Memilih Jalan Gelap

By On Saturday, March 4th, 2017 Categories : Cerita

Saat di sekolah aku melihat randy sedang berdiri di kelas IX G, dia sedang melihat siswa yang berolah raga hari ini bermain sepak bola. Aku terus menatapnya sampai dia melihat ke arahku, dia tersenyum padaku dengan senyumannya yang penuh rasa bahagia. Dia adalah orang pertama yang memberikanku kesan indah untuk bisa mencintai seseorang.

Saat aku mulai menyukainya, perlahan lahan otakku memikirkan banyak hal tentang dia, setiap hal yang aku lihat, aku pun mulai tertawa dan tersenyum sendiri. Di dalam rumah, di sekolah, atau di mana pun aku berada aku selalu membayangkannya, entah mengapa aku merasa diriku seperti melayang layang di udara dan aku merasa diriku sedang menari dan berputar putar bersamanya di atas bangunan yang tinggi dan terdapat banyak angin, duduk bersamanya di sampingnya itu adalah hal yang sangat indah dan tak terlupakan.

Lalu aku berfikir jika dia menyatakan cintanya padaku, entah bagaimana aku menjawabnya karena aku sangat bahagia sampai aku tak bisa berkata apa apa lagi. Dan aku pun memikirkan hal itu terus menerus.

Dan sampai suatu hari, ada kabar dari temanku yang bernama rani, dia ingin menyampaikan padaku bahwa randy baru saja menyatakan cintanya pada ferisya. Betapa terkejutnya aku saat rani memberitahukan hal itu padaku, “apa… rani kau bilang apa tadi padaku, tidak… tidak… kau pasti berbohong padaku benar kan, kau pasti ingin menakut nakutiku saja bukan”, aku sangat khawatir.
“tidak.. alin tidak.., aku tidak mungkin berbohong, jika kau masih tidak percaya kau lihat saja ke atas sana, randy dan ferisya sedang duduk berduan di sana..!!”, rani menjelaskan kembali.

Kemudian aku berlari menuju ke kelas randy, dan apa yang aku lihat di sana dia sedang duduk berdampingan dengan ferisya sambil berpegangan tangan, seakan akan tidak akan ada yang memisahkan mereka bahkan mereka pun duduk sangat dekat.

Betapa sakitnya hatiku melihat semua kejadian itu, sampai sampai aku tidak bisa berfikir apa apa lagi, bahkan aku pun berniat bahwa aku tidak akan pernah jatuh cinta pada siapa pun lagi dan aku tidak akan percaya lagi pada apa yang namanya cinta.
Semenjak saat itu pun juga, aku hidup dalam kegelapan.