Management Hati Mental Pedagang

By On Monday, April 3rd, 2017 Categories : Artikel

Menjadi seorang pedagang itu memang membutuhkan management hati tingkat tinggi. Diawali dari menata suasana hati, ketika awal buka lapak, kita harus tampil dengan hati yang sumringah (terlihat menyenangkan), tak peduli meskipun ada setumpuk masalah yang ada di belakang sana atau dalam diri kita. Sekali aja kamu buka lapak sambil pasang muka jutek, calon pembeli pasti langsung ogah-ogahan dan pindah ke lain hati (cari lapak lain) guys.

Kalo yang begini nih, nggak beda jauh sama penjual online yang barusan buka HP. Pas saat pikiran sama hati lagi eneg , yang ada malah nyantol dulu & belok ke facebook dan pada akhirnya upload dagangan pun jadi terlantar & pontang-panting nggak karuan.

Saat membuka mata serta lapak dan mulai kerja, wajib hukumnya untuk membuang segala persoalaan dan sampah-sampah pikiran yang numpuk nggak karuan. Menggantinya dengan hati dan pikiran yang ceria, optimis, positif dan penuh semangat tentunya.

Lha yang namanya pembeli, itukan pembawaannya berbeda-beda. Ada yang minta harga murah tambah diskon gede, ada yang seenaknya cancel order-an, ada yang membanding-bandingkan dengan barang dari penjual lain dan masih banyak lagi. Namanya juga pembeli, wajarlah kalo mintanya yang ini kek, yang itu kek.

Ada lagi nih yang menggelikan, saat shopping ke Toko besar, Swalayan atau Mall ternama, berapapun harganya sebuah barang, nggak jadi masalah tetap samber aja tuh barang tersebut tanpa ditawar, bahkan guys meski keuangan seret , di bela-belain ngutang ke saudara. Lha giliran beli di lapak atau toko milik tetangga sendiri nawarnya mati-matian, kayak kita tuh, penjual yang jarang laku aja jualannya. But, tenang aja guys hal itu udah standart, percayalah tidak semua pembeli kayak gitu.

Lain lagi bagi penjual online nih, ada yang katanya nge-keep barang udah seminggu, giliran di tanyain nggak ada respon, kalo nggak gitu mbulet-nya minta ampun, udah gitu kena delcon pula. Yang DO kulineran, bilangnya iya-iya, setelah di buatin main ngebatalin aja, dengan seribu jurus ampuh supaya di maafkan. Aduuuh… kalo kayak gini terus, apa nggak makin numpuk nih kesel-nya. Tapi itulah kawan, tantangan yang memang harus dihadapi pedagang dimanapun & kapanpun, tenang hampir semua pedagang menemui hal-hal tersebut.

Penjual itu sebenarnya memang profesi yang dapat membuat diri kita semakin bersikap tambah bijak, loh guys. Melayani dan menghadapi berbagai macam karakter unik nan menarik dari setiap pelanggan dan harus mampu melayaninya dengan sepenuh hati. Kan pada intinya pembeli adalah Raja, meski kadang bikin bingung kita guys “Raja kok ngutang? Raja kok nyicil? Raja kok nipu?” kira-kira kalo udah kayak gini, bisa di benerin nggak ya?? he..he..he

Masih semangat nih, jadi penjual? bener-bener siap? Kalau Anda benar-benar memiliki jiwa dan mental pebisnis, maka semua hal-hal tersebut diatas adalah pengalaman manis yang tak terlupakan. Seorang pebisnis handal lahir dari penjual yang tahan banting,yang ulet,dan pantang menyerah. Sebagai catatan, saat Anda menjadi penjual apapun, Anda pasti punya sekelumit kisah menarik, yang manis pada akhirnya.
Sukses untuk kalian para penjual-penjual hebat nan tangguh.