Pengertian Bahasa

By On Saturday, March 22nd, 2014 Categories : Sains

Pengertian Bahasa – Bahasa merupakan salah satu aspek penting di dalam kehidupan manusia. Kita menggunakan bahasa untuk mengungkapkan emosi dan pikiran batin, mengungkapkan pemikiran yang abstrak dan kompleks, serta untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa adalah suatu bentuk verbal, fisik, bawaan biologis, dan bentuk dasar dari komunikasi.

Pengertian Bahasa

– Para ahli mendefinisikan bahasa sebagai perilaku yang dipelajari yang melibatkan stimulus dan respon. (Ormrod, 1995)

– Bahasa juga dapat didefinisikan sebagai metode murni dan non-naluriah manusia untuk mengkomunikasikan ide, emosi dan keinginan melalui suatu simbol.

– Bahasa terdiri dari simbol-simbol yang dapat menyampaikan makna, ditambah aturan untuk menggabungkan simbol-simbol, yang dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai tak terbatas pesan. (Wayne Weiten, Psychology: Themes And Variations, 7th ed. Thomson Wadsworth, 2007)

– Kita bisa mendefinisikan bahasa sebagai sistem komunikasi yang menggunakan suara atau simbol yang memungkinkan kita untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan pengalaman kita. (E. Bruce Goldstein, Cognitive Psychology: Connecting Mind, Research, and Everyday Experience, 2nd ed. Thomson, 2008)

– Sebuah bahasa bisa dibandingkan dengan selembar kertas. Pikiran adalah satu sisi lembar dan suara sisi sebaliknya. Sama seperti tidak mungkin untuk mengambil gunting dan memotong satu sisi kertas tanpa pada saat yang sama memotong lainnya, sehingga tidak mungkin dalam bahasa untuk mengisolasi suara dari pikiran, atau berpikir dari suara. (Ahli bahasa Perancis Ferdinand de Saussure)

– Bahasa adalah ibu dari pikiran, bukan hamba-nya. (Karl Kraus)

– Bahasa adalah gudang senjata dari pikiran manusia, dan sekaligus mengandung piala masa lalu dan senjata penaklukan masa depan. (Samuel Taylor Coleridge)

– Bahasa adalah seni anonim, kolektif dan tidak sadar, hasil kreativitas ribuan generasi. (Edward Sapir)

– Bahasa membentuk cara kita berpikir, dan menentukan apa yang dapat kita pikirkan. (Benjamin Lee Whorf, Language, Thought, and Reality, 1964)