Pengertian Konsumen dan Dekomposer

By On Friday, February 24th, 2017 Categories : Sains

Konsumen harus mendapatkan nutrisi dan energi mereka dengan makan organisme lain. Dekomposer memecah sisa-sisa hewan dan limbah untuk mendapatkan energi.

Apa yang memecah daun ini? Perhatikan bagaimana daun ini perlahan-lahan menjadi rusak. Proses ini dapat dilakukan oleh jamur dan bakteri di tanah. Menghancurkan daun tua merupakan proses yang penting karena melepaskan nutrisi dalam daun mati kembali ke dalam tanah untuk tanaman digunakan untuk hidup.

Konsumen dan Dekomposer

Ingat bahwa produsen membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Tetapi banyak organisme bukanlah produsen dan tidak dapat membuat makanan sendiri. Jadi bagaimana organisme ini memperoleh energi mereka? Mereka harus mendapatkan energi dari organisme lain. Mereka harus makan organisme lain, atau memperoleh energi mereka dari organisme ini dengan cara lain.

Organisme yang memperoleh energi dari organisme lain disebut konsumen. Semua hewan adalah konsumen, dan mereka makan organisme lain. Jamur dan banyak protista dan bakteri juga konsumen. Namun, sementara hewan yang memakan organisme lain, jamur, protista, dan bakteri “mengkonsumsi” organisme melalui metode yang berbeda.

Konsumen dapat ditempatkan ke dalam kelompok yang berbeda, tergantung pada apa yang mereka konsumsi.

  • Herbivora adalah hewan yang memakan produsen untuk mendapatkan energi. Misalnya, kelinci dan rusa adalah herbivora yang memakan tanaman. Ulat digambarkan di bawah (Gambar di bawah) adalah herbivora. Hewan yang memakan fitoplankton dalam lingkungan perairan juga herbivora.
  • Karnivora memakan hewan, baik herbivora atau karnivora lainnya. Ular yang memakan tikus adalah hewan karnivora. Burung elang yang memakan ular juga karnivora (Gambar di bawah).
  • Omnivora makan baik produsen dan konsumen. Sebagian besar orang adalah omnivora, karena mereka makan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dari tanaman, dan juga daging dan produk susu dari hewan. Anjing, beruang, dan rakun juga omnivora.

Dekomposer dan Stabilitas

Dekomposer (Gambar di bawah) mendapatkan nutrisi dan energi dengan memecah organisme mati dan kotoran hewan. Melalui proses ini, pengurai melepaskan nutrisi, seperti karbon dan nitrogen, kembali ke lingkungan. Nutrisi ini didaur ulang kembali ke ekosistem sehingga produsen dapat menggunakannya. Mereka diteruskan ke organisme lain ketika mereka dimakan atau dikonsumsi. Banyak dari nutrisi ini didaur ulang kembali ke dalam tanah, sehingga mereka dapat diambil oleh akar tanaman.Konsumen dan Dekomposer

Stabilitas suatu ekosistem tergantung pada tindakan dekomposer. Contoh dekomposer termasuk jamur pada kayu yang membusuk. Bakteri dalam tanah juga pengurai. Bayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada pengurai. Limbah dan sisa-sisa organisme mati akan menumpuk dan nutrisi dalam organisme limbah dan mati tidak akan dilepaskan kembali ke ekosistem. Produsen tidak akan memiliki cukup nutrisi. Karbon dan nitrogen yang diperlukan untuk membangun senyawa organik, dan kemudian sel-sel, yang memungkinkan organisme untuk tumbuh, tidak akan cukup. Nutrisi lain yang diperlukan untuk suatu organisme untuk berfungsi dengan baik juga tidak akan cukup. Pada dasarnya, banyak organisme tidak akan ada.

Kosa kata

  • karnivora: Organisme yang memakan hewan lain.
  • konsumen: Organisme yang harus mengkonsumsi organisme lain untuk mendapatkan makanan untuk energi.
  • dekomposer: Organisme yang memperoleh nutrisi dan energi dengan memecah organisme mati dan kotoran hewan.
  • herbivora: Hewan yang memakan produsen untuk memperoleh energi.
  • omnivora: Hewan yang makan baik produsen dan konsumen.
  • produser: Organisme yang menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri dan organisme lain.

Ringkasan

Konsumen harus mendapatkan nutrisi dan energi mereka dengan makan organisme lain.
Dekomposer memecah sisa-sisa hewan dan limbah untuk mendapatkan energi.
Dekomposer sangat penting untuk stabilitas dan kelangsungan hidup ekosistem.