Maaf Sayang ini Belum Saatnya

By On Tuesday, May 27th, 2014 Categories : Cerita
Gratis Samsung

indah … Hanya itu yang bisa ku lafazkan untuk menggambarkan suasana pagi ini.. Burung-burung berkicau–kicau sahut menyahut seolah-olah ingin memperdengarkan pada ku betapa indahnya suara mereka… Angin lembut membelai tubuh ku dan tak ingin kalah matahari ikut juga menyembulkan sinarnya… Bercahaya… Hangat
“yaa, indah” tapi tak begitu selaras dengan suasana hati ku, aku yang duduk di taman ini sendiri pagi ini, sepi sambil menatap langit biru mencari-cari bayangannya yang masih tertinggal di sana, tapi sia-sia.. Angin malam telah menghapus bayangannya bahkan namanya.

Aku terduduk di tempat ini dengan rasa yang tak menentu ada perasaan bingung, hancur, gembira dan sedih… Bagaimana tidak “maukah kau mendampingiku” itu yang diucapkannya semalam, aku tak bisa menjawab apa-apa aku bingung sekarang umur ku belumlah genap 20 tahun apa aku akan bisa mengarungi bahtera rumah tangga dalam usia sedini ini?

Sejenak aku terdiam dan tak membalas pesan darinya. Dengan membaca bismillah aku katakan terus terang padanya “bahwa sangat mendambakan itu.. Tapi aku tak ingin begitu terburu-buru, aku masih punya keinginan untuk membahagiakan kedua orangtua ku dahulu aku ingin memperbaiki diri ini terlebih dahlu sebelum mengabdi padanya.”

Aku tahu dia kecewa… Walaupun dia adalah ikhwan yang selama ini ku harapkan untuk menjadi imam ku.. Tapi saat ini bukan waktu yang tepat… Aku dan dia mungkin saja terbawa suasana, cinta kami mungkin belum juga pantas di sebut.. “cinta karna allah”

Saat itu ku fikir itulah jawaban yang paling tepat… Tapi sungguh tak ku duga tampaknya dia kecewa berat.. Dia sama sekali tak membalas lagi pesan-pesan dari ku.. Bahkan nomor ponselnya saja sudah tidak aktif.

Air mata ku tak bisa ku sembunyikan lagi.. “aku sudah kehilangan orang yang kusayang” itulah kata hati ku…
Dan pagi ini butiran-butiran bening itu pun tak dapat ku tahan.. Mereka mendobrak pelupuk mata ku berjatuhan satu persatu dan kemudian mengalir deras.

Aku menangis bukan hanya karena kehilangannya tapi juga karena dosa-dosa yang kusadar telah menggunung…
“mencintai mereka yang tidak halal untuk ku” itu adalah kesalahan, dosa dan kebahagian ku. Dan sekarang akan ku coba jalani tanpa “dia” sampai saat nanti yang ditentukan nya..

Ku berjalan meninggalkan taman ini, jalan ini dan kota ini… Semoga allah senantiasa melindungi ku
Aamiin… ^_^

Cerpen Karangan: Linda Marnis
Facebook: Linda Kangent Ibu
Nama: Linda Marnis
TTH: Lubuk Alung/ 12 Agustus 1994
senang cerpen-cerpen islami
salam sayang untuk orang yang ku sayang.

Broken Hill Bears: Boxed Set (Books 1-3): Bear Shifter Romances, Weddings, Receptions, and Murder: A Craft Circle Cozy Mystery, Cécile is Dead, Why Mosquitoes Buzz in People's Ears, Dividing Eden (Dividing Eden, #1), Manifest Destiny, Vol. 1: Flora & Fauna, This Is My Home, This Is My School, Serena, El enojo de Wiracocha, Fate Hates (Twist of Fate Book 1), Dear Mr. Turner (Mail-Order Bride Ink, #2), The Elite (The Selection, #2), Takdir Untuk Aku, LaClaire Nights: An After Hours Novel (After Hours Series), Sex Criminals, Vol. 1: One Weird Trick, The Devil in Her Way (Maureen Coughlin, #2), Toyota Production System: Beyond large-scale production, Billionaire Unknown: Blake, The Haunting of Hill House, Ydris – kniha první (Odkaz tastedarů, #1)