Pengertian Bioteknologi Makanan

By On Saturday, February 25th, 2017 Categories : Sains

Bioteknologi merupakan ilmu terapan yang di tunjang oleh ilmu-ilmu lain, misalnya mikrobiologi, biokimia dan genetika. Bioteknelogi menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dengan memanfaatkan mahluk hidup dan produk-produknya untuk menyediakan barang-barang atau jasa guna kepentingan hidup manusia.

Bioteknologi sudah sejak lama diterapkan oleh orang-orang babilonia (sekarang irak) sejak 6.000 tahun sebelum masehi sudah dapat membuat bir, yaitu minuman hasil proses fermentasi dengan memanfaatkan mikroorganisme sejenis jamur ragi (khamir). Seiring dengan perkembangan zaman, bioteknologi mengalami perkembangan pesat, yaitu era bioteknologi modern. Era ini ditandai dengan adanya perkembangan rekayasa genetika sebagai hasil perkembangan dari biologi molekuler . rekayasa genetika menggunakan teknologi DNA rekombinan dengan subjek utamanya adalah biokatalisator, yang diliputi isolasi dan immobilisasi, stabilitas enzim serta immobilisasi dan stabilisasi mikroorganisme.

Bioteknologi makanan adalah penerapan ilmu pengetahuan untuk peningkatan produksi makanan. Segera setelah manusia mulai terlibat dalam pembiakan selektif tanaman dan hewan, mereka berlatih bioteknologi. Di era modern, ilmu ini sangat kompleks dan mencakup perangkat seperti modifikasi genetik untuk menjamin hasil yang dapat diandalkan dan diinginkan. Perusahaan-perusahaan swasta, instansi pemerintah, dan lembaga pendidikan semua memiliki kepentingan dalam topik ini.

Salah satu penggunaan bioteknologi makanan dalam produksi tanaman yang lebih baik. Ini termasuk tanaman dengan buah-buahan yang lebih besar, biji, dan komponen yang dapat digunakan lainnya serta hasil yang lebih tinggi. Sebuah contoh dapat dilihat pada jagung. Jagung liar yang paling dekat dengan nenek moyangnya adalah rumput biasa-biasa saja dengan manfaat gizi yang minimal. Galur jagung modern dapat tumbuh sangat cepat, menghasilkan buah yang besar dan banyak, dan menawarkan berbagai manfaat nutrisi, tergantung pada jenisnya.

Tanaman dan hewan dapat dimodifikasi dengan bioteknologi makanan untuk meningkatkan hasil panen dan membuat lebih mudah. Misalnya, tanaman lama dapat dibiakkan atau direkayasa dengan mesin panen sehingga buruh tani tidak perlu secara manual memilih. Hal ini dapat mengurangi biaya produksi, meningkatkan keamanan bagi pekerja, dan meningkatkan hasil panen. Demikian juga, hewan dapat dibiakkan untuk dewasa dengan cepat dan menghasilkan sejumlah besar daging atau susu.

Tanaman juga dapat dimodifikasi untuk menambah nutrisi, sebuah praktek yang digunakan dengan beberapa jenis beras dikembangkan untuk mengatasi kelaparan. Mereka termasuk vitamin biasanya tidak hadir dalam beras untuk mengurangi risiko kekurangan vitamin pada populasi yang miskin. Bioteknologi makanan dapat melibatkan pengembangan pestisida, herbisida, dan resistensi hama pada tanaman untuk mengurangi kerugian dan memungkinkan petani untuk kimia mengobati tanaman untuk kontrol yang lebih baik. Ini mungkin memerlukan rekayasa genetika di laboratorium dalam beberapa kasus untuk mencapai sifat-sifat yang diperlukan.

Beberapa bioteknologi makanan tidak secara langsung terkait makanan, tetapi tidak melibatkan tanaman pertanian. Perusahaan farmasi dapat menggunakan rekayasa genetika untuk memaksa tanaman untuk menghasilkan senyawa yang berguna, misalnya. Demikian pula, biji-bijian seperti jagung dapat direkayasa untuk menghasilkan beban yang lebih tinggi dari minyak dan senyawa lainnya yang berguna dalam produksi industri. Tanaman yang digunakan untuk membuat bahan bakar nabati, misalnya, dapat direkayasa untuk memberikan hasil yang lebih tinggi per hektar dari bahan yang dapat digunakan.

