Legenda Indonesia Dewi Sri (Dewi Padi)

By On Monday, June 20th, 2016 Categories : Cerita
Advertisement

Legenda Indonesia Dewi Sri (Dewi Padi).Cerita Legenda Dewi Sri atau Dewi Padi merupakan cerita legenda indonesia yang berasal dari tanah jawa. Tentang Cerita legenda atau cerita rakyat Dewi Sri tersebut adalah merupakan cerita rakyat yang mungkin mengalamai perbedaan cerita ditiap –tiap daerah namun memiliki makna yang sama.

Cerita legenda Dewi Sri ini sudah mengalami pewarisan lintas generasi .Tokoh Dewi Sri dianggap sebagai dewi yang memberi kesuburan pada penanaman padi. Dewi Sri merupakan seorang dewi dewi padi yang terkenal di Jawa dan Bali. Mungkin juga Cerita Legenda Dewi Sri di tiap-tiap daerah berbeda cerita tentang legendanya tersebut.

Cerita Rakyat Dewi Sri (Dewi Padi)
Pada jaman dahulu kala di ceritakan tentang  tokoh Dewi Sri yang dikenal dengan nama Nyai Pohaci Sanghiyang Asri dipercaya sebagai penguasa bumi dan juga bulan. Dewi Sri dapat padi yang merupakan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Ia merupakan pengatur dari kehidupan, kekayaan, serta kemakmuran.

Tentang Cerita Rakyat Dewi Sri ini adalah legenda dari terciptanya padi. Diceritakan bahwa dahulu kala di Kahyangan ada dewa dan dewi yang diperintah penguasa tertinggi kerajaan langit yaitu Batara Guru untuk kerja bakti dalam membangun istana baru yang lebih megah di kahyangan. Diceritakan bagi yang malas dan tidak mau bekerja maka hukumnya tangan dan juga kakinya akan dipotong.

Antaboga yang merupakan dewa ular sangat cemas karena ia tidak memiliki tangan maupun kaki untuk  ikut membantu dan juga bekerja dengan yang lainya. Jika tidak bekerja maka ia akan mendapat hukuman lehernya yang akan dipenggal. Karena sangat takut Ia pun lalu pergi untuk menemui juga meminta nasihat kepada Batara Narada. Batara Narada adalah merupakan saudara dari Batara Guru. Batara Narada pun kebingungan dan tidak bisa memberinya solusi. Diceritakan Dewa Antaboga pun menangisi meratapi nasib buruk yang akan menimpa kepada dirinya.

Diceritakan bahwa dalam tangisnya ada sesuatu hal yang terjadi yaitu tiga tetes air matanya berubah menjadi mustika berupa telur dengan kulit yang indah dan juga bersinar.  Ahirnya Barata Narada menyarankan supaya mustika – mustika tersebut dijadikan persembahan ke Batara Guru sebagai permohonan karena tidak bisa membantu untuk membangun istana. Singkat cerita Ia pun segera membawa telur tersebut dimulutnya. Dalam perjalaan ketika ada burung gagak menyapanya ia tidak menjawab sehingga dianggap sombong hingga ahirnya si burung Gagak langsung marah dan  menyerang Dewa Antaboga. Dalam pertarungan tersebut akhirnya pecahlah dua butir telur yang dibawa dalam mulutnya namun masih ter sisa satu telur.

Batara Guru yang diberi persembahan telur tersebut memerintahkan Dewa Antaboga untuk mengerami telur itu dan Setelah dierami ternyata telur tersebut menetaskan seorang bayi permpuan yang cantik hingga ahirnya Bayi tersebut diangkat menjadi anak oleh raja Batara Guru dan permaisuri , Bayi tersebut diberi nama Nyi Pohaci Sanghyang Sri yang kemudian tumbuh menjadi seorang putri yang cantik jelita nan baik hatinya. Kecantikan Putri tersebut bahkan mampu mengalahkan semua kecantikan para bidadari dan dewi khayangan.

Dikisahkan bahwa Batara Guru sang ayah angkat rupanya ingin memperistri Nyi Pohaci hingga membuat para dewa di kahyangan menjadi khawatir karena hal tersebut bisa merusak keselarasan di kahyangan. Mereka ahirnya berencana memisahkan Batara Guru dan Nyi Pohaci Sanghyang Sri dengan menaruh racun pada  minuman Nyi Pohaci Sanghyang Sri hingga akhirnya meninggal. Agar tidak di ketahui jejaknya akhirnya jenazah Nyi Pohacipun dibawa turun ke bumi dan dikuburkan ditempat yang jauh juga tersembunyi.

gambar tanaman padi
tanaman padi indonesia

Diceritakan bahwa dari kuburan Nyi Pohaci tersebut ditumbuhi berbagai macam tumbuhan yang sangat berguna bagi umat manusia di dunia dimana Padi merupakan tumbuhan yang muncul dari pusaranya. Itulah kisah Nyi Pohaci Legenda Indonesia Dewi Sri (Dewi Padi) yang sampai sekarang dikenal Masyrakat Indonesia khususnya jawa dan bali.

Advertisement (Dibawah ini adalah Iklan)
loading...