Penerapan SCM pada Perusahaan PT.CARREFOUR INDONESIA

By On Monday, September 19th, 2016 Categories : Sains
Advertisement

Penerapan SCM pada Perusahaan PT.CARREFOUR INDONESIA

Penerapan SCM pada Perusahaan PT.CARREFOUR INDONESIA.

Topik-topik Lanjutan Sistem Informasi
Oleh  :
Nama        : Claudio Raymondsu
NIM        : 1501171296
Kelas        : 06PDM

Binus University
Jakarta
2014

ABSTRAK
Perusahaan saat ini berkembang untuk saling bersaing dalam meningkatkan keuntungan setinggi-tingginya, memperoleh hasil profit dengan pengelolaan yang benar, menghasilkan dan menggunakan tenaga kerja yang profesional, informasi yang cepat.Fokus utama selain untuk mendatangkan pelanggan dengan cara penentuan harga yang dapat bersaing, demikian pula dengan persediaan stok barang yang harus selalu lengkap. Dalam melakukan penjualan, segala usaha yang berkaitan dengan produk dan stok barang akan sangat berpengaruh terhadap konsumen atau customer yang akan kita cakup. Begitu pula dengan semboyan sebanyak produk yang kita jual akan sangat membantu pula terhadap penjualan dan daya tarik costumer
Kata Kunci: SCM (Supply Chain Management), Persediaan Stok, Management, PT Carrefour.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemampuan dalam memenuhi permintaan konsumen dan pasar dengan waktu tunggudan waktu pengiriman yang pendek merupakan tolak ukur untuk menilai tingkat respon perusahaan terhadap permintaan konsumen. Supply Chain Management memberikan suatualternatif strategi dalam memenangkan persaingan global dengan berbasis competitive excellence yaitu fokus konsumen, kualitas, dan agility yang didukung kompetensi perusahaan seperti keterlibatan konsumen, manajemen persediaan, teknologi, pengembangan produk, dantanggung jawab terhadap lingkungan.Teknologi informasi menjadi salah satu pendorong bagi terciptanya integrasi rantai pasokan termasuk juga makin kompleksnya permintaan konsumen, makin kompetitifnyakompetisi global dan peningkatan keinginan perusahaan untuk menjadi perusahaan yanginovatif dan mampu menjadi yang pertama dalam mengenalkan produk baru sesuai kebutuhan pasar. Makalah ini membahas
Supply Chain Management sebagai suatu stratgi alternatif yang digunakan Carrefour Indonesia dalam memenangkan persaingan pada pasar Indonesia

1.2 Ruang Lingkup
Ruang lingkup yang akan dibahas pada penulisan paper ini adalah
–    Profile perusahaan
–    Visi-Misi Carrefour
–    SCM Carrefour terdahulu
–    Penerapan SCM yang baru
–    Contoh Supplier/Pemasok produk
–    Manfaat penerapan SCM
–    Kelemahan SCM
–    Tantangan-tantangan penerapan SCM

1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan
–    Untuk mengetahui kegunaaan SCM  pada zaman global saat ini.
–    Untuk mengetahui penerapan SCM pada perusahaan Carrefour Indonesia.
–    Untuk mengetahui data dan informasi yang dikelolah secara ontime.
–    Menentukan tingkat outsourcing yang tepat
–    Mengelola pembelian / pengadaan suatu barang
–    Mengelola pemasok

Manfaat
–    Mendapatkan keuntungan dari SCM.
–    Memberikan pengetahuan SCM kepada orang awam.
–    Mengetahui pentingnya peranan SCM bagi perusahaan Carrefour dalam meningkatkan kebutuhan pelanggan.