Bioteknologi Dalam Makanan Dan Minuman

Hingga kini kisaran bioteknologi makanan telah berkembang sangat luas, dari pangan yang difermentasikan secara tradisioal sejak zaman kuno, seperti roti,keju, anggur, bir, tempe,oncom dan kecap,sampai kepada produk yang terakhir seperti mikroprotein dan protein sel tunggal. Dalam bioteknologi pangan, mikro dapat berperan sebagai pengubah bahan pangan atau menjadi bahan pangan itu sendiri. Beberapa ini beberapa contoh penerapan bioteknologi dalam industry makanan dan minuman.

1. MIKROORGANISME PENGUBAH BAHAN MAKANAN .

a. Pelaku utama fermentasi pada pembuatan kecap adalah aspergillus oryzae atau aspergillus soyae bersama saccharomyces rouxii atau pediococcus soyae atau torulapis sp. Mikroorganisme tersebut mengubah campuran kedelai dan padi-padian menjadi kecap (Indonesia), shoyu (jepang), chiang-yu (cina), dan soy- sauce(eropa).
b. Aspergillus wentii digunakan untuk memfermentasikan serealia, kedelai, dan garam menjadi tauco.
c. Rhizopus oryzae,R.oligosporus, R. stolonifer,R. chlamydosporus, dimanfaatkan oleh orang untuk memfermentasikan kedelai yang sudah dikupas kulitnya. Miselium jamur tersebut akan mengikat keeping-keping biji kedelai membentuk produk yang disebut tempe.
d. Makanan lain yang di buat menggunakan jasa mikroorganisme melalui proses fermentasi adalah oncom (neurospora), tapai (aspergillus oryzae, saccharomyces, rhizopus sp hansenula sp, dan tarotopsis sp),roti dan kue anggur, bir, (saccharomyces),keju,mentega,dan yoghurt (streptococcus lactis).

2. MIKROORGANISME YANG MENJADI BAHAN PANGAN

Seperti sudah dijelaskan bahwa mikroba tidak hanya dapat mengubah bahan pangan, tapi justru dapat menjadi bahan pangan itu sendiri.

a. Protein sel tunggal (PST)

Protein sel tunggal adalah bahan makanan yang berasal dari mikroorganisme. Bahan makanan ini memiliki kadar protein sekitar 80% beberapa contoh mikroorganisme untuk membuat protein sel tunggal misalnya spirullina,chlorella, dan saccharomyces cereviceae. Istilah protein sel tunggal digunakan untuk menyatakan protein mikroba untuk membedakan dengan protein yang berasal dari hewan dan tumbuhan. PST mengacu kepada sel mikrobia yang di keringkan seperti bakteri, alga, dan jamur yang sebelumnya di tumbuhkan di dalam sistem biakan yang berskala besar. Meskipun mikrobia ini ditumbuhkan untuk menghasilkan protein, tetapi juga mengandung karbohidrat, lemak,vitamin,mineral dan senyawa nitrogen. Protein Sel Tunggal (PTS) disebut juga dengan single cell protein (SCP).

b. Mikroprotein

Mikroprotein merupakan produk makanan yang berasal dari miselium jamur. Pada pembuatan mikroprotein ini, digunakan jasa jamur fusarium graminearium. Dalam skala pabrik, mikroprotein dihasilkan melalui fermentasi berkesinambungan, menggunakan glukosa sebagai substrat dan zat hara lain serta gas amoniak dan garam amoniak sebagai sumber nitrogen.

Aplikasi bioteknologi makanan sangat banyak. Ilmu ini juga merupakan subyek kontroversi di beberapa daerah. Rekayasa genetika tanaman dan hewan menimbulkan kekhawatiran etis bagi sebagian masyarakat. Beberapa organisasi juga telah mengangkat kekhawatiran medis, kekhawatiran mungkin dengan ada dampak kesehatan yang tersembunyi dari penggunaan organisme hasil rekayasa genetika.