Pengertian Archaebacteria

By On Monday, February 27th, 2017 Categories : Sains

Istilah Archaebacteria berasal dri bahasa Yunani, archaio, yang artinya kuno. Para ahli mengajukan hipotesis bahwa Archaebacteria merupakan sel-sel paling awal (kuno) yang memiliki hubungan kekerabatan dengan organisme eukariotik (memiliki membran inti sel). Archaebacteria hidup dilingkungan yang ekstrem yang mirip dengan dugaan lingkungan kehidupan awal dibumi.

Archaebacteria Sub-kerajaan kerajaan Prokariota, yang, atas dasar baik komposisi RNA dan DNA dan biokimia, berbeda secara signifikan dari bakteri lain. Mereka diduga menyerupai bakteri kuno yang pertama kali muncul di lingkungan yang ekstrim seperti yang kaya sulfur, ventilasi laut dalam. Archaebacteria memiliki dinding yang unik sel seperti proteindan kimia membran sel, dan ribosom yang khas.

Mereka termasuk bakteri yang memproduksi metana, yang menggunakan senyawa organik sederhana seperti metanol dan asetat sebagai makanan, menggabungkan mereka dengan karbon dioksida dan gas hidrogen dari udara, dan melepaskan metana sebagai produk sampingan.

Bakteri dari sumber air panas dan daerah asin memiliki berbagai cara untuk memperoleh pangan dan energi, termasuk penggunaan mineral bukan senyawa organik. Mereka mencakup baik bakteri aerob dan anaerob. Beberapa bakteri yang ada pada sumber air panas dapat mentolerir suhu sampai 88 ° C (190 ° F) dan keasaman pH serendah 0,9. Satu spesies, Thermoplasma, mungkin terkait dengan nenek moyang dari nukleus dan sitoplasma sel eukariot yang lebih maju. Beberapa ahli taksonomi menganggap archaebacteria menjadi begitu berbeda dari organisme hidup lainnya bahwa mereka merupakan pengelompokan yang lebih tinggi yang disebut domain.

Istilah Eubacteria berasala dari bahasa Yunani, eu yang artinya sejati. Eubacteria meliputi sebagian besar organisme prokariotik yang dapat hidup di mana pun (kosmopolit). Eubacteria disebut juga Bacteria, yang kemudian disederhanakan menjadi bakteri. Eubacteria atau Bacteria (bakteri) digunakan sebagai acuan untuk semua organisme prokariotik baik dari kelompok Archaebacteria maupun Eubacteria, meskipun Archaebacteria dan Eubacteria sudah dipisahkan dalam kelompok (kingdom) yang berbeda. Terlepas dari masalah taksonomi, baik Archaebacteria maupun Eubacteria merupakan organisme prokariotik, sehingga pembahasan Archaebacteria dan Eubacteria digabung dalam satu pokok pembahasan.

Istilah bakteri berasal dari kata bakterion yang artinya batang kecil. Bakteri merupakan organisme uniseluler (bersel satu), tidak memiliki membran inti sel (prokariotik), dan pada umunya memiliki dinding sel tetapi tidak berklorofil.bacteri ditemukan pertama kali pada tahun 1674, oleh Antony van Leeuwenhoek ( seorang ilmuan dari Belanda, penemu mikroskop lensa tunggal), dan istilah bacteria baru diperkenalkan pada tahun 1828 oleh Ehrenberg. Ilmu yang mempelajari bakteri disebut bacteriologi.

Dibanding dengan organisme lainya, kelompok organisme prokariotik ini merupakan organisme yang paling banyak jumlahya karena paling mudah bereproduksi. Oganisme prokariotik juga mudah ditemukan di habitat manapun. Mereka mampu bertahan hidup di lingkungan yang sangat panas, dingin, asin, asam, atau basa. Kajian evolusi mengusngkapkan bahwa organisme prokariotik merupakan organisme paling awal yang sudah hidup dan berevolusi di bumi selama hampir 2 milyar tahun, kemudian membentuk dua cabang utama evolusi, yaitu Archaebacteria dan Eubacteria.