Pengertian Keragaman genetik

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Keragaman genetik adalah variasi karakteristik yang ada diwariskan pada populasi spesies yang sama. Ini melayani peran penting dalam evolusi dengan memungkinkan spesies untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan untuk melawan parasit. Hal ini berlaku untuk spesies peliharaan, yang biasanya memiliki tingkat rendah keragaman. Mempelajari keragaman genetik pada manusia dapat membantu para peneliti membentuk teori tentang asal-usul manusia.

Keanekaragaman gen adalah variasi atau perbedaan gen yang terjadi dalam suatu jenis atau spesies makhluk hidup. Contohnya, buah durian (Durio zibethinus) ada yang berkulit tebal, berkulit tipis, berdaging buah tebal, berdaging buah tipis, berbiji besar, atau berbiji kecil. Demikian pula buah pisang (Musa paradisiaca) memiliki ukuran, bentuk, warna, tekstur, dan rasa daging buah yang berbeda-beda.

Pisang memiliki berbagai varietas, antara lain pisang raja sereh, pisang raja uli, pisang raja molo, dan pisang raja jambe. Varietas mangga (Mangifera indica), misalnya mangga manalagi, cengkir, golek, gedong, apel, kidang, dan bapang. Sementara keanekaragaman genetik pada spesies hewan, misalnya warna rambut pada kucing (Felis silvestris catus), ada yang berwarna hitam, putih, abu-abu, dan cokelat.

Gen atau flasma nutfah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan yang terdapat dalam lokus kromosom. Tiap individu mahluk hidup mempunyai kromosom yang tersusun atas benang-benang pembawa sifat keturunan. Kromosom terdapat di dalam inti sel. Seluruh organisme yang ada dipermukan bumi ini mempunyai kerangka dasar komponen sifat menurun yang sama. Kerangka tersebut tersusun atas ribuan sampai jutaan faktor menurun yang mengatur tata cara penurunan sifat organisme.

Walaupun kerangka dasar gen seluruh organisme sama, namum komposisi, atau susunan, dan jumlah faktor dalam kerangka bisa berbeda-beda. Perbedaan jumlah dan susunan faktor tersebut akan menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen. Perbedaan gen tidak hanya terjadi antar jenis, tetapi didalam satu jenis pun terjadi keanekaragaman gen. Dengan adanya keanekaragaman gen, sifat-sifat didalam satu spesies bervariasi yang dikenal dengan istilah varietas, misalnya, ada varietas padi PB, rojo lele, dan varietas padi tahan wereng. Demikian juga dengan adanya berbagai varietas ayam ada ayam kampung, ayam hutan, dan ayam ras. Sekilas penampakan antarvarietas itu sama karena masih tergolong spesies yang sama. Akan tetapi, tiap varietas memiliki gen yang berbeda. gen memunculkan sifat-sifat yang khas yang dimiliki tiap-tiap varietas itu.

Makhluk hidup dalam sel mereka mengandung petunjuk dasar, atau cetak biru, untuk pengembangan mereka sendiri. Banyak petunjuk ini, yang disebut gen, menghasilkan karakteristik fisik yang mempengaruhi cara organisme berinteraksi dengan lingkungan mereka. Variasi dalam karakteristik seperti dalam spesies yang sama menimbulkan keragaman genetik. Untuk spesies untuk beradaptasi dengan ekosistem selalu berubah, tingkat signifikan variasi harus hadir. Individu yang memiliki sifat yang menguntungkan akan terus mereproduksi, sementara mereka yang tidak tidak cenderung untuk meneruskan karakteristik mereka ke banyak keturunan.

Keanekaragaman sifat genetik pada suatu organisme dikendalikan oleh gen-gen yang terdapat di dalam kromosom yang dimilikinya. Kromosom tersebut diperoleh dari kedua induknya melalui pewarisan sifat. Namun demikian, ekspresi gen suatu organisme juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat hidupnya. Contohnya bibit yang diambil dari batang induk mangga yang memiliki sifat genetik berbuah besar, bila ditanam pada lingkungan yang berbeda (misalnya tandus dan miskin unsur hara) kemungkinan tidak menghasilkan buah mangga berukuran besar seperti sifat genetik induknya.

Spesies peliharaan sering memiliki keragaman genetik tingkat rendah. Hal ini disebabkan oleh seleksi buatan, atau penangkaran preferensial, tanaman dan hewan yang diatur sifatnya oleh manusia menemukan hal yang lebih. Meskipun hal ini dapat memiliki hasil positif jangka pendek, seperti panen yang lebih kaya, keragaman rendah di antara spesies peliharaan menimbulkan risiko. Sebuah virus baru berkembang atau strand bakteri dapat menyerang populasi organisme yang hampir identik dengan sangat cepat. Perlindungan dengan keragaman umumnya diwarkan dalam populasi liar akan hilang dalam skenario ini.

Irish Potato Famine antara 1845 dan 1852 disebabkan oleh parasit menyerang populasi besar kentang yang hampir identik. Parasit ini adalah jamur air bernama Phytophthora infestans. Kelaparan ini menyebabkan penduduk Irlandia, yang secara luas tergantung pada kentang untuk pangan mereka mengurangi konsumsei sebesar 20 sampai 25 persen.

Peningkatan keanekaragaman gen dapat terjadi melalui hibridisasi (perkawinan silang) antara organisme satu spesies yang berbeda sifat, atau melalui proses domestikasi (budidaya hewan atau tumbuhan liar oleh manusia). Contohnya adalah hibridisasi tanaman anggrek untuk mendapatkan bunga anggrek dengan warna beraneka ragam, hibridisasi sapi Fries Holland dengan sapi Bali, dan hibridisasi berbagai jenis tanaman atau hewan tertentu dengan spesies liar untuk mendapatkan jenis yang tahan terhadap penyakit. Dengan hibridisasi akan diperoleh sifat genetik baru dari organisme-organisme pada satu spesies. Keanekaragaman gen pada organisme dalam satu spesies disebut varietas atau ras.

Keragaman genetik manusia biasanya bervariasi berdasarkan lokasi geografis suatu populasi. Hal ini menyebabkan ahli biologi dan antropologi untuk mempelajari tingkat keragaman dalam upaya untuk memahami asal-usul manusia. Tingkat keragaman genetik di Afrika, misalnya, telah ditemukan lebih tinggi daripada di banyak daerah di dunia. Para peneliti telah mengembangkan model asal-usul manusia dari bukti ini. Baru-baru ini Model Out-of-Afrika, yang menunjukkan manusia modern memiliki asal mula yang sama di Afrika, adalah salah satu contohnya.

Keanekaragaman hayati mengacu pada tingkat variasi semua makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Pentingnya keanekaragaman hayati untuk ekosistem analog dengan pentingnya keragaman genetik untuk populasi. Kedua bentuk keragaman berkontribusi pada kesehatan dan ketahanan dari sistem yang lebih besar. Ketika tingkat keanekaragaman jatuh, kedua sistem kurang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan.