Mengidentifikasi Asam dalam Hujan Asam

By On Saturday, April 19th, 2014 Categories : Sains

Hujan asam dapat turun dalam bentuk hujan, salju, maupun kabut. Oleh karena itu kamu tidak dapat mengenali hujan asam hanya dari bentuknya saja. Lalu bagaimana cara kita mengenali hujan asam?

Kita dapat mengenali suatu hujan asam melalui nilai pH air hujan tersebut. Apakah pH itu? pH merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen [H+] dalam suatu larutan. Nilai pH dijadikan suatu ukuran untuk menyatakan derajat keasaman atau kebasaan dari suatu larutan. Unit pH diukur pada skala 0 sampai 14. Berdasarkan nilai pHnya, larutan dibagi menjadi tiga macam yaitu asam, basa dan garam.

1. Asam
Kata asam berasal dari bahasa latin, yaitu Acidus yang berarti masam. Hal ini karena jika senyawa kimia dilarutkan ke dalam air, maka akan memberikan rasa asam.

Dalam kimia, Asam diartikan senyawa yang menghasilkan ion hidrogen (H+) ketika larut dalam pelarut (biasanya air). Senyawa asam sering kita temukan sehari-hari, misalnya dalam buah-buahan, produk makanan atau minuman, bahkan di dalam lambung kita yaitu asam lambung (HCl).

Secara umum asam memiliki sifat sebagai berikut:
a. Mempunyai rasa masam
b. Reaktif terhadap logam
c. Dapat menghantarkan listrik
d. Memerahkan kertas lakmus

Asam dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik merupakan senyawa asam karbon yang dihasilkan tumbuhan dan hewan. Sedangkan asam anorganik merupakan asam yang dibuat dari mineral-mineral dan nonlogam. Asam anorganik dalam keadaan pekat biasanya korosif, dapat melukai kulit, dan dapat melarutkan logam dengan cepat.

2. Basa
Kata basa berasal dari bahasa Arab yaitu Alkali yang berarti abu. Dalam kimia, Basa didefinisikan sebagai senyawa yang menghasilkan ion hidroksida (OH-) ketika larut dalam pelarut air. Basa banyak digunakan dalam bahan pembersih, misalnya detergen, sabun mandi, dan pasta gigi.

Basa memiliki sifat:
a. Mempunyai rasa pahit
b. Licin jika dipegang
c. Dapat melukai kulit karena bersifat kaustik
d. Membirukan kertas lakmus
e. Dapat menghantarkan listrik

3. Kekuatan Asam dan Basa
Asam dan basa dapat dibedakan menjadi lemah dan kuat berdasarkan tingkat ionisasinya dalam larutan. Asam kuat dan basa kuat akan terionisasi sempurna dalam larutan sedangkan asam lemah dan basa lemah hanya akan terionisasi sebagian dalam larutannya.

Asam yang terionisasi menghasilkan ion hidrogen [H+] sedangkan basa yang terionisasi menghasilkan ion hidroksida [OH-]. Dari konsentrasi [H+] dan [OH-] yang dimiliki inilah kamu dapat menentukan larutan tersebut asam atau basa. Jika konsentrasi [H+] lebih besar daripada [OH-], maka zat tersebut bersifat asam, yaitu nilai pH kurang dari 7. Apabila konsentrasi [OH-] lebih besar daripada [H+], maka material tersebut bersifat basa, yaitu dengan nilai pH lebih dari 7. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu zat dikatakan bersifat asam jika pH<7 dan dikatakan asam jika pH >7

Asam lemah dan basa lemah yang ada dalam produk makanan dan minuman, sabun, detergen, larutan pembersih dan obat-obatan mungkin aman untuk tubuh manusia. Oleh karena itu, mungkin kamu bisa mengetahui secara langsung sifat asam dan basa yang terkandung di dalamnya. Tetapi tidak demikian dengan asam kuat dan basa kuat karena jika terkena kontak langsung dengan tubuh dapat membahayakan. Ada cara lain yang lebih aman dan akurat untuk mengetahui sifat asam dan basa yaitu dengan menggunakan indikator asam basa.

4. Indikator Asam dan Basa
Indikator asam basa adalah alat yang digunakan untuk mengetahui sifat asam dan basa dari suatu larutan. Ada beberapa jenis indikator yang dapat digunakan untuk membedakan sifat asam basa, antara lain kertas lakmus, pH meter, indikator alami, larutan indikator universal.

a. Kertas Lakmus
Ada dua jenis kertas lakmus, yaitu kertas lakmus merah dan lakmus biru. Dalam larutan yang bersifat asam, warna kertas lakmus biru akan menjadi merah, sedangkan kertas lakmus merah tetap. Dalam larutan basa, warna kertas lakmus merah akan menjadi biru sedangkan kertas lakmus biru tetap.

Jika tidak terjadi perubahan pada warna kedua kertas lakmus tersebut berarti larutan tersebut bersifat netral. Kelemahan dari kertas lakmus adalah kurang praktis dan tidak dapat menunjukkan nilai pH larutan secara teliti.

b. Indikator universal / pH Stick
Indikator universal hampir sama dengan kertas lakmus. Kelebihan indikator universal adalah mampu mengukur pH suatu larutan. Penggunaannya dengan mencelupkan indikator universal kedalam larutan yang akan diukur. Setelah itu cocokkan warna dengan tabel warna yang telah disediakan. Dengan demikian kamu dapat mengetahui pH dari larutan yang sudah kamu ukur.

c. Indikator Alami
Indikator alami dapat diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan. Namun sebelum digunakan tumbuhan tersebut harus diambil ekstraknya dengan cara dihaluskan dan ditambahkan sedikit air. Ekstrak dari tumbuhan seperti kunyit, mahkota bunga sepatu, kol merah akan berubah warna dalam lingkungan asam atau basa. Perubahan warnanya tergantung pada warna masing-masing ekstrak tumbuhan tersebut.

d. Larutan Indikator Universal
Larutan indikator universal ini sering dijumpai saat melakukan praktikum di laboratorium. Setiap larutan indikator memiliki trayek pH dan perubahan warna yang berbeda-beda pula.

Alat ukur pH
Untuk mengetahui sifat asam basa suatu larutan atau zat kita dapat menggunakan indikator asam basa. Tetapi indikator asam basa kurang efektif dalam mengukur nilai pH dari suatu larutan. Untuk mengukur pH dari suatu larutan kita dapat menggunakan pH meter.

pH meter adalah alat ukur digital, sehingga penggunaannya sangat praktis dan nilai pH dari larutan yang diukur pun langsung terbaca pada layar.