Pengertian Gejala sosial

By On Tuesday, February 14th, 2017 Categories : Artikel

Gejala sosial menggambarkan sesuatu yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perilaku makhluk di sekitar masyarakat. Cara kita melakukan hal-hal yang kita lakukan dipengaruhi oleh fenomena yang kita hadapi pada waktu tertentu. Gejala sosial merupakan suatu fenomena.

Dalam hal tersebut terdapat beberapa perubahan bahkan konflik penyatuan dimensi-dimensi sosial yang ada dalam diri manusia untuk berinteraksi antar sesama sebagai makhluk sosial. Gejala-gejala yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat ini terjadi secara spontan dan pada umumnya menimbulkan perubahan-perubahan, baik itu perubahan yang mengarah pada sesuatu yang positif maupun negatif.

Contoh dari gejala sosial yang paling umum adalah menyaksikan atau ikut terlibat dalam sebuah bentrokan. Bentrokan merupakan sebuah konflik dan hal tersebut dapat di selesaikan atau di satukan dengan jalan perdamaian yang di lakukan oleh kedua belah pihak. Dari contoh tersebut dapat di katakana bahwa gejala sosial ini bisa di katakana juga sebagai proses atau konflik. Karena hal tersebut juga bisa menyebabkan suatu perubahan di dalamnya.

Gejala sosial merupakan segala sesuatu yang di buat maupun di lakukan oleh manusia di dalam lingkungan kehidupannya. Terdapat bermacam-macam gejala sosial yang bisa di lihat dari kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungan.

Gejala-gejala sosial yang terjadi tersebut kemudian nantinya akan menimbulkan suatu permasalahan baru dalam lingkungan masyarakat. Hal tersebut dapat terus menerus terjadi hingga di temukan sebuah upaya penyelesaian untuk masalah tersebut.

Gejala-gejala sosial yang terjadi di Indonesia sangat beragam, mulai dari gejala yang membawa sesuatu yang menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Gejala umum yang terjadi di lingkungan sosial umum Indonesia pada umumnya berkenaan dengan tingkah laku masyarakat dalam lingkungan sosialnya.

Sosiologi terutama menelaah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma-norma, kelompok sosial, lapisan masyarakat, lembaga-lembaga kemasyarakatan, proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan, serta perwujudannya. Tidak semua gejala tersebut berlangsung secara normal sebagaimana di kehendaki masyarakat yang bersangkutan. Gejala-gejala yang tidak di kehendaki merupakan gejala abnormal atau gejala-gejala patologis. Hal tersebut di sebabkan karena unsure-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan kekecewaan-kekecewaan dan penderitaan. Gejala-gejala abnormal tersebut di namakan masalah-masalah sosial.

Gejala sosial merupakan fenomena yang sangat mengait, maka tidak mengherankan bahwa perubahan yang terjadi pada salah satu atau beberapa aspek, di kehendaki atau tidak di kehendaki, dapat menghasilkan perubahan pada aspek yang lain. Terjadinya dampak yang tidak di kehendaki itulah yang kemudian di kategorikan ke dalam masalah sosial.