1.4 Metodologi Penulisan / Penelitian

Metodologi yang saya gunakan dalam penulisan laporan ini adalah dengan pengumpulan data-data dan informasi yang diperoleh dalam artikel, buku, dan website online. Sehingga terbuatlah makalah ini

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian SCM

James A. dan Mona J. Fitzsimmons, yang menyatakan bahwa supply chain management adalah sebuah sistem pendekatan total untuk mengantarkan produk ke konsumen akhir dengan menggunakan teknologi informasi untuk mengkoordinasikan semua elemen supply chain dari mulai pemasok ke pengecer, lalu mencapai tingkat berikutnya yang merupakan keunggulan kompetitif yang tidak tersedia di sistem logistik tradisional.
Supply Chain Management menurut Chase, Aquilano, Jacobs adalah sistem untuk menerapkan pendekatan secara total untuk mengelola seluruh aliran informasi, bahan, dan jasa dari bahan baku melalui pabrik dan gudang ke konsumen akhir.
Menurut Simchi-Levi, David, Philip Kaminsky, dan Edith (2004, p2), Supply chain Management diartikan sebagai rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang dan toko secara efektif agar persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan.
Menurut Council of Logistic Management (Pujawan 2005, p7), Supply chain Management adalah koordinasi sistematis dan strategis akan fungsi-fungsi bisnis tradisional dalam dan lintas perusahaan dalam sebuah rantai persediaan untuk mengembangkan kinerja jangka panjang perusahaan dan keseluruhan rantai persediaan.

2. 2 Tujuan SCM
Berdasarkan dari definisi-definisi diatas maka tujuan dari SCM antara lain adalah:
1) Supply chain manajemen menyangkut pertimbangan mengenai lokasi yang memiliki dampak terhadap aktivitas dan biaya dalam rangka memproduksi produk yang diperlukan pelanggan dari supplier dan pabrik hingga disimpan di gudang dan pendistribusiannya ke sentral penjualan.
2) Mencapai efisiensi aktivitas dan biaya seluruh sistem, total biaya sistem daritransportasi hingga distribusi persediaan bahan baku, proses kerja dan barang jadi.
3) Untuk memastikan sebuah produk berada pada tempat dan waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa menciptakan stok yang berlebihan atau kekurangan.
4) Untuk memastikan seluruh item barang berada pada tempat dan waktu yang tepat agar dapat memberikan keuntungan yang terbaik dan service kepada customer.
5) Memaksimalkan nilai organisasi – organisasi industry yang berdampak pada kenaikan profit dan hubungan baik antar organisasi.

2.3 Komponen dasar SCM
a. Plan (Perencanaan)
Awal kesuksesan SCM adalah pada proses penentuan strategi SCM. Tujuan utama dari proses perumusan strategi adalah agar tercapainya efisiensi dan efektivitas biaya dan terjaminnya kualitas produk yang dihasilkan hingga sampai ke konsumen.
b. Source (Sumber Barang)
Perusahaan harus memilih supplier bahan baku yang kredibel untuk mendukung proses produksi yang akan dilakukan. Oleh sebab itu manejer SCM harus dapat menetapkan harga, mengelola pengiriman dan pembayaran bahan baku, serta menjaga dan meningkatkan hubungan bisnis terhadap supplier.
c. Make (Manufacturing)
Komponen ini adalah tahap manufacturing. Manejer SCM melakukan penyusunan jadwal aktivitas yang dibutuhkan dalam proses produksi, uji coba produk,pengemasan dan persiapan pengiriman produk. Tahap ini merupkan tahap yang paling penting dalam SCM. Perusahaan juga harus mampu melakukan pengukuran kualitas,output produksi, dan produktivitas pekerja.
d. Deliver (Pengiriman)
Perusahaan memenuhi order dari permintaan konsumen, mengelola jarigan gudang penyimpanan, memilih distributor untuk menyerahkan produk ke konsumen,dan mengatur sistem pembayaran.
e. Return (Pengembalian)
Perencana SCM harus membuat jaringan yang fleksibel dan responsif untuk produk cacat dari konsumen dan membentuk layanan aduan konsumen yang memilikimasalah dengan produk yang dikirimkan.Dengan demikian, hendaknya perusahaan selalu membuat laporan performansibisnis mereka secara rutin. Sehingga pimpinan perusahaan dapat mengetahui perubahanperforma bisnis yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan awal dari SCM yang telahditetapkan.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Profile Perusahaan
Aplikasi yang menerapkan CRM diklasifikasikan menjadi dua (Dyche, 2002), yaitu:
Carrefour di Indonesia berdiri pada tahun 1996 dengan membuka gerai pertama di Cempaka Putih pada bulan Oktober 1998. Pada saat yang sama, Continent, sebagai perusahaanritel Perancis, membuka gerai pertamanya di Indonesia. Pada tahun 1999, Carrefour danPromodes (sebagai pemegang saham utama dari Continent) menggabungkan semua kegiatan usaha ritel di seluruh dunia dengan nama Carrefour. Hal tersebut menjadikan Carrefour sebagai ritel terbesar kedua di dunia.Sebagai bagian dari perusahaan global, Carrefour berusaha untuk memberikan standar  pelayanan kelas dunia dalam industri ritel Indonesia. Carrefour Indonesia memperkenalkan konsep hypermarket dan menyediakan alternatif belanja yang baru di Indonesia kepada pelanggannya. Carrefour menawarkan konsep “One-Stop Shopping” yang menawarkan tempat pilihan dengan produk yang beragam, harga murah, dan juga memberikan pelayanan terbaik sehingga melebihi harapan pelanggan.Saat ini, Carrefour sudah beroperasi di 83 gerai dan tersebar di 28 kabupaten diIndonesia. Sebagai salah satu ritel terkemuka, Carrefour Indonesia berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan Carrefour di Indonesia. Carrefour sangat peduli terhadap kebutuhan pelanggan dengan menawarkan lebih dari 40.000 produk, sehingga pelanggan dapat memperoleh pilihan lengkap kebutuhan sehari-hari yang berkualitas baik dengan harga diskon di dalam lingkungan belanja yang nyaman. Carrefour Indonesia memilikisekitar 28,000 karyawan, baik karyawan langsung maupun tidak langsung, seperti SPG,cleaning service, dll. Carrefour Indonesia telah bermitra dengan sekitar 4,000 pemasok yanghampir 70% adalah UKM (Usaha Kecil Menengah).Carrefour Indonesia juga telah memberikan kontribusi dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah di sektor pertanian dengan membeli 95% produk dari pasar domestik,meningkatkan kehidupan petani dengan menjaga hubungan jangka panjang dan memperluasakses pasar di gerai Carrefour Indonesia, meningkatkan perkembangan kualitas produk lokaldengan memperkenalkan metode pertanian modern dan lebih aman, misalnya pengembangansecara aktif penggunaan pupuk alami, dan menerapkan sistem kontrol pengelolaan air.

