Mengunyah Makanan 35 Kali Bisa Dukung Penurunan Berat Badan

By On Wednesday, January 25th, 2017 Categories : Food

Mengunyah makanan pelan-pelan baik untuk pencernaan. Selain itu juga mendukung proses penurunan berat badan.

Anda bisa tetap menjaga berat badan dengan mengunyah lebih lama. Sebuah eksperimen menyimpulkan wanita yang mengunyah tiap suapan 35 kali makan hampir 30% lebih sedikit dari mereka yang mengunyah 15 kali.

Dr .Xand van Tulleken, pemimpin studi percaya proses mengunyah berperan penting dalam penurunan berat badan. Proses mengunyah bantu pemecahan makanan menjadi partikel lebih kecil, membuatnya lebih terpapar saliva sehingga pencernaan lebih efektif. Mengunyah juga dapat picu pelepasan hormon yang memberi sinyal kenyang.

Dalam eksperimen, sebanyak 20 wanita diminta makan sepiring besar pasta dan berhenti makan saat kenyang. Setengah kelompok diminta mengunyah tiap suapan sebanyak 15 kali dan setengah lainnya sebanyak 35 kali.Angka tersebut diputuskan karena rata-rata orang mengunyah 15-20 kali.

Setelah selesai makan, sisa sajian yang tersisa ditimbang. Hasil menunjukkan bahwa pengunyah cepat rata-rata makan 468 kalori sedang pengunyah lebih lambat puas dengan 342 kalori.

“Perbedaan 126 kalori dalam satu sajian adalah hasil yang mencengangkan. Ini juga membuktikan bahwa mengunyah adalah cara diet aman dan tentu bebas efek samping,” ujar Dr van Tulleken dikutip dari dailymail.co.uk (5/1/17).

Selain percobaan mengunyah untuk diet, Dr van Tulleken juga menguji apakah sauna atau berenang di dalam air dingin yang lebih efektif untuk turunkan berat badan. Dia menjadikan dirinya sendiri percobaan dengan menceburkan diri pada air beku dan bersauna selama 20 menit.

Hasilnya, disimpulkan, berenang di air dingin lebih membantu penurunan berat badan karena mengaktifkan brown fat yang dapat bantu bakar kalori. Dr van Tulleken mengatakan dia hanya kehilangan 100 g selama sauna melalui keringat.

Hal tersebut tidak bermanfaat signifikan pada penurunan berat badan. Namun, keadaan dingin yang esktrim secara efektif membakar kalori lewat gigilan tubuh sehingga tingkatkan metabolisme. Keadaan dingin pun mengaktifkan jaringan brown fat yang membakar white fat untuk menghasilkan panas.