Pengertian dan Arti Inflasi dalam Ekonomi

Sri Widayati Jumat, 02 Juli 2010 14:11 WIB Sains
Advertisement

Inflasi adalah suatu proses atau peristiwa kenaikan tingkat herga barang-barang secara umum. Atau dapar dikatakan inflasi adalah suatu proses menurunnya nilai uang secara kontinu.

Inflasi dikatakan sebagai proses kenaikan harga apabila ada kecenderungan harga meningkat terus menerus atau tidak bersifat musiman.

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam Inflasi:

  • Macam-macam Inflasi dalam Ekonomi
  • Penyebab Inflasi dan Teori Inflasi dalam Ekonomi
  • Pengaruh dan Akibat Inflasi dalam Ekonomi
  • Cara Mengatasi Inflasi dalam Ekonomi

Menurut laman anneahira.com, terjadinya inflasi disebabkan karena adanya dorongan akibat kekakuan strukural dan berbagai kendala-kendala. Kendala-kendala tersebut, di antaranya kendala dan sifat penawaran bahan pangan yang inelastis, kendala devisa, dan kendala fiskal, dimana menurut kaum strukturalis inflasi terjadi sebagai konsekuensi dari pembangunan ekonomi itu sendiri.

Sementara itu, pandangan kaum ekspektasi rasional mendasarkan pada sisi penawaran. Menurut mereka inflasi merupakan fenomena moneter. Hal itu terjadi untuk menjaga kestabilan harga. Penurunan tarif pajak merupakan salah satu cara dalam mengurangi tingkat inflasi.

Jenis Inflasi
Berikut ini jenis-jenis inflasi yang sering dibahas.
a. Demand-pull inflation
Inflasi ini terjadi karena adanya guncangan permintaan. Perubahan mendadak dari aspek permintaan mendorong terjadinya inflasi. Fenomena pada hari natal dan hari perayaan keagamaan lainnya seperti idul fitri merupakan salah satu contoh yang bisa menjelaskan fenomena ini.

b. Cost-push inflation
Inflasi yang terjadi karena adanya kenaikan biaya fakor produksi. Dampaknya adalah produsen mengurangi pasokannya ke pasar. Pada akhirnya akan membuat harga naik (sesuai hukum penawaran).

c. Structural Inflation
Inflasi yang terjadi karena adanya berbagai faktor yang mendorong terjadinya perubahan tingkat harga secara simultan. Berbagai faktor kendala tersebut mempengaruhi tingkat permintaan dan penawaran dalam sistem perekonomian.

Pada akhirnya terjadi kekacauan dan penawaran tidak bersifat responsif lagi terhadap permintaan yang ada. Fenomena krisis ekonomi global pada 2008 bisa menjadi contoh yang baik dalam menjelaskan fenomena ini.