Lapisan Kulit Manusia dan Fungsinya

By On Sunday, February 26th, 2017 Categories : Sains

Kulit bukan saja berguna sebagai pelapis luar tubuh manusia, kulit adalah suatu organ, sama seperti jantung, paru-paru, atau hati. Di samping memberikan lapisan pelindung dari patogen, abrasi fisik, dan radiasi matahari, kulit mempunyai banyak fungsi termasuk berperan penting dalam homeostasis.

Ini termasuk memelihara kekonstanan suhu tubuh lewat kegiatan berkeringat atau menggigil dan dengan membuat orang menyadari rangsangan eksternal melalui informasi yang diberikan dalam reseprtor sentuhan yang berada di dalam sistem integumen (kulit). Hanya dibutuhkan satu tinjauan singkat pada luka bakar untuk mengetahui pentingnya kulit dan berbagai macam komplikasi yang terjadi ketika organ ini dalam bahaya. Kita akan melihat bermacam-macam kegiatan sistem integumen dan juga komposisi kulit yang memungkinkannya untuk menjalankan berbagai fungsi tersebut.

Kulit dan Fungsinya

Kulit atau integumen dianggap sebagai organ karean terdiri atas dua jaringan yaitu jaringan epitelium dan jaringan ikat. Selain itu, organ-organ pelengkap seperti kelenjar, rambut, dan kuku juga terdapat di sana dan bersama dengan kulit membentuk sistem integumen. Potongan melintang kulit dengan berbagai macam organ pelengkap ditunjuk pada Gambar 1.

Kulit terdiri atas dua lapisan, epidermis dan dermis dibawahnya. Meskipun secara teknis bukan merupakan bagian kulit, hipodermis (lapisan subkutan, atau fasia superfisial) berada di bawah dermis.

Kulit melakukan berbagai fungsi:

  • Perlindungan diberikan oleh kulit dari invasi biologi, kerusakan fisik, dan radiasi ultra violet.
  • Sensasi sentuhan, rasa sakit, dan panas diberikan oleh ujung saraf,
  • Termoregulasi (pengaturan suhu) ditunjang melalui berkeringat dan pengaturan aliran darah yang melewati kulit
  • Metabolisme vitamin D terjadi di kulit.
  • Penyimpanan darah yang dapat dipindahkan ke bagian tubuh yang lain ketika diperlukan terjadi di dalam kulit.
  • Eksresi/pengeluaran garam dan sejumlah kecil zat sisa (amonia dan urea) terjadi dalam produksi keringat.

Epidermis

Epidermis terdiri atas epitelium sisik berlapis. Empat macam sel terdapat di sini:

  1. Keratinosit menghasilkan keratin, protein yang mengeraskan dan membuat kulit tahan air. Keratinosit yang sudah dewasa pada permukaan kulit tidak dapat bertumbuh lagi (mati) dan diisi hampir seluruhnya dengan keratin.
  2. Melanosit menghasilkan melanin, pigmen yang melindungi sel dari radiasi ultraviolet. Melanin dari melanosit dipindahkan ke keratinosit.
  3. Sel-sel Langerhans adalah makrofag fagosit yang berinteraksi dengan sel darah putih selama tanggapan imun.
  4. Sel-sel Merkel terletak jauh di dalam epidermis pada batas epidermis-epidermis. Sel-sel Merkrl membentuk cakram Merkel yang bersama dengan ujung saraf bertindak sebagai fungsi sensori (indra).

Sebutkan struktur epidermis kulit! Ada lima lapisan yang membentuk epidermis:

  • Struktur korneum (lapisan tanduk) mengandung banyak lapisan kretinosit mati yang tidak berinti yang sepenuhnya diisi dengan keratin. Lapisan terluar secara terus-menerus dilepaskan.
  • Stratum lusidum mengandung dua sampai tiga lapisan sel tidak berinti. Lapisan ini biasanya hanya terlihat pada kulit yang tebal (telapak tangan dan tumit kaki).
  • Stratum granulosum mengandung dua sampai empat lapisan sel yang disatukan oleh desmodom. Sel-sel ini mengandung granula keratohialin yang berpengaruh dalam pembentukan keratin di lapisan atas epidermis.
  • Stratum spinosum mengandung delapan sampai sepuluh lapisan sel yang dihubungkan oleh desmosom. Sel-sel ini cukup aktif pada mitosis.
  • Stratum basal mengandung satu lapisan sel pilar yang secara aktif membelah diri secara mitosis untuk menghasilkan sel-sel yang berpindah kedalam lapisan-lapisan atas epidermis dan akhirnya ke permukaan kulit.

