Pengertian Lanskap Secara Umum

By On Wednesday, October 8th, 2014 Categories : Sains
Advertisement
Pengertian Lanskap Secara Umum – Agak sulit mendefinisikan pengertian lanskap. Setiap orang mengetahui apa itu lanskap, tetapi dalam memberikan definisi sangat tergantung tujuan atau latar belakang yang mendefinisikan. Hal ini sama dengan pengertian tentang lingkungan atau pengertian tentang rekreasi. Hampir setiap orang akan memiliki pengertian yang tidak sama terhadap lanskap, lingkungan dan ruang.
Apabila dicermati lebih teliti terhadap pengertian awal dari kata lanskap, adalah terkait dengan pengertian persepsi, observasi dan kenampakan dari suatu lingkungan atau ruang tempat manusia itu hidup. Sementara itu, kata lanskap diberikan pengertian persepsi kenampakan asli dan aspek estetika. Pengertian ini banyak dipakai oleh para ahli perancang dan para ahli kebun (Naveh dan Liberman, 1994 dalam Klink,et. al., 2002). Di dalam Buku Urban Space (Rob, 1979) memberikan pengertian lanskap adalah suatu sistem yang menyeluruh yang di dalamnya ada hubungan antara komponen biotik dan abiotik, termasuk komponen pengaruh manusia. Dari pengertian ini nampak bahwa lanskap membutuhkan analisis dan konsep yang terpadu. Neef (1967) dalam Klink, et. al. (2002) mendefinisikan lanskap adalah keterpaduan struktur dan proses yang dapat dikenali dari sifat tekstur pada sebagian dari permukaan bumi.
Humboli (2000) memberikan definisi tentang lanskap pada awal abad sembilan belas, yaitu seluruh kenampakan dari suatu region bumi. Sementara Troll (1970) mendefinisikan tentang lanskap adalah keseluruhan ruang dan kenampakan dari suatu lingkungan dimana manusia itu tinggal, yang padanya terjadi keterpaduan antara komponen fisik bumi (geosphere) dan komponen makhluk hidup dan pengaruh kehidupan manusia yang berupa artefak. Aatefak adalah benda hasil budidaya manusia. Beberapa contoh artefak misalnya candi, keraton, dan benda-benda peninggalan budaya yang lain.
Sementara itu, ada pengertian yang dikembangkan oleh ahli-ahli biologi dan geografi yang memperkenalkan istilah ekologi lanskap (landscape ecology). Pada akhir tahun 1939, (Troll, 1939) ahli biologi dan geografi menggunakan konsep-konsep kebumian (fisik) dengan pengetahuan tentang makhluk hidup (hayati) yang dipergunakan untuk melakukan interpretasi foto udara untuk suatu permukaan bumi. Pada awal abad ke-20, diskusi tentang ekologi lanskap dipergunakan untuk memperhitungkan daya dukung permuaan bumi.
Lanskap, sering diberi pengertian oleh ahli geografi dengan bentang alam atau kenampakan di atas permukaan bumi termasuk komponen penyusun hasil kegiatan dan pengaruh manusia. Pengertian ini memberikan suatu indikasi bahwa cakupan dari bentang alam terdiri atas elemen fisik, elemen biotis dan elemen dari hasil budidaya manusia. Bentang alam ini dapat ditetapkan berdasar batas-batas yang diinginkan. Ini berarti bahwa lanskap dapat ditetapkan dalam dimensi skala makro, meso dan dapat pula dalam dimensi mikro. Oleh karena itu sangat luasnya pengertian lanskap, maka penulis, termasuk Zonneveld dan Foreman (1990), lanskap diberikan pengertian, termasuk hal-hal sebagai berikut :
  1. Lanskap selalu terdiri atas hasil dari proses alam dan buatan manusia dalam jangka waktu tertentu, saat ini dan pada waktu yang lalu.
  2. Lanskap selalu berubah dari waktu ke waktu. Tetapi perubahannya tidak dalam tingkat yang sama. Perubahan ada yang secara gradual tetapi ada perubahan yang tiba-tiba karena suatu bencana alam. Apabila terjadi perubahan yang mendadak pasti akan terjadi proses pemulihan yang terjadi secara perlahan hingga mencapai keseimbangan baru. Keseimbangan ini dapat ditandai dari parameter fisik, kimia dan biologik. Meskipun dinamika lanskap ini terjadi kadang-kadang tidak terduga, tetapi dalam waktu tertentu dapat diprediksi seperti proses suksesi atau proses degradasi.
  3. Lanskap merupakan sistem terbuka. Sistem ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal. Lanskap dapat dipahami dengan memperhatikan daur materi, aliran energi dan organisma.
  4. Lanskap sangat beraneka ragam (heterogeneous) dalam susunan horizontal dan vertikal. Dalam aspek vertikal dapat diketemukan pada lapisan yang ada di atmosfer, tegakan hutan dan lapisan tanah. Sementara susunan horizontal dapat diketemukan batas-batas land from (bentuk lahan), land unit (unit lahan) dan land use (penggunaan lahan).
Dalam skala makro, lanskap dapat ditetapkan mulai dari puncak gunung hingga batas cakrawala di mana perairan laut sebagai batas, atau daratan dengan batas garis pantai. Lanskap yang demikian ini adalah lanskap dalam perspektif geomorfologi. Tetapi lanskap dapat pula, ditetapkan dalam skala meso yaitu suatu kota atau pedesaan. Sementara dalam skala mikro, bentang alam dapat ditetapkan dalam batas seuatu kawasan.
Apabila diperhatikan, pada hakekatnya bentang alam dalam skala makro merupakan permukaan bumi. Secara fisik, permukaan bumi ini terdiri atas darat, udara dan laut. Ketiga komponen tersebut disebut fisiografi. Jadi fisiografi adalah permukaan bumi yang terdiri atas darat, udara dan laut (Lobeck, 1939). Ketiga komponen permukaan bumi ini, dipelajari dalam ilmu yang berbeda. Komponen daratan dipelajari dalam ilmu geomorfologi, udara dipelajari dalam ilmu meteorologi, dan komponen laut dipelajari dalam ilmu oseanologi.

SUMBER REFERENSI :
Fandeli, C. dan Muhammad. 2009. Prinsip-prinsip Dasar Mengkonservasi Lanskap. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Advertisement (Dibawah ini adalah Iklan)
loading...

The Burbs

Beyond the Mask

Terjebak Nostalgia

A Somewhat Gentle Man

Alien Raiders

Bandits

The Spanish Apartment

Swung

Up for Love

Pom Poko


Grabs Books