Mana yang Paling Tak Sehat: Bungsu, Tengah atau si Sulung?

By On Wednesday, February 1st, 2017 Categories : Sehat

Dengan lahir terlebih dahulu, si sulung bisa dibilang memiliki wewenang yang lebih besar dalam keluarga, dibanding adik-adiknya. Namun untuk kesehatan, mereka mungkin yang paling tidak diuntungkan.

Dari hasil pengamatan terhadap rekam medis lebih dari 400.000 orang Norwegia selama 25 tahun menemukan, anak sulung berpeluang untuk merasakan setumpuk masalah kesehatan.

“Secara keseluruhan, anak sulung tidak begitu sehat bila dilihat dari penanda fisiknya seperti tekanan darah, kadar trigliserida dan beberapa indikator kelebihan berat badan dan obesitas,” ungkap ketua tim peneliti, Sandra Black seperti dilaporkan The Sun.

Misalkan, bila dibandingkan dengan anak kelima, anak pertama berpeluang 5 persen lebih tinggi untuk mengalami kegemukan dan 7 persen lebih tinggi untuk merasakan tekanan darah tinggi.

“Padahal mereka berpeluang 13 persen lebih kecil untuk memiliki kebiasaan merokok, dan sering dilaporkan memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik,” lanjutnya.

Black dan timnya kemudian menemukan perbedaan ini ada kaitannya dengan ‘investasi’ waktu dan perhatian yang diberikan orang tua sejak dini.

Anak pertama biasanya mendapatkan perhatian lebih dibandingkan dengan adik-adiknya. Hal ini seharusnya menguntungkan mereka, tetapi nyatanya tidak demikian. Sebab mereka justru tertekan karena harus berprestasi di sekolah maupun saat mencari kerja.

“Anak pertama rata-rata memiliki berat lahir yang lebih rendah ketimbang saudara-saudaranya, karena sang ibu belum berpengalaman sehingga nutrisi mereka saat masih dalam kandungan belum terjaga. Akibatnya ini berpengaruh pada pengaturan lemak di kemudian hari,” jelas Black.

Kadar trigliserida atau lemak dalam darah pada anak pertama juga lebih tinggi daripada anak kedua maupun ketiga. Padahal trigliserida dan tekanan darah tinggi juga merupakan faktor risiko dari kegemukan.

“Ini ada kaitannya juga dengan kepribadian anak sulung. Biasanya anak sulung cenderung gila kerja, sedangkan adiknya lebih santai tetapi juga lebih kreatif. Oleh karena itu mereka jadi berisiko stres lebih tinggi,” pungkasnya.