Macam-macam sel saraf dan fungsinya

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Sel saraf merupakan unit terkecil dari sistem saraf. Sel saraf berfungsi sebagai pengirim pesan atau impuls balik berupa rangsangan maupun tanggapan.

Sel saraf neuron terdiri dari tiga bagian:

  1. Dendrit merupakan penjuluran panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel.
  2. Badan sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan terdapatnya nukleus (inti sel). Berfungsi sebagai penerima impuls dari dendrit dan menghantarkannya menuju akson dengan perantaraan sitoplasma.
  3. Akson atau neurit merupaka penjuluran yang panjang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke percabangan akson.

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi:

Neuron sensorik

Neoron sensori mempunyai dendrit yang berhubungan dengan reseptor. Akson neuron sensori berhubungan dengan neuron lain. neuron sensorik berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor ke pusat susunan saraf. Sel saraf ini sangat berhubungan erat dengan alat indra, sehingga disebut juga saraf indra.

Fungsi saraf ini adalah untuk menerima rangsang dari alat indra kemudian meneruskan impuls sarat ke pusat saraf, yaitu otak atau sumsum tulang belakang. Badan sel dari neuron sensori ini bergerombol membentuk ganglia. Bagian dendrit berhubungan langsung dengan alat indera (reseptor) dan bagian aksonnya berhubungan dengan sel saraf yang lain. Akson akan berakhir di interneuron.

Neuron motorik

Neuron motorik mempunyai dendrit yang berhubungan dengan akson lain. Akson berhubungan dengan efektor. Fungsi neuron motorik menghantarkan tanggapan dari pusat susunan saraf ke efektor. Struktur neuron motor ini, yaitu pada bagian ujung dendritnya dihubungkan dengan ujung akson yang berhubungan langsung dengan bagian efektor, yaitu otot maupun kelenjar. Neuron motor ini berfungsi untuk meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respon tubuh. Impuls secara langsung berjalan dari neuron sensori ke neuron motor.

Neuron asosiasi

Neuron asosiasi disebut juga neuron intermediet. Neuron ini dapat ditemukan pada sistem saraf pusat. Neuron asosiasi dibedakan menjadi dua.

  • Neuron konektor, berfungsi sebagai penghubung neuron satu dengan yang lain.
  • Neuron ajustor, berfungsi sebagai penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik.

Kelompok serabut sel saraf akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung membentuk urat saraf, sedangkan badan sel saraf berkumpul dalam suatu pusat saraf membentuk simpul saraf atau ganglion. Satu kelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu disebut reseptor. Satu sel organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan disebut efektor.

Sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain saling berhubungan. Saat ada rangsangan dari salah satu sel saraf akan diteruskan ke dalam sel saraf lainnya untuk disampaikan ke pusat saraf. Hubungan antara sel saraf membentuk suatu mekanisme kerja dalam menyampaikan rangsangan. Mekanisme kerja tersebut dapat dibuat bagan sebagai berikut.

Impuls dari dendrit ? badan sel ? akson ? percabangan ? neuron lain.

Hubungan antara akson dengan dendrit neuron lain disebut sinapsis. Bila impuls sampai ujung akson, akson akan mengeluarkan neurohumor (zat penghantar antar neuron). Peristiwa penghantaran impuls disebut asetilkolin. Zat penghambat (inhibitor), yaitu asetilkolin dan epinerin, akan tetapi zat-zat tersebut dapat dihapus oleh enzim kolinestrase.

Neuroglia merupakan kelompok sel yang berfungsi memberikan nutrisi pada sel saraf. Neuroglia tersusun atas berbagai macam sel yang berfungsi menyokong, melindungi, dan berperan sebagai sumber nutrisi bagi sel saraf (neuron), baik pada susunan saraf pusat maupun pada susunan saraf tepi.

Mekanisme Jalannya Impuls

Secara umum, fungsi sel saraf adalah menerima rangsang dan dapat menanggapi rangsang tersebut. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa sistem saraf merupakan jaringan komunikasi yang kompleks. Sebagai jaringan komunikasi, tentunya saraf memiliki mekanisme khusus tentang cara meneruskan impuls. Ada dua mekanisme jalannya impuls saraf, yaitu sebagai berikut :

Impuls Dihantarkan Melalui Sel Saraf

Impuls dapat diteruskan dan mengalir melalui sel saraf yang disebabkan adanya perbedaan potensial listrik yang disebut dengan polarisasi. Muatan listrik di luar membran sel saraf adalah positif sedang muatan yang di luar adalah negatif. Apabila sel saraf diberi rangsangan akan mengakibatkan polarisasi membran berubah, sehingga polarisasi akan mengalami pembalikan. Proses pembalikan akan diulang yang menyebabkan rantai reaksi.

diagram sel saraf

Akson dari banyak neuron, seperti yang ditunjukkan di sini, ditutupi dengan lapisan lemak yang disebut selubung mielin. Selubung meliputi akson, seperti plastik yang menutupi pada kabel listrik, dan memungkinkan impuls saraf untuk melakukan perjalanan lebih cepat sepanjang akson. Simpul dari Ranvier, ditunjukkan dalam diagram ini, adalah kesenjangan dalam selubung mielin yang; memungkinkan transmisi lebih cepat dari sinyal.

Impuls Dihantarkan Lewat Sinaps.

Apabila impuls mengenai tombol sinaps, maka permeabilitas membran prasinapsis terhadap ion kalsium menjadi meningkat. Ion kalsium kemudian akan masuk, sedangkan gelembung sinaps akan melepaskan neutransmitter ke celah sinaps. Gelembung sinaps melebur dengan membran prasinaps. Impuls sampai ke membran postsinaps karena dibawa oleh neurotransmitter, kemudian neurotransmitter dihidrolisis oleh enzim yang dihasilkan oleh membran postsinaps.

 

13905493, 13905494, 13905495, 13905496, 13905497, 13905498, 13905499, 13905500, 13905501, 13905502, 13905503, 13905504, 13905505, 13905506, 13905507, 13905508, 13905509, 13905510, 13905511, 13905512, 13905513, 13905514, 13905515, 13905516, 13905517, 13905518, 13905519, 13905520, 13905521, 13905522, 13905523, 13905524, 13905525, 13905526, 13905527, 13905528, 13905529, 13905530, 13905531, 13905532