Penerapan Belajar Konsep

By On Monday, April 15th, 2013 Categories : Sains

Individu dapat belajar konsep melalui suatu benda, aneka gambar dan penjelasan verbal. Di sekolah dasar belajar konsep melalui benda-benda dan gambar-gambar akan lebih menonjol. Sedangkan di sekolah menengah dan perguruan tinggi belajar konsep melalui penjelasan verbal akan lebih menonjol.

Ada 2 strategi utama yang dapat digunakan untuk pembelajaran konsep, yaitu sebagai berikut:

a) Melalui pendekatan inkuiri
Pada pendekakatan inkuiri, para peserta didik dapat diperlihatkan sekelompok benda yang berbeda. Satu sekelompok benda merupakan contoh dari konsep yang ingin disampaikan dan sekelompok benda yang lain merupakan yang bukan contoh dari konsep yang ingin disampaikan.

Cara penyampaiannya dapat bermacam-macam dari pengkelompokkan secara tertulis atau melalui bentuk gambar maupun suara.

Selanjutnya, para peserta didik diminta untuk melakukan permainan tebak-tebakan. Mereka diminta melengkapi kelompok benda yang merupakan contoh konsep dan juga yang bukan contoh konsep. Mungkin diantara mereka ada yang berhasil mengkategorikan kelompok benda yang contoh dan bukan contoh konsep tersebut, dan adapula yang tidak berhasil.

Pada akhirnya, para peserta didik akan tergiring dan termotivasi untuk berfikir dan menemukan contoh-contoh dari konsep yang dimaksud yang mereka kembangkan sendiri. Pendekatan inkuiri lebih cocok digunakan untuk peserta didik di kelas-kelas awal SD dengan bimbingan guru.

b) Pendekatan ekspositori
Strategi kedua untuk mengajarkan konsep adalah dengan pendekatan ekpositori. Pada pendekatan ekspositori, peserta didik dimotivasi sejak awal untuk menemukan contoh-contoh yang dikembangkannya sendiri untuk mengkategorikan sebuah konsep.

Namun demikian, guru tetap harus menjelaskan secara mendetail tentang konsep yang dibahas. Pendekatan ekspositori lebih sesuai digunakan di kelas-kelas tinggi di SD, karena para siswa di kelas tinggi di SD sudah dapat diajak berpikir detail, dan komprehensif.

Beberapa prinsip praktis pembelajaran konsep
1. Memikirkan contoh-contoh baru untuk konsep
Agar konsep sepenuhnya dipahami dan dimengerti, penting untuk memikirkan contoh-contoh tambahan selain yang disajikan oleh instruktur, sehingga memikirkan contoh baru tidak hanya mempertajam, memurnikan dan memperkaya konsep tetapi juga memberikan praktek dalam proses pencarian informasi penting.

2. Menggunakan kedua contoh positif dan negatif
Selain memikirkan contoh-contoh baru, kita juga menggunakan contoh positif dan negatif agar pembelajaran konsep lebih dipahami dan dimengerti.

3. Menggunakan berbagai contoh
Bagian-bagian sebelumnya secara implisit menekankan pentingnya berbagai contoh pada pembelajaran konsep. kita harus memilih variasi yang cukup banyak sehingga proses pembelajaran akan mencapai pemahaman konsep yang optimal.

4. Fitur pokok yang relevan
Tugas utama adalah menekankan fitur yang relevan dari konsep, tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Hal ini dapat dilakukan dengan cara verbalisasi bentuk yang relevan dan penyajian secara simultan dari contoh positif dan negatif.

Belajar konsep merupakan suatu penting yang harus diajarkan pada anak/siswa. Dengan belajar konsep, individu tidak akan terjebak pada istilah-istilah keseharian yang sebenarnya dia juga tidak mengerti maksudnya (omong kosong). Anak akan lebih memahami sesuatu apabila pendidik mengajarkan melalui konsep, mengajarkan langsung benda dan pengetahuan

Sumber: ** **