3.2 Visi dan Misi Carrefour

Visi PT. Carrefour Indonesia
Menjadi ritel nomor satu di Indonesia
Misi PT. Carrefour Indonesia
•Menciptakan toserba dengan konsep tempat belanja keluarga;
•Memberikan pilihan dan kualitas ke semua orang
•Menciptakan harga yan diinginkan konsumen dan penyediaan lokasi yang dekatd engan rumah
•Membangun kerja sama yang baik dengan para pemasok yang berkualitas
•Memberikan dukungan yang terbaik bagi karyawan untuk berkembang dan mencapai potensi maksimal guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan.

3.3 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

3.4 Supply Chain Management pertama PT Carrefour.
Carrefour sebenarnya telah menerapkan SCM sejak lama, yaitu ketika Carrefour baru memiliki beberapa gerai. SCM yang diterapkan masih sangat sederhana. Fungsinya hanya untuk membantu proses penerimaan barang di gerai, dan masih terfokus pada barang pangan siap saji. Sebagai contoh makanan siap saji adalah hamburger, hot dog, pizza, kue dan roti, yang proses pengolahannya dilakukan di setiap gerai Carrefour. Sedangkan pengiriman barang dilakukan dengan mengirim barang langsung ke gerai Carrefour yang dilakukan oleh para pemasok.
Berikut adalah kendala yang dihadapi Carrefour sebelum melakukan implementasi SCM yang baru:
1.    Sistem informasi tidak efektif dan efisien.
Tidak efektif: karena pengolahan data menjadi tidak akurat dan sulitnya mengatur dan mengontrol aktivitas suplai, produksi, dan pengiriman di setiap gerai yang ada.
Tidak efisien: karena kerugian akibat lost of sales, kerugian akibat kerusakan barang, kerugian akibat besarnya biaya transportasi dsb; serta kerugian waktu akibat sulitnya mengkoordinasi aktivitas di setiap gerai-nya.
2.    Sulitnya dalam mendistribusikan barang ke setiap gerai Carrefour.
Sulitnya proses pendistribusian barang-barang dari pemasok ke gerai-gerai Carrefour yang jumlahnya tidak sedikit. Biaya transportasi untuk distribusi tinggi danmembutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Dan tidak menutup kemungkinan terjadiketerlambatan dalam memasok barang, sehingga menyebabkan lost of sales bagisupplier.
3.    Adanya kendala komunikasi antar Carrefour dengan pemasok.
Terjadinya miscommunication dengan pemasok, terjadinya lag pada saat pemesanan dan pengiriman, terjadinya kesalahan data, dsb.
4.     Kurangnya loyalitas pemasok terhadap Carrefour.
Pemasok lebih mementingkan pelanggan lainnya. Baik pada saat melayani permintaan,maupun kualitas produk yang diberikan.
5.     Lost of sales.
Kendala terhadap ketersediaan stok barang bagi pelanggannya. Konsumen yang seharusnya dapat membeli barang-barang yang mereka butuhkan, tetapi karena waktu pemasukan barang dan kerusakan barang menbuat konsumen harus kehilangan produk yang mereka inginkan

