Pengertian Legalistik dan Legistik

By On Wednesday, April 12th, 2017 Categories : Sains

Aspek-Aspek Pengubah Hukum, Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, SH

Hukum sebagaimana dipahami sebagai suatu tatanan yang menunjukkan bahwa suatu masyarakat ada. Seberapa banyak atau sedikitnya suatu masyarakat, ada hukum yang menentukan pola interaksi di dalamnya, sekecil apa pun hukum tersebut, tertulis atau tidak. Dengan kata lain, tidak ada masyarakat tanpa hukum dan sebaliknya tidak ada hukum tanpa masyarakat.

Sesuai dengan perkembangan masyarakat, hukum pun berubah dari satu masa ke masa lain seiring dengan kebutuhan anggota masyarakat yang terikat di dalamnya. Pada tahap awal hukum hanya berupa norma-norma yang harus dipatuhi oleh anggota masyarakat, dimana mereka akan mendapat hukuman bila melanggarnya. Norma sopan-santun contohnya, merupakan hukum yang tidak tertulis bagi suatu masyarakat sederhana, yang akan menghukum pelanggarnya dengan pengucilan dari lingkungannya, atau penghardikan bila pelakunya lebih muda.

Dari hukum yang sederhana ini berkembang menjadi hukum yang lebih kompleks dengan mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat. Semakin kompleksnya bidang yang diatur hukum membentuk sebuah sistem hukum untuk mensinergikan bidang-bidang tersebut sehingga tercapai hukum dalam sebuah susunan yang saling menguatkan.

Perkembangan-perkembangan hukum ini terdiri dari rangkaian perubahan-perubahan hukum dari waktu ke waktu. Perubahan ini tidak serta merta tanpa ada suatu sebab atau faktot penyebabnya. Walaupun secara umum perubahan tersebut ditentukan oleh perubahan masyarakat. Namun, perubahan masyarakat seperti apakah yang dimaksud?.

Legalistik

Masyarakat adalah kumpulan manusia atau kelompok manusia yang mempunyai keterikatan secara hukum maupun non hukum dan mendiami suatu kawasan tertentu. Dalam proses bermasyarakat tersebut, terjadi interaksi antara Manusia mempunyai sifat dasar untuk mengetahui segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya. Lingkungan bisa sesama manusia, mahluk hidup yang lain maupun lingkungan

Istilah legalistik berakar dari kata ”legal” artinya: hukum atau penghukuman, dan sah atau pengesahan. Secara bahasa isitilah ini dipahami sebagai proses pemberian justifikasi hukum terhapat suatu realitas sosial.

Itu menurut: https://aafandia.wordpress.com/2009/05/20/legalistik-vs-legistik/

Pengertian Pendekatan Legalistik
Pendekatan legalistic adalah salah satu cara untuk melihat gejala dan peristiwa dri sudut pandang aturan-aturan formal. Hal tersebut sekaligus menjadi ciri yang membedakan ilmu pemerintahan dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Kajian-kajian pemerintahan tidak dapat dilepaskan dari peraturan perundang-undangan sebagai hukum positif yang mengatur berjalannya pemerintahan.

Melalui pendekatan legalistic dimaksudkan bahwa pembelajar dan pelaksana pemerintahan memahami berbagai aturan hukum yang menjadi dasar dari tindakannya. Kajian ilmu pemerintahan dapat berangkat dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan meletakkan pada proses, isi, implementasi maupun evaluasinya.

Kalau belum dihapus artikel lengkap dapat ditemukan disini: http://junitayurni.blogspot.co.id/2015/11/metodologi-ilmu-pemerintahan-pendekatan.html