Paris In Love

By On Wednesday, March 15th, 2017 Categories : Cerita

Selamat pagi dunia, aku menyapa dunia ini dikala bangun tidur lalu aku bergegas ke kamar mandi yang tak jauh dari ruang makan dilanjutkan dengan mandi dan shalat

Jam menunjukkan pukul 05.30. Hari ini adalah hari jum’at, pasti pramuka terus pulangnya sore. Aku memburu lemari pakaian dan mengambil pakaian pramuka yang tertata rapi lengkap dengan rok dan kerudungnya. “Hah… kerudung paris? Terus kerudungku yang satu lagi dimana?! Oh Tuhan… aku lupa! kan yang satu lagi belum dicuci”

“Kakak…, kakak… Bantuin aku pake kerudung paris, please… kak mepet nih kan aku gak bisa!” kataku pada kakakku

“Dah…, beres! Bilang apa…!!” “makasih kak! puas kau hahaha” balasku pada kakak

Perjalanan yang ditempuh dari rumah sampai sekolah cukup seperempat jam, memang dekat hanya beda rt dan rw. Di sana aku belajar dari jam 07.00 – 12.00 dan terbiasa sekolahku mengadakan hafalan al-qur’an “one day one ayat” juz 30 dan semoga saja bisa hafal 30 juz haha… maaf ya dibalik

Huh… baru saja sampai setengahnya perjalanan, sudah ada yang membuat kesal, siapa lagi kalau bukan anak punk iya si Rendi! ih… banget! apaan sih gak bisa gitu ngehargain seorang wanita! apa susahnya! iya aku juga tahu Ren kamu itu menghargai wanita tapi lihat tampang! Ya… kalau wajah pas-pasan kayak ane mah… jangan ngarep dah… bisa ditanya, dihargai ah… gitu deh. Beneran loh, suer… sebel bin gila aja liat mukanya enek ih, sampe-sampe aku berhasil membagi bogem mentah kepadanya, hahah… tapi besoknya dia gak masuk sekolah, terasa punya dosa sama dia yang akhirnya sekarang aku dengar dia punya penyakit di perutnya, maafkan aku Ren, coba kalau kamu gak ngebedain wanita di sekolah pasti aku gak bakalan gitu. Gerutu hatiku

Saat aku melewati lelaki itu aku berusaha untuk tetap tenang dan santai seolah-olah tidak ada beban hidup dan cemoohan kemarin siang di sekolah seakan tidak pernah terjadi
Tapi entah kenapa saat aku melangkah melewatinya ada hal aneh yang terlihat lewat ekor mataku. Dia terlihat agak terkejut dengan keadaanku. Emang ada yang berbeda dengan diriku hari ini?

Sesampainya di sekolah, aku bergabung bersama teman-teman. Dan mereka silih berganti memujiku. Katanya aku cocok banget, kelihatannya lucu, cantik, manis. Aduh… teman jangan berlebihan deh, entar terbang hidungku hihi..

“Teeet… tetetteeettt.. “. Suara bel berbunyi menghentikan percakapanku bersama teman sekelas terhenti. “Ayo kita masuk ke kelas” Ajak seorang sahabatku
Tapi… betapa terkejutnya hatiku kala itu saat masuk ke kelas ada seorang temanku yang memperhatikan tingkah laku para lelaki di barisan yang berlawanan. Kami berbaris saling berhadapan di muka pintu masuk kelas
Para lelaki terbelalak matanya melihat penampilan diriku hari ini. Aku bahagia mendengar berita itu, terlebih aku juga ingin memperlihatkan bahwa semua wanita itu cantik tidak ada yang jelek. Aku juga memakai kerudung paris bukan karena ingin membuat berbeda dalam penampilan tapi karena aku disuruh oleh Pak Guru untuk memakai kerudung paris bukan hanya untuk pergi pesantren sore melainkan sekolah juga aku harus wajib malah bagi diriku memakainya. Bahkan Guruku dan teman-temanku melarang aku memakai kerudung instan. Tapi aku bersyukur dengan keadaanku sekarang ini ada yang mau merubah hidupku dalam dunia fashion tapi tetap islami dan sesuai dengan sar’i

Seiring dengan berjalannya waktu, kini aku dan Rendi Iqbal Pratama mulai bisa berteman baik tanpa menimbulkan perselisihan di antara kami. Dan aku gak nyangka aja ada seorang teman Rendi yang terpikat hatinya olehku. Makanya.. gak boleh ngerendahin orang dari kecantikannya entar makin hari makin kesemsem baru tahu rasa kau