3.5 Supply Chain Management baru PT Carrefour.
Carrefour kemudian membeli sebuah aplikasi ternama khusus untuk rantai pasokan dan sekaligus mampu menjalankan Warehouse Management System, yakni InfoLog (InfologSolutions PVT Ltd.). Dengan InfoLog, semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan.
Selain itu, sistem ini memudahkan kolaborasi Carrefour dengan para pemasok. Meskipun, belum semua pemasok terintegrasi. Saat ini Carrefour berfokus pada efisiensi yang bias diberikan, sehingga bisa dinikmati oleh pelanggan berupa keberadaan produk berkualitasdengan harga yang kompetitif.
Software infolog ini menangani beberapa proses bisnis dalam supply chain management Carrefour yaitu meliputi :

a.Inbound Logistics
Inbound logistics merupakan aktivitas penerimaan dan penggudangan barang.
Kegiatan ini meliputi:
– Advanced Shipping Notification (ASN),
– Reservasi Lokasi,,
– Put Away.

b.Perencanaan dan pengadaan persediaan
Carrefour menetapkan tingkat persediaan untuk menjalankan operasional hariannya.
Tetapi karena Carrefour menggunakan sistem cross dock yang bersifat  just in time  sehingga persedian yang ada menjadi sangat sedikit dikarenakan fungsi utama gudang untuk meredistribusi produk. Definisi tingkat persediaan ini terbagi dalam tiga tingkatan yaitu:
-Tingkat persediaan minimum
-Tingkat persediaan maksimum
-Tingkat reorder  Carrefour memiliki dua Distribution Center, sehingga terdapat kemungkinan terjadinya stock transfer
Sistem yang digunakan dalam mengontrol proses distribusi dari para pemasok adalah system Central Order Pool (COP). Sistem ini berfungsi untuk melakukan proses pesanan secara otomatis dan terpusat berdasarkan jumlah persediaan produk di gerai.

c. Operasi Gudang
Kegiatan operasi gudang meliputi:
-Mendefinisikan tipe gudang,
-Manajemen ruang berdasarkan kapasitas dan volume,
-Cycle count  dan stock adjustment

d.Outbond Logistics Aktivitas outbound logistic smeliputi:
-Penangkapan pesanan pembeli, distribusi, dan penjualan
-Pembuatan daftar angkut berdasarkan aturan angkut dan konfirmasi angkut
-Konfirmasi pemuatan dan pengiriman
-pembuatan invoice dan packs

