Pemeliharaan Induk Nila Merah dalam Budidaya

By On Monday, April 23rd, 2012 Categories : Artikel

(Pemeliharaan Induk Nila Merah) – Calon induk harus diseleksi dengan ketat agar diperoleh induk yang benar-benar berkualitas. Nila merah sudah dapat menjadi induk pada umur 5 atau 6 bulan dan sebelumnya ikan harus dipelihara pada kolam khusus. Kita marus menyiapkan dua buah kolam siap huni, satu kolam diperuntukan induk jantan dan kolam lainnya untuk betina.

Kolam pemeliharaan bagi induk nila merah harus dipersiapkan terlebih dahulu, persiapan itu meliputi pengolahan dasar kolam, perbandingan pematang. Perbaikan pintu pemasukan dan pengeluaran air, serta persiapan lainnya. Untuk menumbuhkan makanan alami sebaiknya kolam dipupuk terlebih dahulu, misalnya pupuk urea dan TSP masing-masing 15gr/m². selain pupuk buatan pabrik berikan pula pupuk kandang yang sudah menjadi tanah dengan takaran antara 200 gr/m²-300 gr/m². sebagai contoh jika luas kolam 100m² maka pupuk urea dan TSP yang diberikan masing2 1500gr atau 20kg-30kg.

Setelah makanan ditumbuhi makanan (kira-kira 2 minggu), induk dimasukan kedalamnya pada saat udara sejuk pagi atau sore hari, dengan padat penebaran antara 2 ekor/m² sampai 5 ekor/m². kolam berukuran 100m² bias ditebari induk nila merah sebanyak 200 ekor-500 ekor. Jika luas kolam hanya 50m² maka padat tebar menjadi setengahnya yaitu 100 ekor – 250 ekor.

Pada masa pematangan kelamin sehingga menjadi induk siap kimpoi, tinggi air dipertahankan antara 75-100cm. makanan buatan seperti pellet yang berkadar protein 24%-27% harus senantiasa tersedia. Pemberian dilakukan terus menerus sebanyak 3 sampai 5 kali sehari, sebanyak 3%-4% dari bobot total ikan yang ada di kolam. Jika pemeliharaan induk dilakukan dengan baik, artinya makanan cukup dan kolam memenuhi syarat tekhnis; dalam tempo 1-1,5 bulan induk nila merah sudah siap dikimpoikan di kolam pemijahan.

Sebelum pemijahan, kita seleksi atau memilih induk yang benar-benar siap pijah agar saat kolam pemijahan siap kita sudah menyediakan induk-induk pilihan. Pemilihan induk jantan dan betina dapat dilakukan dengan cara manual dengan tangan. Sampai saat ini belum ada alat buatan pabrik yang khusus mengetahui tingkat kematangan kelamin/gonad ikan. Seleksi ikan nila merah selain bertujuan memilih induk yang layak dikimpoikan, juga untuk memisahkan induk yang sehat dan sakit. Sekalipun dinyatakan matang telur sebaiknya disingkirkan. Induk sakit akan berisiko, seperti hasil benih tidak optimal atau telur-telur yang dihasilkan tidak sehat.

Dari segi umur, nila merah dinyatakan siap tmpur jika telah menginjak usia antara 5 sampai 6 bulan. Kurang dari umur ini nila merah belum dapat dikimpoikan, sekalipun badannya bongsor. Biasanya induk jantan lebih berat dibandingkan betina yaitu 200gr-300gr sedangkan betina hanya 150gr-200gr per ekornya.

Untuk membedakan jenis kelamin nila merah dapat dilihat dari sifat sekundernya. Secara umum potongan atau bentuk tubuh induk jantan lebih tinggi dibandingkan induk betina. Selain itu induk jantan mempunyai cirri-ciri khusus, antara lain warna badan gelap, bagian dagu berwarna putih, pada ujung sirip punggung dan ekor tampak cerah warnannya. Induk jantan memiliki kelamin berupa tonjolan memanjang dan meruncing, berwarna putih bersih, dan pada ujungnya terdapat satu lubang untuk mengeluarkan air kencing dan seperma.

Jika diurut pada bagian perut induk jantan akan mengeluarkan cairan seperma. Demikian pula induk betina, ditandai dengan warna tubuh lebih gelap dibandingkan induk jantan dan alat kelaminnya berupa tonjolan agak bundar, yang mempunyai lubang terpisah, masing-masing berfungsi sebagai pengeluaran air kencing dan telur.

Masa produktif nila merah berlangsung antara 1,5 sampai 2 tahun. Setelah masa itu ikan sebaiknya dikonsumsi karena sudah tak bias diandalkan lagi sebagai induk, mereka tidak dipijahkan lebih dari 6 kali, artinya pemberian makanan kontinu, air kolam stabil, maka dalam tempo 4 sampai 6 minggu atau 1,5 bulan mereka sudah dapat ditempurkan kembali.