Pengertian Fungsi dalam Pemograman C++

By On Tuesday, February 23rd, 2016 Categories : Sains
Advertisement

Fungsi / Function adalah satu blok kode yang melakukan tugas tertentu atau satu blok instruksi yang di eksekusi ketika dipanggil dari bagian lain dalam suatu program.
Tujuan pembuatan fungsi adalah :
– Memudahkan dalam pembuatan program.
– Menghemat ukuran program.
Keuntungan memakai fungsi :
– Menguraikan tugas pemrograman rumit menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana atau kecil.
– Mengurangi duplikasi kode (kode yang sama ditulis berulang-ulang) dalam program.


– Dapat menggunakan kode yang ditulis dalam berbagai program yang berbeda.
– Memecah program besar menjadi kecil sehingga dapat dikerjakan oleh programmer-programmer atau dipecah menjadi beberapa tahap sehingga mempermudah pengerjaan dalam sebuah projek
– Menyembunyikan informasi dari user sehingga mencegah adanya perbuatan iseng seperti memodifikasi atau mengubah program yang kita buat
– Meningkatkan kemampuan pelacakan kesalahan, jika terjadi suatu kesalahan kita tinggal mencari fungsi yang bersangkutan saja dan tak perlu mencari kesalahan tersebut di seluruh program.
Bentuk umum Sebuah fungsi adalah sebagai berikut :
Tipedata namafungsi(daftarparameter)
{
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}

Jenis-jenis fungsi pada C++
1. Void ( Fungi tanpa nilai balik )
Fungsi yang void sering disebut juga prosedur. Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
Ciri-ciri dari jenis fungsi Void adalah sebagai berikut:
– Tidak adanya keyword return.
– Tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
– Menggunakan keyword void.
– Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya.
– Tidak memiliki nilai kembalian fungsi
Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter apapun.
Void : void tampilkan_jml (int a, int b)
{
int jml;
jml = a + b;
cout<
}
Contoh fungsi void :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void volume(int &vol, int p, int l, int t)
{ vol = p*l*t; }
main(){
int pj,lb,tg, hsl;
cout<<“Panjang = “;cin>>pj;
cout<<“Lebar = “;cin>>lb;
cout<<“Tinggi = “;cin>>tg;
volume(hsl,pj,lb,tg);
cout<<“\nVolume = “<<hsl;
getch();
}
Hasilnya :
clip_image002

2. Non Void (Fungsi dengan nilai balik)
Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut .
Ciri-ciri dari jenis fungsi non void adalah sebagai berikut:
– Ada keyword return
– Ada tipe data yang mengawali fungsi
– Tidak ada keyword void
– Memiliki nilai kembalian.
– Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya
Non-void : int jumlah (int a, int b)
Contoh fungsi non void :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int volume(int p, int l, int t)
{ int vol;
vol = p*l*t;
return vol; }
main(){
int pj,lb,hsl,tg;
cout<<“Panjang = “;cin>>pj;
cout<<“Lebar = “;cin>>lb;
cout<<“Tinggi = “;cin>>tg;
hsl=volume(pj,lb,tg);
cout<<“\nLuasnya = “<<hsl;
getch();
}
Hasilnya :
clip_image003

Fungsi (Tanpa Nilai Balik, dengan Nilai Balik, Parameter)

Bahasa pemrograman C++ harus memiliki fungsi (funtion), minimal satu fungsi yaitu fungsi main(). Dalam C++, program merupakan kumpulan dari fungsi-fungsi, baik itu fungsi yang didefenisikan secara langsung dalam program maupun fungsi yang disimpan dalam suatu file header.
C++ mempunyai fungi utama yang disebut fungsi main ( ). Fungsi utama ini selalu ada dalam setiap program C++ dan compiler akan menjalankan program melalui perintah-perintah yang terdapat dalam fungsi ini.
Fungsi merupakan subprogram yang berguna untuk membuat program dapat menjadi medular sehingga akan lebih mudah dipahami dan dapat digunakan kembali, baik untuk program itu sendiri maupun untuk program lain yang memiliki proses yang sama.
Pada bahasa pemrograman C++, fungsi dibedakan menjadi dua, yaitu user-defined function dan built-in function. user-defined function adalah fungsi-fungsi yang didefenisikan sendiri, sedangkan built-in function adalah fungsi-fungsi siap pakai yang telah disediakan oleh compiler.
1. Tanpa Nilai Balik
Dalam pemrograman C++ bukanlah bahasa prosedural, karena prosedur tidak mempunyai nilai balik. Untuk melakukan hal ini di dalam C++, maka harus membuat suatu fungsi dengan tipe void, yang berarti tidak memiliki nilai balik (return value). contoh:
void nama_fungsi (parameter)
{
Pernyataan_yang_akan_dilakukan;
……………
}
2. Dengan Nilai Balik
Berbeda dengan fungsi yang bertipe Void, fungsi dengan nilai balik berguna untuk melakukan suatu proses yang dapat mengembalikan sebuah nilai. Dalam fungsi ini harus didefenisikan tipe data dari nilai yang akan dikembalikan.
Sebagai contoh:
tipe_data nama_fungsi (parameter){
Pernyataan_yang_akan_dilakukan;
……………
return nilai_kembali;
}
3. Parameter
Sekarang akan dibuat fungsi dengan parameter sehingga hasil yang diberikan dapat bersifat dinamis, tentu saja bergantung dari nilai parameter yang dimasukkan.
Parameter yang terdapat pada pendefenisian suatu fungsi disebut dengan parameter formal, sedangkan parameter yang terdapat pada saat pemanggilan disebut dengan parameter aktual.
Jumlah serta tipe data antara parameter formal dan parameter aktual haruslah sesuai, jika tidak maka compiler akan menampilkan pesan kesalahan.
Ada 3 jenis parameter yang dapat dilewatkan pada sebuah fungsi dalam bahasa pemrograman C++, yaitu:
– parameter masukan
– parameter keluaran
– parameter gabungan antara masukan dan keluaran.
Parameter masukan digunakan sebagai nilai masukan dalam sebuah fungsi. Nilai tersebut kemudian akan diproses oleh fungsi untuk menghasilkan sebuah nilai kembalian (return value).

Advertisement (Dibawah ini adalah Iklan)
loading...