Pengertian Batuan Sendimen Klastika

By On Monday, May 14th, 2012 Categories : Sains

(Pengertian Batuan Sendimen Klastika) – Batuan sendimen klastika yaitu batuan sendimen yang terdiri dari kelompok batuan. Bahan asal dari batuan tersebut (frakmen-frakmennya) terlepas dari batuan induknya karena pengaruh dari batuan mekanis (misalnya benturan, retakan).

Frakmen-frakmen yang telah mengendap di suatu tempat, mengalami sementasi dan kompaksi sehingga terikat satu ssama lain,mengeras dan membentuk batuan baru seperti: konglomerat, breksi, batupasir, batulempung dan lain sebagainya. Proses sementasi dan kompeksi ini memakan waktu yang lama.

Sebagai bahan pengikat biasanya terdiri dari kapur asam arang (CaCO3), kwarsa (SiO2) atau limonite (Hidroksida besi = Fe2O4) yang mengendap secara kimiawi di antara hancuran batuan.

  • Besar kecilnya frakmen yang membentuk batuan sendimen dapat dibedakan menjadi:
  • Bongkah-bongkah dengan diameter 2.000 – 200 mm
  • Kerikil besar (kerakal) dimeter 200 – 20 mm
  • Kerikil halus diameter 20 – 2 mm
  • Pasir Kasar diameter 2 – 0,2 mm
  • Pasir Halus diameter 0,2 – 0,02 mm
  • Geluh / lanau diameter 0,02 – 0,002 mm
  • Lempung diameter < 0,002 mm

Sendimen klastika menurut besar kecilnya batuan (frakmen) yang membentuknya dapat dibagi menjadi:

  • Psefit: butir-butirnya kasar (kerikil ,konglomerat).
  • Psamit: butir-butirnya agak kasar (pasir).
  • Pelit: butir-butirnya halus (geluh, lempung)
  • Pesfit: biasanya terdapat/terjadi pada dinding-dinding di mana terjadi penumpukan puing-puing besar. Contohnya : konglomerat dan breksi.

Konglomerat adalah batuan sendimen klastika yang terdiri dari kumpulan dari batuan-batuan guling (frakmen batuan yang telah menjadi bulat) yang kemudian terikat menjadi satu/tersementasi oleh SiO2 atau CacO3. Batuan konglomerat telah terbawa jauh dari sumbernya(mengalami penggelidingan saat transportasi oleh aliran air).

Breksi adalah batuan sendimen klastika yangterdiri dari kumpulan batuan-batuan yang masih bersudut tajam dan kemudian terikat menjadi satu oleh caCO3 atau SiO2. Batuan breksi berada tidak jauh dari sumber 9batuan induknya, oleh karena itu frakmennya masih bersudut lancip).

Konglomerat atau breksi yang terdiri dari frakmen-frakmen batuan yang sejenis disebut konglomerat atau breksi monomektos (poligomektos), dan bila terdiri dari frakmen-frakmen batuan yang bermacam-macam disebut konglomerat atau polimektos. Kecuali itu bila berasal dari bahan-bahan volkanis di sebut aglomerat.

  • Psamit: frakmen yang membentuknya biasanya mengendap jauh dari batuan induknya dan umumnya berlapis-lapis. Contoh ini : batupasir, batulanau dan endapan loss.
  • Batupasir: sendimen klastika yang merupakan kumpulan dari frakmen-frakmen batuan yang ukuran butiranya antara 2 – 0,02 mm. bila bahan pengikatnya terdiri dari lempung, maka batuannya disebut gravel. Batuan pasir yang mengandung feldspar lebih dari 25 % disebut orkosa. Bila butirnya sebagian besar terdiri dari kalsium karbonat (CaCO3) disebut batu gamping atau kalkarin.
  • Batulanau: kumpulan batuan frakmen yang butir-butirnya paling sdikit 50 % berukuran 0,2 – 0,002 mm yang mengeras dan menjadi batu.
  • Tanah loess (endapan loess): endapan ini merupakan endapan debu-debu halus berasal dari padang pasir yang tenaga pengangkutnya angin. Endapan los ini termasuk endapan teristis dan lapisan endapannya sering terdapat lapisan simpang siur.
  • Pelit: batuan ini terdiri dari frakmen yang halus ( lempung). Yang termasuk batuan ini adalah : batu lempung dan kwarsa.