Material Erupsi Gunung Api

By On Saturday, February 8th, 2014 Categories : Sains

Material Erupsi Gunung Api – Material yang dikeluarkan oleh gunung api pada waktu erupsi bisa berupa lava, gas ataupun material piroklastik. Tiap gunung api mempunyai karakteristik tersendiri mengenai material yang dikeluarkan selama erupsinya.

1. Material Padat (Efflata)
Material padat (efflata) terdiri atas:
a. Bom (batu-batu besar).
b. Terak (batu-batu yang tidak beraturan dan lebih kecil dari bom).
c. Lapili, berupa kerikil.
d. Pasir
e. Debu
f. Batu apung

Menurut asalnya, efflata dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Efflata allogen, berasal dari batu-batu di sekitar kawah yang terlempar ketika terjadi letusan.
b. Efflata autogen (Pyroclastica), berasal dari magma itu sendiri.

2. Material Cair
Bahan cair dari dapur magma akan mengalir keluar dari gunung api jika magma cair dari dalam Bumi meleleh keluar dari lubang kawah tanpa terhambat oleh sumbatan dan tidak terdapat sumbatan di puncaknya. Material cair yang keluar ini terdiri atas:
Lava, yaitu magma yang meleleh di luar pada lereng gunung api.
Lahar panas, yaitu campuran magma dan air, sehingga merupakan lumpur panas yang mengalir.
Lahar dingin, terbentuk dari efflata porus atau bahan padat di puncak gunung menjadi lumpur ketika turun hujan lebat dan mengalir pada lereng serta lembah.

Contohnya, akibat letusan Gunung Merapi tahun 2006 yang lalu telah menghasilkan sekitar 6 juta meter kubik timbunan material yang akan membentuk aliran lahar dingin saat turun hujan.

3. Material Gas atau Ekshalasi
Material gas atau ekshalasi terdiri atas:
a. Solfatar, berbentuk gas belerang (H2S).
b. Fumarol, berbentuk uap air (H2O).
c. Mofet, berbentuk gas asam arang (CO2). Gas ini berbahaya bagi kehidupan karena bersifat racun. Selain itu, sifatnya yang lebih berat dari oksigen menyebabkan gas ini lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga mudah dihirup oleh makhluk hidup. Contohnya, gas CO2 yang keluar dari Gunung Dieng pada tahun 1979 telah membunuh 149 penduduk.