Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia

By On Thursday, June 17th, 2010 Categories : Sains

Berkembangnya sistem pendidikan Barat melahirkan golongan terpelajar. Adanya diskriminasi dalam pendidikan kolonial dan tidak adanya kesempatan bagi penduduk pribumi untuk mengenyam pendidikan, mendorong kaum terpelajar untuk mendirikan sekolah untuk kaum pribumi. Sekolah ini juga dikenal sebagai sekolah kebangsaan sebab bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme di kalangan rakyat dan mencetak generasi penerus yang terpelajar dan sadar akan nasib bangsanya. Selain itu sekolah tersebut terbuka bagi semua masyarakat pribumi dan tidak membedakan dari kalangan mana pun.
Tokoh-tokoh pribumi yang mendirikan sekolah kebangsaan antara lain Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa, Douwes Dekker mendirikan Ksatrian School, dan Moh. Syafei mendirikan perguruan Indonesische Nederlandsche School Kayu Tanam (INS Kayu Tanam).

Berikut ini akan dibahas sekolah-sekolah kebangsaan tersebut:
1 ) Taman Siswa

Ki Hajar Dewantara pendiri Taman Siswa

Ki Hajar Dewantara pendiri Taman Siswa

Taman Siswa didirikan oleh Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922. Tujuan didirikannya Taman Siswa adalah untuk mendidik dan menggembleng golongan muda serta menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat antipenjajahan.
Taman Siswa berperan dalam menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Meskipun menggunakan sistem pendidikan modern Belanda, tetapi Taman Siswa tidak mengambil kepribadian Belanda. Dengan demikian, anak didiknya tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Para guru Taman Siswa berasal dari para aktivis pergerakan nasional. Taman Siswa memiliki tiga semboyan dalam melaksanakan proses pendidikan. Semboyan tersebut berasal dari bahasa Jawa dan mempunyai arti filosofi tentang peranan seseorang. Berikut ini ketiga semboyan tersebut.
Tiga Semboyan Taman Siswa:
a) Ing ngarso sung tuladha, artinya sebagai contoh suri teladan kepada mereka yang berada di tengah dan di belakang.
b) Ing madyo mangun karso, artinya jika berada di tengah-tengah kita harus mampu memberi semangat untuk kemajuan.
c) Tut wuri handayani, artinya jika di belakang kita harus mampu memberi dorongan.
Sumber: Ensiklopedia Umum Untuk Pelajar, 2005

Article / informasi tentang Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia yang disadur dari berbagai sumber yang ada di internet. Semoga informasi mengenai Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia yang sedikit ini dapat berguna dan bermanfaat untuk Anda khususnya, dan untuk semua pembaca yang tengah mencari pembahasan tentang Pengaruh Perkembangan Pendidikan Kebangsaan di Indonesia pada umumnya.

Pages: 1 2