Pengertian Pupuk Hijau dan Contohnya

By On Thursday, April 20th, 2017 Categories : Artikel

(Pengertian Pupuk Hijau dan Contohnya) – Pupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari sisa tanaman legum. Karena kemampuan tanaman legum mengikat N udara dengan bantuan bakteri penambat N menyebabkan kadar N dalam tanaman relatif tinggi.

Akibatnya pupuk hijau dapat diberikan dekat waktu penanaman tanpa harus mengalami proses pengomposan lebih dulu sebagaimana sisa-sisa tanaman pada umumnya.
Beberapa contoh pupuk hijau, antara lain:

  1. Crotalaria juncea. Dulu jenis legum ini diharuskan ditanam pada perkebunan tembakau Vorstenland pergiliran tanaman. Memasukkan tanaman legum ini jelas akan berpengaruh baik terhadap sifat-sifat tanah baik tanaman tembakau itu sendiri maupun tanaman sesudahnya. Produksi 150-250 kw/ hektar.
  2. Kandungan N 2.84% dari bahan kering. Kadar bahan kering 16.0% dari bahan basah.
  3. Crotalaria anagyroides. Produksi hijauan daun dan tangkai 284 kw/ hektar. Kadar N= 2.31% dari bahan kering, kadar bahan kering sekitar 13.24%;  umur tanaman 6-10 bulan.
  4. Crotalaria usaramensis. Produksi hijauan tergolong tinggi sekitar 350 kw/ hektar; umur tanaman 4-5 bulan.
  5. Tephrosia vogelii, thephrosia candida.
  6. Sesbania sesban, janti turen (Jawa).
  7. Sesbania esculatta, produksi 120 kwt/ hektar.
  8. Phaseolus tunatus, kratok (Jawa). Produksi 120-180 kw/ hektar . Mengandung N 3.85 % dari bahan kering; kadar bahan kering 19.3% terhadap bahan basah.
  9. Glycine soya, kedele produksi 65.27 kw/ hektar tangkai dan daun  mengandung 0.57% N dari bahan basah. Selain produk¬si daun dan tangkai kedele mempunyai produksi biji kedele dengan sekitar 1.1 ton per hektar.
  10. Vigna sisnensis, kacang tunggak, kacang dadapan.
    Mimosa invisa, produksi 300 kw/ hektar.; umur 6-8 bulan.
  11. Centrosoma pubescens, produksi 400 kw/ hektar; umur 10 bula.
  12. Calopogonium mucunoides, umumnya digunakan untuk maka¬nan ternak.
  13. Pueraria thumbergiana.