Mengenal Teori Kontraksi dalam Perkembangan Muka Bumi

By On Tuesday, December 17th, 2013 Categories : Sains

Perkembangan Muka Bumi – Teori ini dikemukakan kali pertama oleh Descrates (1596–1650). Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengerut disebabkan terjadinya proses pendinginan sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran.

Teori Kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Keduanya berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.

Teori lain tentang perkembangan muka bumi dikemukakan oleh Afred Lothar Wegener (1880-1930). Teori ini disebut Apungan dan Pergeseran benua-benua mengungkapkan teori tersebut pada tahun 1912 dihadapan perhimpnan ahli geologi di Fankruf, Jerman. Teori tersebut diungkapkan pertama kalinya didalam sebuah buku pada tahun 1915 yang berjudul Die Enstehung der Kontinente und Ozeane (asal ususl benua dan lautan).

Adapun titik tolak teori Wegener adalah:

  • Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika yang dulunya adalah daratan yang berhimpitan
  • Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauh daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter/tahu, sedangkan kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/ tahun.

Menurut Wegener, benua-benua sekarang ini dulunya merupakan satu benua yang disebut Pangea. Benua tunggal itu mulai memecahkan karena gerakan benua besar diselatan,baik kearah barat maupun kearah utara menuju khathulistiwa