Makalah Inovasi Pembelajaran

By On Saturday, March 29th, 2014 Categories : Sains

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan persyaratan memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S-1) atau Diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran.

Sebagai agen pembelajaran, guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Guru yang profesional merupakan kunci keberhasilan pembelajaran karena guru yang profesional akan selalu berusaha melakukan pembelajaran yang efektif.

A. KEMENGAPAAN INOVASI PEMBELAJARAN
Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah laku peserta didik. Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : (1) Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2) Pola organisasi kepribadian berbeda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3) Bersifat dinamis, terus berubah melalui cara-cara tertentu.

Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang. Tiap individu mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari dalam diri peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal. Pembentukkan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Sekolah merupakan tempat untuk mencetak calon-calon warga negara yang siap untuk memecahkan masalah-masalah sehari-hari dalam lingkungannya baik di rumah maupun masyarakat. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran terutama di sekolah atau di lembaga pendidikan umumnya membutuhkan inovasi agar dapat berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan.

B. PENGERTIAN INOVASI PEMBELAJARAN
1. Pengertian Inovasi
Dalam dunia pendidikan terdapat beberapa istilah tentang inovasi yang harus diketahui oleh para colon pendidik, yaitu diskoveri (discovery), invensi (invention), dan inovasi (inovasi). Diskoveri adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Invensi adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil karya manusia. Sedangkan inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang atau masyarakat.

Pembelajaran inovatif, dewasa ini menjadi perbincangan hangat diberbagai kalangan, mulai dari guru, praktisi pendidikan, dan pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah.Inovatif (innovative) yang berarti new ideas or techniques, merupakan kata sifat dari inovasi (innovation) yang berarti pembaharuan. Thompson dan Eveland (1967) mendefinisikan inovasi sama dengan teknologi, yaitu suatu desain yang digunakan untuk tindakan instrumental dalam rangka mengurangi ketidakteraturan suatu hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi, inovasi dapat dipandang sebagai suatu upaya untuk mencapai tujuan tertentu.Rogers dan Shoemaker (1971) mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru, praktek-praktek baru, atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Pengertian inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang hasil produksi, tetapi juga mencakup ideologi, kepercayaan, sikap hidup, informasi, perilaku, atau gerakan menuju proses perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat (Rogers dan Shoemaker, 1971).

Dengan demikian, inovasi dapat dimaknai sebagai suatu ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, atau praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, dan digunakan/diterapkan oleh sebagian besar warga masyarakat yang dapat mendorong terjadinya perubahan yang lebih baik.

2. Inovasi Pembelajaran
Pembelajaran, merupakan terjemahan dari learning yang artinya belajar,atau pembelajaran. Jadi, inovasi pembelajaran adalah pembelajaran yang menggunakan ide atau teknik/metode yang baru untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar yang diinginkan. Berdasarkan definisi secara harfiah pembelajaran inovatif, terkandung makna pembaharuan. Inovasi pembelajaran muncul dari perubahan paradigma pembelajaran. Perubahan paradigma pembelajaran berawal dari hasil refleksi terhadap eksistensi paradigma lama yang mengalami perubahan menuju paradigma baru yang diharapkan mampu memecahkan masalah.

Pada lembaga pendidikan, paradigma pembelajaran yang dirasakan telah mengalami perubahan antara lain: kecenderungan guru untuk berperan lebih sebagai transmiter, sumber pengetahuan,dan mahatahu, kuliah terikat dengan jadwal yang ketat, belajar diarahkan oleh kurikulum, kecenderungan fakta, isi pelajaran, dan teori sebagai basis belajar, lebih mentoleransi kebiasaan latihan menghafal, penggunaan media statis lebih mendominas, dan komunikasi terbatas.

Paradigma pembelajaran yang merupakan hasil gagasan baru adalah : peran guru lebih sebagai fasilitator, pembimbing, konsultan, dan kawan belajar, jadwal fleksibel,terbuka sesuai kebutuhan, belajar diarahkan oleh siswa sendiri, berbasis masalah,proyek, dunia nyata, tindakan nyata, dan refleksi, perancangan dan penyelidikan, komputer sebagai alat, dan presentasi media dinamis.

Dalam proses pembelajaran, paradigma baru pembelajaran sebagai produk inovasi
yang lebih menyediakan proses untuk mengembalikan hakikat siswa sebagai manusia yang memiliki segenap potensi untuk mengalami proses dalam mengembangkan kemanuasiaanya. Oleh sebab itu, apapun fasilitas yang dikreasi untuk memfasilitasi siswa dan siapapun fasilitator yang akan menemani siswa belajar, seharusnya bertolak dan berorientasi pada apa yang menjadi tujuan belajar siswa. Paradigma pembelajaran yang mampu mengusik hati siswa untuk membangkitkan mode mereka hendaknya menjadi fokus pertama dalam mengembangkan fasilitas belajar.

C. KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
1. Konsep Belajar
Belajar merupakan proses psikologi individu dalam interaksinya dengan lingkungan secara alami, belajar juga merupakan proses psikologis pedagogis yang ditandai dengan adanya interaksi individu dengan lingkungan belajar yang sengaja diciptakan. Menurut Bell-Gredler (1986:1) belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies (kemampuan), skill (ketrampilan), dan attitdes (sikap).Menurut ahli psikologis belajar adalah sebagai proses psikologis yang disimpulkan dari hasil penelitian tentang bagaimana anak berfikir (Hall:1883). Menurut teori behavioris belajar adalah proses relasi antara stimulus dan respon (S-R), sedangkan teori gestalt berpendapat bahwa belajar adalah relasi antara bagian dengan totalitas pengalaman. Secara konseptual Fontana (1981) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan yang relatif tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman, sedangkan Gagne (1985) belajar adalah suatu perubahan dalam kemampuan yang bertahan lama dan bukan berasal dari proses pertumbuhan. Dan menurut Bower Hilgard (1981), belajar mengacu pada perubahan perilaku atau potensi individu senagai hasil dari pengalaman dan perubahan tersebut disebabkan oleh insting, kematangan atau kelelahan, dan kebiasaan.

Dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan manusia untuk menambah, memperluas, dan mendalami pengetahuan, nilai, dan sikap serta ketrampilan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk medapatkan perubahan yang diinginkan.

Ciri-ciri belajar yaitu pertama, belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pada diri individu, kedua perubahan merupakan buah dari pengalaman, dan yang ketiga perubahan itu relatif tetap.

Ada delapan jenis belajar menurut Gagne (1985), yaitu:
Belajar isyarat (signal learning): Belajar melalui isyarat adalah melakukan atau tidak melakukan karena adanya tanda atau isyarat.
Belajar Stimulus-Respon (stimulus-response learning): Belajar stimulus-respon terjadi pada diri individu karena ada rangsangan dari luar.
Belajar Rangkaian (chaining learning): Belajar rangkaian terjadi melalui berbagai proses stimulus-respon (S-R) yang telah dipelajari sebelumnya sehingga mnelahirkan perilaku yang segera atau spontan.
Belajar Asosiasi Verbal (verbal association learning): Belajar asosiasi verbal terjadi bila individu telah mengetahui sebutan bentuk dan dapat menangkap makna yang bersifat verbal.
Belajar Membedakan (discrimination learning):
Belajar diskriminasi terjadi bila individu berhadapan dengan benda, suasana, atau pengalaman yang luas dan mencoba membeda-bedakan hal-hal yang jumlahnya banyak.
Belajar Konsep (concept learning): Belajar konsep terjadi bila individu berbagai fakta atau data yang kemudian ditafsirkan ke dalam suatu pengertian atau makna yang abstrak.
Belajar Hukum atau Aturan (rule learning): Belajr hukum atau aturan terjadi bila individu menggunakan beberapa rangkaian peristiwa atau perangkat data yang diberikan sebelumnya dan menerapkannya atau menarik kesimpulan dari data tersebut menjadi suatu aturan.
Belajar Pemecahan Masalah (problem solving learning): Belajar pemecahan masalah terjadi bila individu menggunakan berbagai konsep atau prinsip untuk menjawab suatu pertanyaan.

2. Konsep Pembelajaran
Pembelajaran merupakan upaya yang sistematis dan sistemik untuk memfasilitasi dan meningkatkan prose belajar, maka kegiatan pembelajaran berkaitan erat dengan hakikat dan jenis belajar serta hasil belajar tersebut. Pembelajaran harus menghasilkan belajar, tapi tidak semua proses balajar terjadi karena pembelajaran. Proses balajar juga terjadi dalam konteks interaksi sosial kultural dalam lingkungan masyarakat. Pembelajaran tidak hanya terjadi dalam lingkungan pendidikan formal saja, tapi bisa terjadi di luar sekolah. Proses belajar dan pembelajaran bisa terjadi dimana saja, dan kapan saja tidak dibatasi oleh jarak, ruang, dan waktu.

Dalam Pasal 1 butir 20 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu limgkumgam belajar. Dalam pembelajaran terkandung 5 konsep, yaitu interaksi, peserta didik, pendidik, sumber belajar, dan lingkungan belajar. Interaksi mengandung arti hubungan timbal balik, saling mempengaruhi satu sama lain. Peserta didik, menurut pasal 1 butir 4 UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi senagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang berpartisipasi dalam menyelengggarakan pendidikan.

Sumber belajar diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan oleh peserta didik dan pendidik dalam proses belajar dan pembelajaran. Dan lingkungan belajar adalah lingkungan yang menjadi latar terjadinya proses belajar seperti di kelas, perpustakaan, sekolah, tempat kursus, keluarga, masyarakat, dan alam semesta. Ciri pembelajaran yaitu fasilitasi, peningkatan proses belajar siswa, adanya interaksi yang disengaja,dan adanya komponen yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu tujuan, materi, kegiatan, dan evaluasi pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran merupakan jantungnya dari pendidikan untuk mengembangkan kemampuan, membangun watak, dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Belajar dan pembelajaran sangat erat kaitannya karena pembelajaran dapat menghasilkan prose belajar, tapi tidak semua proses belajar terjadi karena pembelajaran.

Pembelajaran menurut Gagne (1985) juga ada delapan yaitu, pembelajaran berorientasi pada proses belajar isyarat, Pembelajaran berorientasi pada proses belajar stimulus-respon (S-R), pembelajaran berorientasi pada proses belajar rangkaian, pembelajaran berorientasi pada proses belajar asosiasi verbal, pembelajaran berorientasi pada proses belajar konsep, pembelajaran berorientasi pada proses belajar membedakan, pembelajaran berorientasi pada prose belajar aturan, dan pembelajaran berorientasi pada proses belajar pemecahan masalah.

Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan sekarang ini perlu adanya inovasi dalam pembelajaran. Sehingga dengan adany inovasi yang lebih baik peserta didik dapat belajar dengan baik dan tujuan pendidikan dapat tercapai. Oleh karena itu seorang pendidik harus mengetahui konsep dari belajar dan pembelajaran yang baik, sehingga dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensinya dengan baik.

Sumber:
Udin Saefudin.2008.Inovasi Pendidikan.Bandung:Alfabeta
Eric Jensen.2008.Brain Based Learning.Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.