Merelakan Dalam Semalam

By On Wednesday, March 15th, 2017 Categories : Cerita

Hujan tak henti hentinya mengguyur kota Bandung pagi itu. Sedari pagi sampai malam yang larut, tetesan tetesan air itu masih saja berjatuhan dengan derasnya. Membuat banyak orang terpaksa berdiam diri saja. Termasuk aku. Hari minggu yang kelabu, aku hanya berdiam diri di rumah. Menyetrika pakaian dan mengerjakan beberapa tugas sekolah adalah kegiatan yang kulakukan di hari hujan itu. Sambil sesekali aku melihat layar handphoneku, berharap ada seseorang yang mengirim pesan ataupun meneleponku. Tapi nyatanya tak ada. “Hhahhh.. sudahlah, memangnya aku mengharapkan siapa?” gumamku dalam hati sambil tersenyum karena merasa bodoh.

Hujan ini benar benar membuatku bosan. Aku pun berfikir untuk memutar beberapa lagu di handphoneku untuk mengurangi rasa bosan. sambil berbaring, aku bernyanyi mengikuti setiap irama lagu yang sedang diputar. Namun aku masih merasa bosan. Aku pun memutuskan untuk mengaktifkan data seluler, bermaksud untuk menjelajahi dunia maya.

Kutekan icon biru berlogo “F” di layar handphoneku. Ya, itu adalah icon facebook. Kumasukan email dan password milikku. Tak berselang lama aku berhasil masuk fecebook dan langsung melirik icon icon kecil di atasnya. Aku melihat 4 permintaan pertemanan, 3 pesan dan 16 pemberitahuan. Namun aku tidak terlalu tertarik untuk membuka semua itu. Aku lebih memilih melihat status status yang berlalu lalang di halaman berandaku.

JLEB!! Selalu saja ada perasaan itu setiap kali melihat status teratas di halaman beranda fecebook miliku. “Linda Adinda” itu adalah nama fecebooknya, nama orang yang di dalam setiap statusnya selalu saja membuat suatu rasa sesak yang teramat sangat di dalam dada. “eeuuhh.. sabar Kany!” aku selalu mengatakan itu setiap kali melihat setiap setatusnya yang berderet di halaman beranda.

Sebenarnya status itu memang bukanlah untuku, melainkan untuk lelaki yang aku sukai. Lelaki yang selama hampir setengah tahun ini menemani hari hariku dan membuatku bahagia dengan kata katanya. Aku tahu, perempuan bernama Linda itu menyukainya, menyukai lelaki yang sama dengan yang aku sukai. “aaahhh.. aku harus bagaimana? Aku tak mau ada orang yang merasa sedih dengan kedekatanku dengan lelaki itu” selalu itu yang kufikirkan setiap kali membaca statusnya. Aku merasa tersiksa sendiri dengan semua itu. Seolah akulah yang bertanggunggung jawab atas semua kesedihan yang selalu ia update di status facebook itu

Aku pun memutuskan untuk tak lagi berhubungan dengan lelaki itu. Aku berfikir sepertinya dia memang lebih pantas bersama perempuan bernama Linda itu. Sejenak aku berfikir untuk mencari tahu tentang lelaki itu lagi dengan stalking setiap statusnya. Namun aku kembali mengundurkan niatku dan benar benar berniat untuk mengikhlaskannya.

Aku pun membuka icon pesan, pemberitahuan dan permintaan pertemanan. Setelah selesai dengan semua itu, aku pun log out dan berniat untuk segera tidur. bersama semua hal yang kupikirkan dan diiringi suara rincikan hujan yang masih belum reda pula, aku terlelap menuju sebuah mimpi.

15203784, 15203785, 15203786, 15203787, 15203788, 15203789, 15203790, 15203791, 15203792, 15203793, 15203794, 15203795, 15203796, 15203797, 15203798, 15203799, 15203800, 15203801, 15203802, 15203803, 15203804, 15203805, 15203806, 15203807, 15203808, 15203809, 15203810, 15203811, 15203812, 15203813, 15203814, 15203815, 15203816, 15203817, 15203818, 15203819, 15203820, 15203821, 15203822, 15203823 1507196, 1507197, 1507198, 1507199, 1507200, 1507201, 1507202, 1507203, 1507204, 1507205, 1507206, 1507207, 1507208, 1507209, 1507210, 1507211, 1507212, 1507213, 1507214, 1507215, 1507216, 1507217, 1507218, 1507219, 1507220, 1507221, 1507222, 1507223, 1507224, 1507225, 1507226, 1507227, 1507228, 1507229, 1507230, 1507231, 1507232, 1507233, 1507234, 1507235