Pengertian Ekosistem Darat

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Sebuah ekosistem mengacu pada keterkaitan antara faktor biotik dan abiotik. Dalam istilah sederhana, ekosistem adalah entitas di mana organisme hidup berinteraksi dengan lingkungan fisik.

Ini adalah area di mana benda-benda fisik (seperti tanah, batuan, air) berfungsi bersama-sama dengan tanaman dan hewan. Ekosistem dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama: ekosistem perairan dan ekosistem darat. Ekosistem perairan umumnya mengacu interaksi entitas hidup dan non-hidup di danau, sungai, rawa-rawa dan kolam. Tapi, apa yang dimaksud ekosistem darat? Bagaimana mereka berbeda dari ekosistem perairan?

Pengertian Ekosistem Darat

Pengertian Ekosistem Darat

Makna kunci ekosistem darat terletak pada kata “terrestrial”, yang umumnya berarti apa-apa yang terjadi di darat. Oleh karena itu, ekosistem darat mengacu pada interaksi antara organisme hidup dan benda-benda non-hidup yang terjadi pada daratan pulau dan benua.

Mereka berbeda dari ekosistem air karena kepentingan terhadap air lebih rendah, yang merupakan bagian utama dalam ekosistem perairan. Permukaan bumi terdiri dari 28 persen (sekitar 55,000,000 mil persegi) dari ekosistem darat.

Dalam ekosistem darat, kategori utama bentuk kehidupan termasuk burung (Aves) dengan lebih dari 8.000 spesies, mamalia (Mammalia) dengan sekitar 4.000 spesies dan serangga dengan sekitar 900.000 spesies. Kategori tanaman termasuk tanaman berbunga (Magnoliophyta) dengan sekitar 275.000 spesies, lumut dengan sekitar 24,000 spesies dan runjung dengan sekitar 500 spesies.

Ekosistem darat terdiri dari komponen abiotik dan komponen biotik yang berada di daratan. Ekosistem darat, misalnya hutan, padang rumput, dan gurun pasir. Di dalam tiap-tiap ekosistem tersebut terdapat interaksi antar komponen ekosistem.

Hutan sebagai salah satu bentuk ekosistem daratan yang tersebar di permukaan bumu memiliki beragam komponen pembentuk. Komponen-komponen tersebut, yaitu beragam jenis tumbuhan dan hewan serta lingkunga abiotik. Komponen di hutan cukup banyak, misalnya pohon mahoni, kamper, jati, trembesi, cemara, pinus, kayu besi dan akasia. Komponen hewan di hutan, antara lain singa, ular, macam, kera, bekantan, dan beragam jenis burung.

Komponen abiotik hutan misalnya, tanah, curah hujan, batuan, air, kelembapan udara, sinar matahari dan iklim.

Kawasan hutan Indonesia menyimpan kekayaan hayati beraneka ragam. Sebagian besar hutan di Indonesia termasuk kelompok hutan tropis. Hutan ini di cirikan dengan pohon-pohon yang tinggi dan lebat. Curah hujan tropis relatif tinggi mencapai 1330 mm – 1700 per tahun. Selain hutan tropis, wilayah Indonesia banyak memiliki ekosistem darat berupa savana. Savana memiliki ciri-ciri iklim selalu basah sampai sangat kering dengan curah hujan per tahun 700 – 7100 mm.