Macam-macam Fungsi dari Protein Plasma

Protein Protein plasma memiliki fungsi yang sangat luas, Beberapa Fungsi dari Protein Plasma antara lain:

  • Sebagai protein pembawa (carrier) senyawa yang melewati membran plasma
  • Menerima isyarat (signal) hormonal
  • Meneruskan isyarat tersebut ke bagian sel sendiri atau ke sel lainnya.

Protein membran plasma juga berfungsi sebagai pangkal pengikat komponen-komponen sitoskeleton dengan senyawa-senyawa ekstraseluler. Molekul-molekul  protein permukaan luar memberikan ciri-ciri individual tiap sel dan macam protein dapat berubah sesuai dengan differensiasi sel.

Protein perifer tidak berinteraksi dengan bagian tengah membran hidrofobik, tetapi terikat secara langsung melalui asosiasi dengan protein integral membran atau secara langsung berinteraksi dengan bagian polar lipida membran. Misalnya protein sitokeleton, protein kinase (pada permukaan sitoplasmik membran), dan protein matriks ekstraseluler (permukaan eksoplasmik).

Protein transmembran mengandung segemen panjang asam-asam amino hidrofobik yang tertanam pada bilayer lipida. Ada dua tipe interaksi yang menstabilkan protein integral membran, yaitu interaksi ionic dengan daerah kepala yang bersifat polar dan interaksi hidrofobik dengan bagian tengah yang bersifat hidrofobik, misalnya glikoforin. (Anonim, 2007c).

Beberapa protein integral berikatan dengan membran melalui ikata koovalen pada rantai hidrokarbon. Dikenal ada tiga tipe protein integral berdasarkan perlekatannya pada rantai hidrokarbon, yaitu Glycosyl-phosphatidylinositol-Proteins, Myristate-Proteins, dan Farnesyl- Proteins. Kedudukan dan orientasi protein pada membran bervariasi sesuai macam membran, sel dan jaringan. Ia dapatberupa protein integral atau protein perifer.

Glikoprotein pada membran eritrosit merupakan suatu protein yang menembus membran sel. Protein integral membran terdiri atas empat kelas, yaitu protein tipe A, protein tipe B, protein tipe C, dan protein tipe D. Protein tipe A dan C secara struktural sama, tetapi tertanam pada setengah lapisan membran yang berbeda. Contoh protein tipe A adalah Cytochrom b5 pada retikulum endoplasma. Protein B adalah kompleks protein yang berperan dalam sistim transpor. Protein D adalah protein trans membran. Protein tipe B merupakan kumpulan molekul yang memiliki struktur yang terdiri atas Na+, K+, ATP-ase dan suatu anion protein transpor. Contoh protein tipe D adalah glikoforin pada membran eritrosit.

Tags:

Tumbuhan memerlukan berbagai macam zat pentung guna melakukan proses metabolisme. Zat tersebut di antaranya karbon dioksida, oksigen, garam mineral, dan air. Berbagai zat ini bisa didapat dari luar tubuh tumbuhan. Tumbuhan bisa mendapatkan gas oksigen dan karbondioksida melalui daun. Untuk mendapatkan air dan garam mineral, bisa melalui ujung akar dan buluh akar, yang kemudian zat-zat @more..
Jenis-jenis tanda baca dan fungsinya. Tanda baca adalah tanda-tanda yang dipakai didalam sistem ejaan. Tanda baca banyak sekali jenisnya. Dan tiap tanda baca mempunyai fungsi yang tidak sama. Fungsi tanda baca secara umum adalah untuk menjaga keefektifan komunikasi. Setiap tanda baca mempunyai aturan penggunaan dan fungsinya sendiri yang tidak dapat diganggu gugat. Penggunaan yang salah @more..
(Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika) – Zat adiktif dan psikotropika akan memberikan manfaat jika dipakai untuk tujuan yang benar, misalnya untuk tujuan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan. Dalam bidang kedokteran, misalnya satu jenis narkotika diberikan kepada pasien yang menderita rasa sakit luar biasa karena suatu penyakit atau setelah menjalani suatu operasi. Contoh lain, @more..
Gunung api merupakan bentukan alam yang terbentuk karena aktivitas magma yang keluar dari perut bumi. Di bumi ini terdapat beranekaragam bentuk gunung api. Secara umum terdapat 3 jenis bentuk gunung api yaitu Stratovolcano, Maar Volcano dan Shield Volcano. 1. Stratovolcano Gunung api ini berbentuk seperti kerucut. Puncak gunung api ini semakin lama semakin tinggi karena @more..
Bagaimanapun bisnis kecil merupakan fenomena yang menarik. Soalnya, bukan hanya karena kuantitasnya yang besar (yakni sebagian besar pengusaha adalah golongan tersebut), tetapi ada segi lain yang agaknya perlu “dikoreksi” yaitu dalam hal persaingan. Menurut Prof. dr. Mubyarto (1991), terjadi kerenggangan antara industri besar dengan industri kecil. Kerenggangan itu disebabkan produk-produk yang dihasilkan industri kecil justru @more..