Mengenal Sifat dan Struktur Terumbu karang

By On Wednesday, February 19th, 2014 Categories : Sains

Terumbu karang merupakan sumber kehidupan bagi biota laut lainnya dan sebagai sumber kekayaan alam hayati yang tidak ternilai harganya. Terumbu karang adalah salah satu tumpuan mas depan manusia. Indonesia merupakan pusat keaneka ragaman hayati terumbu karang didunia.

Indonesia mempunyai kondisi alam yang baik bagi pertumbuhan terumbu karang. Kondisi terumbu karang di Indonesia dari pengukuran terhadap 371 contoh transek dari kawasan timur tengah dan barat perairan Indonesia adalah 6,2 % baik sekali, dan 28,30% sudah mulai rusak. Kondisi alam yang baik yang dimiliki Indonesia bagi pertumbuhan.

Terumbu karang adalah:
1. Suhu laut 27% C hingga 28% C
2. Kedalaman perairan : < 30 M (optimal25 m)
3. Salinitas rata-rata : 33 %
4. Intensitas cahaya yang cukup untuk fotosintesis pada 200 x arthellae
5. Gelombang besar

Apakah terumbu karang itu ? Terumbu karang adalah bangunan ribuan karang. Setiap karang merupakan kumpulan hewan-hewan kecil dari kelas Anthozoa berbentuk polip yang dapat mensekresikan CaCO3 Anthozoa adalah kelompok hewan berbentuk bunga (Anthos : bunga, 200 = hewan) dari phylum Coelenterata (Coelenterata berasal dari kata yunani, coilos dan enteron coilos) artinya rongga, eateron berarti usus Coelenterata berarti hewan berongga.

Ciri-ciri Coelenterata yaitu:
Tubuh Simetris radial berbentuk silud
Tubuh terdiri dari 2 jaringan (diploblastik)
Punya mulut yang dikelilingi tentakel
Bentuk tubuh polip dan medusa
Hidup ada yang soliter dan ada yang berkolompok
Reproduksi = aseksual dan seksual

Polip
Polip adalah bentuk hewan seperti kantung yang mempunyai tangan yang disebut tentakel. Biasanya polip menempel pada substrat atau dasar perairan.

Ciri Sifat dan Struktur Terumbu Karang
Terumbu karang banyak dijumpai di daerah sub tro-pis. Perairan yang bersih dan sehat untuk pertumbu-han terumbu karang dipe-ngaruhi oleh faktor fisik lingkungan.

Faktor fisik lingkungan itu adalah:
Suhu air di atas 18 0C untuk perkembangan optimal dengan suhu rata- rata tahunan antara 23-25 0C dan suhu maximal yang bisa ditolerir antara 36 – 40 0C.
Kedalaman perairan < 50 m
Salinitas air antara 30 – 36 %
Perairan bersih, bergelombang dan bebas dari sedimen.

Hewan karang
mempunyai kecepatan tumbuh rata-rata bervariasi antara 2,5-20 cm/tahun. Karang-karang yang ada sekarang sudah mencapai umur 10.000 – 20.000 tahun. Begitu lambatnya pertumbuhan hewan karang ini. Apabila terumbu karang kita rusak maka kita memerlukan waktu yang cukup lama untuk memulihkannya.

Hewan karang bereproduksi dengan 2 cara yaitu:
1. Aseksual / Vegetatif
Dengan cara fragmentasi (pemisahan bagian polip) Patahan terumbu yang kecil akan tumbuh dan membentuk sebuah koloni baru.

2. Cara seksual
Cara seksual yaitu terjadi perkawinan yang diawali pembuahan setiap tahunnya hewan karang serentak mengeluarkan sel kelamin ke perairan dalam kondisi ber selubung. Selubung akan terlepas di air kemudian sperma membuahi ovum dan menghasilkan zigot. Zigot berkembang menjadi planula (larva bersilia) Planula men cari tempat yang cocok dan melekat menjadi polip perintis Polip perintis membentuk koloni polik baru dan akhirnya menjadi polip dewasa yang siap melepas sel-sel kelamin.

Hewan karang mendapatkan makanan dari perairan yang mengan dung plankton dan serpi han bahan organik. Tentakel yang dimilikinya akan menangkap plankton dan memasukkannya ke dalam mulut. Selanjutnya makanan akan dicerna dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh rongga gastrovaskuler.

Terumbu karang terbentuk dari endapan masif kalsium karbonat (CaCo3) yang dihasilkan oleh organisme karang pembentuk terum bu ( Karang hermatifik) dan sedikit alga berkapur serta organisme lain yang mengsekresikan CaCO3.

Bentuk koloni karang yang umum yaitu:
Foliosa (lembaran daun)
Massif ( keras)
Mushroom coral (jamur)
Branching Coral (ber cabang)
Tabulata (meja)
Encrusting (merayap mengikuti substrat)

Polip
Sebuah polip karang pembentukan terumbu akan melakukan simbiosis mutualisme dengan alga bersel satu. Alga bersel satu tersebut disebut 200 x anthellap yaitu tumbuhan yang hidup pada hewan. Alga bersel satu akan hidup diluar tubuh hewan karang.

Hewan karang/polip karang akan membutuhkan oksigen untuk pernapasan. Oksigen ini akan diperoleh dari proses fotosintesis yang dilakukan 200 x anthallap. 200 xanthallae sangat membutuhkan sinar matahari, oleh karena itu 200 xanthallae hidup diluar hewan karang 200 xanthallae menyerap limbah buangan dari polip karang dan diolah dengan bantuan sinar matahari menjadi bahan yang bermanfaat baginya.