e. Laporan
Laporan yang dibuat untuk keperluan manajemen dan teknis terdiri atas laporan sebagai berikut:
– Resep dan pengiriman
– Buku besar dan laporan persediaan
– Daftar angkut dan daftar kemas
– Invoice
-Laporan saran lokasi penyimpanan
-Laporan saran persediaan SKU
-Laporan cycle count
-Laporan Fullfillment
-Lokasi kosong
-Kartu stok
Supply Chain Management  yang dibangun Carrefour berdasarkan perhitungan tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak gerai.
Metode yang dipakai Carrefour untuk SCM ini dengan menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center), yang disebut Cross Dock .
Distribution center adalah pusat penerimaan barang dari seluruh supplier Carrefour. Supplier tidak lagi harus mengantar barang ke masing-masing gerai, namun cukup mengirimkannya kedistribution center , yang kemudian akan dikirimkan ke masing-masing gerai yang dimiliki Carrefour sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
Tujuannya adalah untuk mengefisienkan waktu sehingga tidak memerlukan adanya stok di pusat distribusi. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke
Distribution Center  Carrefour di Lebak Bulus, maka keesokan harinya barang tersebut akan didistribusikan ke gerai-gerai. Sehingga metode Cross Dock memungkinkan proses yang lebih transparan dan cepat dalam mendistribusikan produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) digudang.
Supply Chain Management yang dikembangkan Carrefour tidak hanya berdasarkan proses pergerakan fisik produk, melainkan memperhatikan pula aliran informasi.
Untuk kebutuhan dalam proses aliran order, pihak Carrefour mengembangkan Central Order Pool (COP), dimana proses pengorderan dilakukan secara otomatis dan terpusat berdasarkan jumlah stok digerai. Untuk melakukan pemesanan barang dengan seluruh pemasok, Carrefour menggunakan sistem Electronic Data Interchange (EDI). Pemasok dapat menerima order melalui Web. Tidak dapat dipungkiri ada beberapa pemasok yang sudah mengintegrasikannya dengan sistem Enterprise Resourch Planning yang mereka miliki. Selanjutnya, mereka menyampaikan(submit) order itu ke pabriknya, lalu barang pun dikirim ke Distribution Center Carrefour.
Kunci utama dari proses order tersentralisasi adalah akurasi data stok di gerai dan pusatdistribusi Carrefour. Untuk itu pihak Carrefour menerapkan proses cycle count (penghitungan stok menggunakan sampling setiap hari).Dengan begitu, akurasi data di pusat distribusi diklaim hampir selalu 100%, walaupun mengelola puluhan ribu jenis produk.

3.6 Contoh Pemasok Carrefour indonesia
–    CV Mulyatama
CV Mulyatama adalah pemasok  private label untuk tempat CD, tempat tisu di mobil,dan sebagainya. CV Mulyatama bergabung menjadi pemasok Carrefour sejak Februari2008. Menurut mereka rantai pasokan baru yang dijalankan Carrefour sangat bagus dan memiliki keunggulan yaitu sangat efisien dari segi waktu dan tenaga kerja.
–    Unilever
Unilever Indonesia, salah satu supplier besar yang menjadi pemasok Carrefour sejak 1998 (ketika peritel asal Prancis ini baru membuka gerainya di Cempaka Putih), jugamerupakan pemasok pertama yang ikut serta dalam pengiriman terpusat (centralizeddelivery) sejak pertama kali Carrefour menerapkan sistem rantai pasokan baru.Dengan sistem pengiriman terpusat ini, Unilever sebagai pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang Unilever ke gerai bersama-sama dengan barang dari pemasok lain.Sistem pengiriman terpusat ini merupakan kolaborasi yang baik antara Unilever denganCarrefour. Apabila dilihat dari rantai pasokan secara keseluruhan, kolaborasi ini menghasilkan

3.7 Manfaat Penerapan SCM di Carrefour
–    Hasil data stok yang lebih akurat.Beberapa manfaat keakuratan data yang dapat dirasakan oleh Carrefour:
–    Mengetahui jumlah stok barang yang ada di Distribution Center maupun disetiap gerai;
–    Ketersediaan produk di gerai lebih terjamin.
–    Mengantisipasi terjadinya keterlambatan pengiriman barang maupun out of  stock dari pemasok
–    Memenuhi permintaan pelanggan pada saat yang dibutuhkan
–    Terjadinya efisiensi biaya.Mengurangi biaya penyimpanan, biaya transportasi, markdown cost (penurunan harga produk yang tidak laku dijual dengan harga normal), dan stock out cost.
–    Mengurangi inventori barang.
Mengurangi stok barang yang berlebihan, karena sudah memperkirakan barang mana yang laku dipasar dan yang tidak, dan berapa banyak jumlah barang yang dipesan.Sehingga tidak terjadi penumpukan barang di gudang maupun di gerai.
–    Menjamin kelancaran arus barang.
–    Barang dikirim ke setiap gerai dari Distribution Center tanpa adanya proses penyimpanan digudang. Dan dikirim sesuai dengan jumlah yang kebutuhkan setiapgerai. Sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinyalost of sales
–    Menjamin mutu.
Kualitas dan mutu lebih terjamin, karena barang langsung dari pemasok dan didistribusikan langsung ke gerai-gerai, tanpa adanya pengendapan barang di gudang.