Dermis

Lapisan kulit kedua, dermis, mengandung bermacam-macam jaringan ikat. Seperti jaringan ikat, dermis mengandung fibroblas dan makrofag di dalam matriks gelatin yang mengandung kolagen, serat elastik, dan retikulum. Strukturnya memberikan kekuatan untuk memanjang (kemampuan untuk dapat ditarik) dan elastisitas (kemampuan untuk kembali ke wujud semula).

Dermis terdiri atas dua lapisan:

  • Lapisan papila adalah lapisan luar tipis dengan penonjolan mirip jari yang disebut papila dermis yang mencuat ke dalam epidermis.pada tangan dan kaki, papila dermis menghasilkan punggung epidermis (keringat dari pungggung epidermis meninggalkan sidik jari).
  • Lapisan retikulum adalah lapisan tebal di bawah lapisan papila yang menyusun sebagian besar dermis.

Hipodermis

Hipodermis (lapisan subkutan atau fasia superfisial) terdapat di antara dermis dan jaringan serta organ di bawahnya. Hipodermis terdiri atas sebagian besar jaringan adiposa dan merupakan tempat penyimpanan sebgaian besar lemak tubuh. Hipodermis berfungsi untuk mengikatkan kulit dengan permukaan di bawahnya, menyediakan penyekatan suhu, dan menyerap guncangan dari benturan pada kulit.

struktur kulit manusia

struktur kulit manusia

Organ Pelengkap Kulit

Organ-organ pelengkap di bawah ini (turunan kulit) tertanam di kulit:

  • Rambut adalah filamen sel epitelium terkeratinisasi yang memanjang dan keluar dari dalam kulit mamalia (hewan menyusui). Rambut terdiri atas struktur berikut ini:
  1. Batang rambut adalah bagian rambut yang terlihat pada permukaan kulit.
  2. Akar rambut adalah bagian rambut yang menembus kulit (epidermis dan dermis)
  3. Folikel rambut adalah selaput yang mengelilingi rambut pada kulit.
  4. Umbi lapis (Bulb) adalah bagian dasar dari folikel rambut.

Matriks adalah dasar folikel rambut (terdapat di dalam umbi lapis). Di sini, sel secara aktif membelah diri, menghasilkan sel-sel rambut baru. Ketika sel-sel ini mengadakan diferensiasi, sel-sel tersebut menghasilkan keratin dan menyerap melanin dari melanosit terdekat. Ketika sel-sel yang lebih muda dihasilkan di bawahnya, sel-sel yang lebih tua terdorong ke atas, di mana sel-sel tersebut akhirnya mati. Keratin yang tertinggal berpengaruh pada pertumbuhan rambut. Warna rambut ditentukan oleh pigmen yang diserap dari melanosit.

Arektor pili (otot rambut) adalah otot polos yang menempel pada folikel rambut. Ketika otot berinteraksi, rambut menjadi tegak; pada manusia menjadi “bulu roma”.

  • Kuku adalah sel epitelium yang terkeratinisasi. Bagian kuku memaruh bulan (semilunar) yang lebih terang, lanula, adalah daerah pertumbuhan kuku baru. Di bawah lunula, matriks kuku secara aktif menghasilkan sel-sel kuku yang berpengaruh pada pertumbuhan kuku.
  • Kelenjar keringat (sudorifer) menyekresi keringat. Keringat terdiri atas air dengan bermacam-macam garam dan zat lainnya. Ada empat macam kelenjar keringat:
  1. Kelenjar ekrin berada di bawah sebagian besar permukaan kulit dan menyekresi cairan berair melalui pori-pori (lubang pada permukaan kulit), yang berfungsi mendinginkan kulit ketika menguap.
  2. Kelenjar apokrin berada di bawah ketiak dan daerah publik dan, dimulai saat pubertas, menyekresi cairan sebagai tanggapan terhadap tekanan atau ketertarikan generatif. Cairan ini, yang lebih kental daripada yang disekresi kelenjar ekrin, disekresi ke dalam folikel rambut.
  3. Kelenjar serumin menyekresi kotoran telinga (serumen) ke dalam saluran telinga luar. Kotoran ini membantu mencegah masuknya benda-benda asing.
  4. Kelenjar susu menghasilkan susu yang dikeluarkan dari puting susu.
  • Kelenjar minyak (sebasea) menyekresi sebum, zat berminyak, ke dalam folikel rambut atau kadang-kadang melalui pori-pori permukaan kulit. Sebum menghalangi pertumbuhan bakteri dan membantu dalam pengeringan rambut dan kulit. Penumpukan sebum pada duktus suatu kelenjar minyak menghasilkan ketombe dan ketombe warna hitam (bila sebum teroksidasi), serta jerawat (jika sebum terinfeksi bakteri).