Pengertian Aliran Energi dalam Ekosistem

Pengertian Ekosistem Aliran Energi – Hampir semua energi yang mendorong ekosistem ujungnya berasal dari matahari. Energi surya, yang merupakan faktor abiotik, memasuki ekosistem dengan cara melalui proses fotosintesis. Organisme dalam suatu ekosistem yang menangkap energi elektromagnetik matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia disebut produsen.

Produsen mencakup semua tanaman hijau dan beberapa bakteri dan ganggang. Setiap makhluk hidup di bumi benar-benar berutang hidupnya kepada produsen. Lain kali jika Anda melihat tanaman ucapkan terimakasih padanya atas manfaat yang anda peroleh selama ini.

Setelah produser menangkap energi matahari dan digunakan untuk tumbuh setiap bagian tanaman, organisme lain datang dengan rakus melahapnya. Ini disebut konsumen primer, sebagaimana mereka disebut, secara eksklusif memakan produsen. Jika konsumennya adalah manusia, kita menyebutnya vegetarian. Jika tidak, mereka dikenal sebagai herbivora.

Diagram aliran energi

Diagram aliran energi

Konsumen primer hanya mendapatkan sebagian kecil dari total energi matahari, sekitar 10%-ditangkap oleh produsen ketika makan. 90% lainnya digunakan oleh produsen untuk pertumbuhan, reproduksi, dan kelangsungan hidup, atau hilang sebagai panas. Konsumen primer dimakan oleh konsumen sekunder. Sebuah contoh, burung yang makan serangga yang memakan daun. Konsumen sekunder dimakan oleh konsumen tersier. Kucing yang memakan burung yang makan serangga yang memakan daun, misalnya.

Pada setiap tingkat, disebut tingkat trofik, sekitar 90% dari energi yang hilang. Jadi, jika tanaman mengambil 1000 kalori energi surya, serangga yang memakan tanaman hanya akan mendapatkan 100 kalori energi. Sebuah ayam yang makan serangga hanya akan mendapatkan 10 kalori, dan manusia yang makan ayam hanya akan memperoleh 1 kalori uang aslinya 1000 kalori energi matahari ditangkap oleh tanaman. Makanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia akan memakan 100 tanaman untuk 1000 kalori.

Hubungan antara produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, dan konsumen tersier biasanya digambarkan sebagai piramida, yang dikenal sebagai piramida energi, dengan produsen di bagian bawah dan konsumen tersier di atas. Anda dapat melihat dari contoh di atas mengapa produsen berada di bawah piramida ini. Dibutuhkan banyak produsen untuk lebih tinggi trofik tingkat konsumen, seperti manusia, untuk mendapatkan energi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang biak.

Ini adalah jawaban atas misteri besar tentang mengapa ada begitu banyak tanaman di Bumi. Ada begitu banyak tanaman di Bumi karena aliran energi melalui ekosistem tidak efisien. Hanya 10% dari energi dalam satu tingkat trofik yang lolos ke tingkatan berikutnya.

Selain diagram piramida energi, ekologi ekosistem terkadang menggambarkan hubungan antara kelompok trofik secara linear, dengan panah menunjuk dari satu organisme ke organisme lain. Jika hanya ada satu produsen, satu konsumen utama, salah satu konsumen sekunder, dan satu konsumen tersier, diagram linier ini disebut rantai makanan. Rantai Makanan akan membatu kita memvisualisasikan interaksi antara organisme dalam ekosistem. Tetapi masalahnya, kasusnya tidak sesederhana itu. Bahkan, interaksi trofik antara organisme dalam suatu ekosistem seringkali benar-benar kompleks.

Sangat jarang bahwa ekosistem hanya memiliki satu spesies pada tiap tingkat trofik. Biasanya, ada beberapa produsen yang dimakan oleh beberapa konsumen utama. Beberapa konsumen makan berbagai jenis produsen. Demikian juga, konsumen sekunder kadang-kadang makan produsen serta konsumen primer. Ini dikenal sebagai omnivora.

Kesimpulan Aliran Energi dalam Ekosistem
Aliran Energi dalam Ekosistem adalah perpindahan energi dari satu tingkat tropik ke tingkat tropik yang lain. Aliran Energi dalam Ekosistem hanya sekitar 10% energi yang lolos dari tiap tingkatan tropik. Aliran energi dalam ekosistem kadang digambarkan dalam bentuk rantai makanan, jaring-jaring makanan atau piramida ekologi.

Tags:

Visit us on Google+

Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

(Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara) – Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yaitu Pancasila sebagaidasar dari penyelenggaraan kehidupan bernegara bagi Negara Republik Indonesia. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara  sesuai dengan apa yang tersurat dalam pembukaanUndang-Undang Dasar 1945 alenia 4 antara...

Pengertian Myopia Atau Rabun Jauh

Pengertian Myopia Atau Rabun Jauh – Rabun Jauh atau myopia adalah keadaan dimana mata mampu melihat obyek dekat, akan tetapi kabur bila melihat obyek yang jauh letaknya. Lazimnya myopia terjadi karena memanjangnya sumbu bola mata, pemanjangan sumbu ini menyebabkan...

Material Gas dalam Letusan Gunung Api

Gunung api – Ketika gunung api sedang mengalami erupsi, maka ia akan memuntahkan bahan-bahan/material dari dalam perut bumi dan salah satunya adalah GAS. Magma mengandung bermacam gas yang jumlahnya kira-kira 1 sampai 5% dari berat total, dan sebagian besar...

Pengertian Hiperemesis Gravidarum

(Pengertian Hiperemesis Gravidarum) – Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada wanita yang tengah hamil muda dan jika terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi serta tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik. Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah...

Mengenal Hubungan DNA, Gen, dan Kromosom

Bagian utama sebuah sel adalah nukleus, di dalam nukleus terdapat benang-benang halus yang disebut kromatin. Pada saat sel akan mulai membelah diri, benang-benang halus tersebut menebal, memendek dan mudah menyerab warna membentuk kromosom. Kromosom adalah struktur padat yang terdiri...