3.8 Kelemahan Penerapan Supply Chain Management yang Baru

–    Memerlukan biaya maintenance yang besar;
–    Memerlukan tenaga ahli di bidang IT untuk implementasi, maintenance, dan pelatihan
–    Kurangnya partisipasi pemasok dalam distribusi.
Tingkat partisipasi pemasok untuk bergabung dengan sistem distribusi masih kurang.Padahal, service level para pemasok masih di bawah ekspektasi Carrefour. Saat ini,rata-rata pemasok yang mengantar langsung ke gerai Carrefour memiliki service level50%. Misalnya, kalau pihak Carrefour memesan 100 unit, mereka hanya mampu memasok 50 unit.

3.9 Tantangan Penerapan Supply Chain Management yang Baru:

– Tantangan pada saat Penerapan SCM
a)Merekrut tenaga ahli dibidang teknik informasi dan manajemen perusahaan
b)Penyesuaian software InfoLog.
c)Membutuhkan biaya awal yang cukup tinggi;
d)Pelatihan manajemen perusahaan mengenai sistem yang baru.
e)Tantangan pada saat Penerapan SCM Terjadi-nya data lag, karena pemesanan suplai ke pemasok berbasis online, maka tidak menutup kemungkinan adanyadata lag,
penyebabnya dapat karena kerusakan alatkomunikasi sampai koneksi internet.

BAB
PENUTUP

Kesimpulan
Penerapan Sistem Manajemen Rantai ( Supply Chain Management ) dengan memanfaatkan teknolofi informasi dan koneksi internet dapat mengoptimalkan proses bisnis dari segi pengeluaran biaya dan mengoptimalkan pendapatan Karena disini UKM tak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk mendistribusikan produk ke setiap tempat atau toko yang berbeda, dan dengan penerapan SCM ini sangat membantu pegawai carrefour, pemasok sampai konsumen.

Saran
Saran yang saya berikan :

1.    Penggunaan Teknologi Informasi dalam penerapan Supply Chain Management pada suatu perusahaan sangat diperlukan untuk membantu perusahaan tersebut meningkatkan proses bisnisnya.

2.    Menjalin hubungan yang lebih baik dengan para supplier sehingga jika terjadi masalah.

3.    Terus mengembangkan SCM dengan teknologi yang canggih, sehingga tidak akan kalah dengan pesaing – pesaingnya

 

DAFTAR PUSTAKA

Managing the Supply Chain Definitive Guide for the Business Professional by Simchi-Levi, David, Kaminsky, Philip… (Jan 2, 0003)

Managing the Supply Chain : The Definitive Guide for the Business Professional by David Simchi-Levi, Philip Kaminsky and Edith Simchi-Levi (Dec 29, 2003)

Dyche, Jill. 2012. The SCM  Handbook. Addison-Wesley, USA.

O’Brien, James.A. 2005. Introduction To Information System : Essential for The e Business Enterprise, 11th  edition. McGraw Hill, New York.

Service Management: Operations, Strategy, and Information Technology by James A. Fitzsimmons and Mona J. Fitzsimmons (Mar 2004)

Widjayano, Budianto Yasmana. Tunggal. 2007, Konsep Dasar Supply Chain  Management (SCM)., Jakarta.

Operations and Supply Management by Jacobs / Chase / Aquilano (2009)

Pujawan, I Nyoman. (2005). Supply Chain Management. Edisi Pertama. Guna Widya,
Surabaya.

Lembito, Hoetomo. (2006). Produktivitas & Efisiensi dengan Supply Chain Management. PPM.
Jakarta.

Indrajit, Eko dan Richardus Djokopranoto. (2002). Konsep Manajemen Supply Chain. PT
Grasindo. Jakarta.

Chopra, Sunil dan Peter Meindl. (2004). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operations. Second Edition. Prentice Hall Inc., Upper Saddle River, New Jersey.

Source: http://claudiorio.blog.binusian.org/2014/06/09/penerapan-scm-pada-perusahaan-pt-carrefour-indonesia/

Advertisement (Dibawah ini adalah Iklan)
loading...