Mengapa langit berwarna biru ??

By On Friday, March 3rd, 2017 Categories : Artikel

Guys, pernah ga sih kalian berfikir mengapa langit dan laut berwarna biru? Padahal kalau kita mendekat, langit dan laut itu tidak berwarna . Warna biru tersebut merupakan dispersi cahaya matahari, matahari memantulkan cahaya putih yang kemudian di serap oleh berbagai susunan gas yang ada di atmosfer. Atmosfer sendiri berbagai  macam gas seperti nitrogen, oksigen, argon, dan juga uap air.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi warna langit:

 

  1. Ada tidaknya atmosfer (jika tidak mempunyai atmosfer, langit selalu gelap)
  2. Komposisi zat di atmosfer
  3. Jenis cahaya dari sumber cahaya
  4. Keadaan atmosfer

 

Bumi memiliki atmosfer, itulah alasan mengapa pada siang hari bumi tidak gelap, gas penyusun atmosfer yang paling dominan adalah nitrogen dan oksigen. Cahaya matahari yang berwarna putih merupakan cahaya polikromatik, yaitu cahaya yang berasal dari gabungan cahaya. Cahaya polikromatik terdiri dari cahaya monokromatik (cahay tunggal) yang terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu yang sering disingkat menjadi mejikuhibiniu.

Saat cahaya matahari menembus atmosfer, cahaya ini akan terdispresi. Dari ke semua cahaya monokromatik ini, cahaya yang berfrekuensi tinggi lebih mudah dihamburkan oleh molekul nitrogen dan oksigen yaitu warna cahaya hijau, biru, nila dan ungu dan cahaya tersebut akhirnya masuk ke mata kita. Kejadian ini disebut sebagai penghamburan Rayleigh. Karena mata kita lebih sensitif terhadap cahaya biru daripada hijau, nila dan ungu, maka terlihatlah langit yang berwarna biru.

 

Ketika senja menjelang, langit akan berubah warna menjadi merah kekuningan. Hal ini terjadi karena posisi matahari yang tadinya tepat di atas kita berubah menjadi serong sehingga jarak pandang kita juga berubah.