Pemeliharaan dan Teknis Budidaya Seledri

Pemeliharaan dan Teknis Budidaya Seledri

(Pemeliharaan dan Teknis Budidaya Seledri) – Seledri merupakan tanaman dataran tinggi yang dapat tumbuh baik pada kisaran suhu 7-16° C. Tanah yang baik untuk areal penanamannya adalah yang subur dan gembur dengan pH 5,5-6,8.

Budidaya tanaman seledri dapat dikatakan cukup mudah serta tidak terlalu banyak perlakuan, akan tetapi jika tanahnya kekurangan natrium, tanaman akan menjadi kerdil dan tidak memiliki nilai jual yang tinggi.

Untuk mengawali budidaya seledri perlu memperhatikan beberapa cara menanam seledri berikut ini:
PERSEMAIAN
Seledri dikembangbiakkan dengan biji. Oleh sebab itu, untuk mendapat pertumbuhan dan produksi yang baik, maka harus ditunjang dengan benih yang baik pula.

Beberapa jenis seledri seperti parsley dan celery, bibitnya umumnya didatangkan dari luar negeri. Sebelum disemaikan, sebaiknya biji seledri direndam dalam air dengan suhu 50° C selama 15 menit untuk merangsang perkecambahan. Benih-benih ini kemudian ditaburkan pada alur-alur dalam kotak atau bedeng persemaian. Jarak antara lur 2 cm dan dalamnya 1 cm. Alur lalu ditutup setipis mungkin dengan tanah agar mudah berkecambah.

PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah dilakukan sebelum tanaman di persemaian dipindahkan ke lahan. Tanah dibajak atau dicangkul, diberi pupuk kandang sebanyak 15 ton/ha, digemburkan, serta dibuat bedengan-bedengan. Lebar bedengan lm dan panjangnya disesuaikan dengan keadaan lahan. Bedengan-bedengan itu kemudian disiram dengan air secukupnya, lalu didiamkan selama seminggu sehingga reaksi-reaksi di dalam tanah menjadi stabil.

PENANAMAN
Setelah berumur 2 minggu, bibit seledri sudah dapat dipindahkan ke bedengan yang telah disiapkan. Jarak tanam yang digunakan tergantung jenisnya, tetapi umumnya digunakan jarak tanam (40 x 40) cm.

Usaha budidaya seledri, meskipun dilakukan sebagai bisnis utama ataupun usaha sampingan memerlukan strategi usaha tersendiri untuk mencapai hasil yang maksimal. Adapun cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal adalah sebagai berikut:

  • Berikan pupuk setelah tanaman 0,5 bulan di kebun. Pupuk tersebut berupa campuran urea dan KCI dengan perbandingan 3 : 2 sebanyak 3 g tiap tanaman (150 kg urea dan 100 kg KCI tiap ha). Tambahkan garam dapur dalam jumlah kecil (50 kg/ha) untuk mendorong pertumbuhannya menjadi hijau.
  • Lakukan budi daya secara intensif. Jika ada gejala serangan hama/ penyakit, segera kendalikan dengan pestisida sesuai dosis anjuran.
  • Panen tanaman setelah berumur antara 2-3 bulan dari waktu sebar. Lakukan panen kedua setelah satu bulan panen pertama. Tanaman yang dirawat dengan baik dapat menghasilkan 5-6 ton/ha.
  • Lengkapi pengetahuan budidaya seledri dari berbagai media seperti majalah, buku-buku ataupun dari sumbernya langsung seperti informasi tentang budi daya seledri di sentra produksinya, seperti di daerah Pengalengan, Cipanas, Wonosobo, dan Batu Malang.

Tags:

Mengenal Tanaman Seledri dan Manfaatnya

(Mengenal Tanaman Seledri dan Manfaatnya) – Seledri adalah tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Seledri (Apium graveolens L.) termasuk salah satu sayuran komersial yang bisa memberikan tambahan pendapatan. Pemanfaatan Seledri secara umum adalah sebagai sayuran, daun, tangkai daun,...

Pemeliharaan dan Teknis Budidaya Seledri

(Pemeliharaan dan Teknis Budidaya Seledri) – Seledri merupakan tanaman dataran tinggi yang dapat tumbuh baik pada kisaran suhu 7-16° C. Tanah yang baik untuk areal penanamannya adalah yang subur dan gembur dengan pH 5,5-6,8. Budidaya tanaman seledri dapat dikatakan...

Hama dan Penyakit dalam Budidaya Seledri

(Hama dan Penyakit dalam Budidaya Seledri) – Dalam menjalankan suatu usaha terutama dalam bercocok tanam tidak terlepas dari gangguan hama, termasuk pada budidaya seledri. Hama yang sering menyerang pertanaman seledri adalah sebagai berikut: NEMATODA Bagian tanaman yang diserang adalah...