Pengertian Kudeta Dan Sejarah Kudeta Di Indonesia

By On Sunday, July 17th, 2016 Categories : Sains
Kata kudeta berasal dari bahasa Perancis, coup d’etat yang bermakna serangan atau pukulan pada negara. Seorang ahli sosial Samuel P. Huntington mengidentifikasi tiga jenis kudeta, yakni:
Breakthrough coup d’etat:
Breakthrough coup d’etat terjadi tatkala militer melancarkan revolusi untuk menggulingkan pemerintahan tradisional dan menciptakan elite birokrasi baru.
Guardian coup d’etat:
Guardian coup d’etat terjadi tatkala militer melakukan kudeta dengan dalih menegakkan tatanan publik dan sejumlah alasan lain yang telah melekat pada alam pikir militer dan selalu dikaitkan dengan patriotisme.

Veto coup d’etat: Veto coup d’etat:

terjadi ketika militer memveto atau menolak eksistensi kelompok-kelompok tertentu dalam politik dan berkonfrontasi dengan kekuatan politik oposisi-sipil.

Sejarah Kudeta di Nusantara

Kudeta Ken Arok

Di Indonesia (Nusantara selebelum 17 Agustus 1945) Sudah terjadi ratusan peristiwa perebutan kekuasaan dari penguasa yang sah, dan peristiwa ini bisa dimasukkan dalam kategori kudeta, peristiwa kudeta itu bisa ditulis antara lain:

Kudeta Ken Arok

Sekitar Abad Ke-12 Ken Arok Membunuh Adipati Tumapel: Tunggul Ametung dan merebut istrinya Ken Dedes Serta merebut kekuasaan Tunggul Ametung. Kelak Ken Arok kemudian menjadi pendiri kerajaan Besar SingaShari.

Kudeta Ra Kuti

Pada tahun 1316 dan 1317 Kerajaan Majapahit carut marut karena terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Ra Kuti dan Sengkuni. Kondisi itu memaksa Raja Jayanegara untuk menyelamatkan diri ke desa Bedander dengan pengawalan pasukan Bhayangkara dibawah pimpinan Gajah Mada. Berkat siasat Gajah Mada, Jayanegara berhasil kembali naik tahta dengan selamat. Adapun Kuti dan Sengkuni berhasil diringkus dan kemudian dihukum mati.

Kudeta Aria Penangsang

Pada Abad ke-15 Aria Penangsang berusaha melakukan pembunuhan terhadap sultan Hadiwijaya oleh aria Penangsang dilakukan dengan aneka cara diantaranya setelah perundingan diplomatis, dimana secara diam diam oleh aria Panangsang. Dimana dalam perundingan tersebut mengalami jalan buntu akibat tidak terimanya usul sultan Hadiwijaya memberikan Demak kepada aria Penangsang dan status Demak sebagai kadipaten dibawah kesultanan Pajang.
Sangat beruntung bagi sultan Hadiwijaya, karena seusai perundingan menyimpang dulu ke wilayah gunung Danaraja ,Jepara untuk bertemu dengan Ratu Kalinyamat yang sedang bertapa lukar umbar aurat. Tujuan Sultan Hadiwijaya berkunjung ke Danaraja adalah memenuhi permintaan sunan Kalijaga untuk menghentikan tapa lukar umbar aurat Ratu Kalinyamat. Sultan Hadiwijaya berhasil menghentikan tapa lukar umbar aurat Ratu Kalinyamat. Dan membawa sang Ratu kembali ke Jepara untuk memimpin kabupaten Jepara yang lama kosong ditinggal bertapa. Himbauan Sultan Hadiwijaya kepada Ratu Kalinyamat, menyatakan bahwa jika Jepara dibiarkan kosong, maka dengan mudah aria Penangsang dapat merebut Jepara, serta membiarkan Jipang menjadi lebih kuat. Dalam perjalanan pulang dari Jepara ke Pajang, rombongan sultan Hadiwijaya dihadang oleh Pasukan Jipang. Akan tetapi pasukan ini gagal memerangi sultan Hadiwijaya dan rombonganya. Bahkan seultan Hadiwijaya berhasil menawan sisa pasukan Jipang yang masih hidup. Namun dilepaskan dengan membawa pesan untuk mempermalukan adipati Jipang. Gagalah Usaha perebutan kekuasaan Aria Penangsang.

Pages: 1 2 3

  • Suka Duka ini Hanya Bisa dirasakan Oleh Cewek yang Tinggal Sendiri
  • Sering jogging bikin otak lebih cerdas?
  • Tanda 100 Hari Mau Meninggal
  • Kiat menjadi wirausahawan sukses!
  • Cerita Sangkuriang (Legenda Gunung Tangkuban Perahu)
  • Hati-hati!! Berlebihan mengkonsumsi makanan ini bisa jadi racun dalam tubuh