Menunggu

By On Friday, March 10th, 2017 Categories : Cerita

Menunggu adalah hal yang membosankan bagiku dan itu adalah hal yang saat ini aku lakukan menunggu kabar tentang Dika. Pergi adalah hal yang sering melintas di benakku jika sudah merasa bosan menunggu namun kali ini aku tidak bisa melakukannya

“Om tante bagaimana dengan dika?” tanyaku saat telah sampai di rumah sakit dan melihat tante irna menangis di pelukan suaminya
“Sebaiknya kamu lihat sendiri” jawab om Reno

Aku pun masuk dan melihat seseorang tengah tertidur di atas ranjang rumah sakit dan ditutupi selimut setelah kubuka selimutnya terlihat jelas olehku wajah seseorang yang selama ini menghiasi setiap hariku, dengan wajah pucat dan ada seberkas senyum di wajahnya, air mataku menetes satu demi satu di wajah orang itu

“Dika kenapa? Kenapa dika? Kenapa kamu ninggalin aku” ucapku teringat olehku kejadian waktu itu yang masih terekam jelas di memori otakku mungkin itu adalah hari terakhir aku bisa bercanda dengannya waktu itu aku sedang asik membaca buku

“Nitaaaa!!!”
“Iss dika ngagetin aja”
“Hehe lagi serius banget bacanya”
“Iya nih buku ceritanya seru Niko yang pinjemin”
“Oh gitu, oiya Nit kan hari ini aku Anniversary ama Yuki”
“Oh ya yang ke berapa?”
“Ke 7 bulan dan hari ini juga dia lagi ultah jadi aku bakal bikin kejutan spesial buat dia tapi kamu bantuin aku yah”
“Hmmm bantuin do’a ya”
“Ihh yang serius apa”
“Oke oke jadi apa yang bisa aku bantu nih?”
“Gini kamu kan perempuan jadi tau dong cewek itu sukanya apa so jadi kamu bantu aku buat nyiapin semua hal yang dia suka gimana?”
“Oke deh”
“Yes makasih ya”
“Iya”

Bel berbunyi menandakan waktu istirahat selesai dan berbunyi lagi menandakan waktunya pulang sekolah. Dika menghampiriku dia bilang
“Nit kita batalin rencana kita tadi”
“Loh kenapa”
“Dia ngeduain gua Nit dan gua udah mutusin dia” kemudian dia pergi ninggalin aku, aku yakin dia pasti sedang sangat sedih aku bisa lihat itu dari wajahnya, aku berlari menyusulnya karena khawatir dan berusaha memanggilnya ketika sebuah sedan melaju kencang ke arahnya namun Dika tidak mendengarnya hingga sedan itu pun menabraknya, darahnya mengalir bercampur air hujan yang turun saat itu aku langsung menyetop taksi dan membawanya ke rumah sakit.

Setelah sampai di sana Dika langsung ditangani dokter sementara itu aku menelwpon orangtua Dika untuk mengabarkan keadaan Dika, setelah orangtua Dika datang aku pamit pulang karena badanku panas dan kepalaku serasa pusing lalu aku sakit dan tidak tau keadaan Dika, aku berusaha mencari tau keadaan Dika dan selalu menunggu kabar baik dari Dika hingga saat ini, namun takdir berkata lain, aku mendapat telepon dari ortu Dika untuk menyuruhku cepat datang dan kini aku tau semua jawaban dari pertanyaanku selama ini tentang Dika.

Dika makasih ya sudah hiasi hari hariku dengan canda tawamu dan senyumanmu aku akan selalu mendoakanmu, semoga kamu bahagia di sana

THE END