuju bahwa tabir surya dapat mencegah kulit terbakar pada manusia. Untuk paparan UV yang sehat, orang harus menggunakan tabir surya dengan rating SPF 30 atau di atasnya, dan penggunaan kembali setiap beberapa jam. Bayi dan anak-anak harus dilindungi dari sinar matahari. Sinar matahari paling intens pada pukul 10:00-03:00, sehingga paparan selama jam-jam tersebut harus dibatasi. Orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di luar harus mempertimbangkan mengenakan kain untuk perlindungan ekstra.

Meskipun memiliki efek yang merugikan, beberapa tingkat paparan UV diyakini dapat menguntungkan. Sinar UV yang menyerang kulit dapat menginduksi produksi vitamin D, yang memiliki fungsi regulasi penting bagi sistem saraf. Vitamin D juga diyakini untuk membantu dalam pemeliharaan tulang dan pertumbuhan.

Radiasi ultraviolet (UV)

Topi dan baju membantu melindungi terhadap radiasi ultraviolet dari matahari.

Radiasi ultraviolet dapat diproduksi secara artifisial, seperti pada cahaya tampak. Tanning bed menggunakan sinar UV untuk menghasilkan efek yang sama pada kulit seperti sinar matahari alami. Tingginya kadar UV dapat digunakan untuk mensterilkan, atau disinfeksi, permukaan di rumah sakit dan laboratorium ilmiah. Dalam astronomi, deteksi UV dapat memberikan petunjuk untuk suhu benda astronomi dan komposisi.