Mengenal Sistem Jaringan Tumbuhan

By On Sunday, February 19th, 2017 Categories : Sains

Seperti organisme lain, sel-sel tumbuhan dikelompokkan ke dalam berbagai jaringan. Jaringan ini dapat sederhana, terdiri dari satu jenis sel, atau kompleks, yang terdiri dari lebih dari satu jenis sel. Di atas dan di luar jaringan, tumbuhan juga memiliki tingkat struktur yang lebih tinggi yang disebut sistem jaringan tumbuhan. Ada tiga jenis sistem jaringan: jaringan dermal, jaringan vaskular, dan sistem jaringan dasar.

Sistem Jaringan Tumbuhan: Jaringan Dermal

Sistem jaringan dermal terdiri dari epidermis dan periderm. Epidermis umumnya merupakan lapisan sel yang dikemas erat. Ini baik menutupi dan melindungi tumbuhan. Hal ini dapat dianggap sebagai “kulit” Tumbuhan. Tergantung pada bagian tumbuhan yang ditutupi, sistem jaringan dermal dapat khusus sampai batas tertentu.

Misalnya, epidermis daun tumbuhan ini mengeluarkan lapisan yang disebut kutikula yang membantu tumbuhan menahan air. Epidermis pada daun dan batang tumbuhan juga mengandung pori-pori yang disebut stomata. Sel penjaga pada epidermis mengatur pertukaran gas antara tumbuhan dan lingkungan dengan mengontrol ukuran dari bukaan stomata.

Periderm, juga disebut kulit, menggantikan epidermis pada tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder. Periderm yang berlapis-lapis yang berebda dengan epidermis yang berlapis tunggal. Ini terdiri dari sel-sel gabus (phellem), phelloderm, dan phellogen (gabus kambium). Sel gabus adalah sel tak hidup yang meliputi bagian luar batang dan akar untuk melindungi dan menyediakan isolasi untuk tumbuhan. Periderm melindungi tumbuhan dari patogen, luka, mencegah kehilangan air yang berlebihan, dan penyekat tumbuhan.

Sistem Jaringan Tumbuhan: Jaringan Dasar

Sistem jaringan dasar mensintesis senyawa organik, mendukung tumbuhan dan menyediakan penyimpanan untuk tumbuhan adalah fungsi dari jaringan dasar. Hal ini sebagian besar terdiri dari sel-sel parenkim tetapi juga dapat mencakup beberapa kolenkim dan sel skerenkim juga. Sel parenkim mensintesis dan menyimpan produk organik di dalam tumbuhan. Sebagian besar metabolisme tumbuhan terjadi dalam sel-sel ini. Sel parenkim pada daun mengontrol fotosintesis. Sel kolenkim memiliki fungsi untuk dukungan bagian dalam tumbuhan, terutama pada tumbuhan muda. Sel-sel ini membantu untuk mendukung tumbuhan meski tidak menahan pertumbuhan karena kurangnya dinding sekunder dan tidak adanya agen pengerasan di dinding utama mereka. Sel sklerenkim juga memiliki fungsi pendukung bagian dalam tumbuhan, tapi tidak seperti sel kolenkim mereka memiliki agen pengerasan dan jauh lebih kaku.

Sistem Jaringan Tumbuhan: Jaringan Vaskuler

Xilem dan floem di seluruh tumbuhan membentuk sistem jaringan vaskular atau jaringan angkut. Mereka memungkinkan air dan nutrisi lainnya yang akan diangkut ke seluruh bagian tumbuhan. Xilem adalah terdiri dari dua jenis sel yang dikenal sebagai trakeid dan elemen pembuluh (vessel). Trakeid dan elemen pembuluh membentuk struktur berbentuk tabung yang menyediakan jalur untuk air dan mineral untuk berjalan dari akar ke daun. Sementara trakeid ditemukan di semua tumbuhan vaskular, pembuluh hanya ditemukan pada angiosperma.

Floem sebagian besar terdiri dari sel yang disebut sel ‘tabung saringan’ (sieve tubes) dan sel pendamping. Sel-sel ini membantu dalam pengangkutan gula dan nutrisi yang dihasilkan selama fotosintesis dari daun ke bagian lain dari tumbuhan. Sementara sel trakeid yang tak hidup, sel tabung saringan dan sel pendamping merupakan sel-sel floem yang hidup. Sel pendamping memiliki sebuah inti dan secara aktif mentransportasi gula masuk dan keluar dari tabung saringan.

Sistem Jaringan Tumbuhan: Pertumbuhan Tumbuhan

Area didalam tumbuhan yang mampu tumbuh melalui mitosis disebut meristem. Tumbuhan menjalani dua jenis pertumbuhan, pertumbuhan primer dan / atau sekunder. Dalam pertumbuhan primer, batang dan akar tumbuhan memanjang dengan pembesaran sel sebagai lawan produksi sel baru. Pertumbuhan primer terjadi di daerah yang disebut meristem apikal. Jenis pertumbuhan memungkinkan tumbuhan untuk meningkatkan panjang dan memperpanjang akar yang lebih dalam ke dalam tanah. Semua tumbuhan mengalami pertumbuhan primer. Tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder, seperti pohon, memiliki meristem lateral yang yang menghasilkan sel-sel baru. Sel-sel baru meningkatkan ketebalan batang dan akar. Meristem lateral terdiri dari kambium vaskular dan kambium gabus. Ini adalah kambium vaskular yang bertanggung jawab untuk memproduksi sel xilem dan floem. Gabus kambium terbentuk dalam tumbuhan dewasa dan menghasilkan kulit.